Faktor yang Berhubungan dengan Kebiasaan Konsumsi Minuman Sugar Sweetened Beverages pada Siswa SMPN 1 Pleret Yogyakarta
Main Article Content
Abstract
Konsumsi minuman manis (Sugar Sweetened Beverages/SSBs) di Indonesia terus meningkat dan menjadi perhatian khusus, terutama di kalangan remaja sehingga perlu untuk mengetahui dan menekan faktor resiko kebiasaan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan konsumsi SSBs pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pleret Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 68 responden yang dipilih secara accidental sampling dari total 212 siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), konsep diri (p = 0,002), dan media massa (p = 0,002) dengan kebiasaan konsumsi SSBs. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara preferensi, teman sebaya, dan ketersediaan dengan kebiasaan konsumsi SSBs. Kesimpulan, faktor internal seperti pengetahuan dan konsep diri, serta faktor eksternal berupa paparan media massa, berperan penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi minuman manis pada remaja. Sebaiknya tenaga kesehatan meningkatkan edukasi melalui penyuluhan rutin, sekolah mendorong penguatan kontrol diri dan menyediakan minuman sehat, serta orang tua lebih terlibat dalam pengawasan konsumsi di rumah. Siswa juga dianjurkan untuk mengurangi paparan iklan digital dan belajar menolak pengaruh negatif dari teman sebaya.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bleich, S. N., & Vercammen, K. A. (2018). The negative impact of sugar-sweetened beverages on children ’ s health : an update of the literature. https://doi.org/10.1186/s40608-017-0178-9.
Caliskan, S. G., Kilic, M. A., & Bilgin, M. D. (2021). Clinical Nutrition ESPEN Acute effects of energy drink on hemodynamic and electrophysiologic parameters in habitual and non-habitual caffeine consumers. Clinical Nutrition ESPEN, 42, 333–338. https://doi.org/10.1016/j.clnesp.2021.01.011.
cdc. gov. (2021). Get the Facts: Sugar-Sweetened Beverages and Consumption. https://www.cdc.gov/nutrition/data-statistics/sugar-sweetened-beverages-intake.html.
DietaryGuidelines.gov. (2020). Dietary Guidelines For Americans (8 ed.)
Ferretti, F., & Mariani, M. (2019). Sugar-sweetened beverage affordability and the prevalence of overweight and obesity in a cross section of countries. 1–14.
Infodatin tetap produktif, cegah, dan atasi. Diabetes Melitus 2020. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan.
Masri, Erina. (2018). Faktor Determinan Perilaku Konsumsi Minuman Berkalori Tinggi pada Mahasiswa. SCIENTIA Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 8(1): 53 – 63.
Nurjayanti, E., Rahayu, N. S., & Fitriani, A. (2020). Pengetahuan Gizi, Durasi Tidur, dan Screen Time Berhubungan dengan Tingkat Konsumsi Minuman Berpemanis pada Siswa SMP Negeri 11 Jakarta.
P2PTM Kemenkes RI. (2019). Apa saja pengaruh konsumsi gula berlebih? Dipetik Januari 27, 2022, dari P2PTM Kemenkes RI: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/apa-sajapengaruh-konsumsi-gula-berlebih.
Sihombing H D R, Koka E M, Lubis Z, Ardiani F. (2024). Hubungan konsumsi sugar sweetened beverages dan aktivitas fisik dengan rasio lingkar pinggang panggul siswa MAS Plus Al-Ulum Medan. TROPHICO: Tropical Public Health Journal Vol.04, No.02 (2024) 86–96.
Syaifudin, A. B. (2018). Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa (Doctoral dissertation, Universitas Mercu Buana Yogyakarta).