Saluran Pemasaran Cabai Merah Besar di Kota Tasikmalaya
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis saluran distribusi cabai merah besar di Kota Tasikmalaya, mengidentifikasi margin pemasaran pada setiap saluran, dan mengukur Farmer's Share atau kontribusi harga yang diterima petani. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik Snowball Sampling yang melibatkan 15 responden, terdiri dari 2 petani, 2 pedagang pengumpul, 1 pedagang besar, 3 pedagang pengecer, dan 5 konsumen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jalur distribusi cabai merah di Kota Tasikmalaya yang dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu saluran non-digital dan digital. Kedelapan saluran tersebut meliputi: (1) Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Pedagang Pengecer – Konsumen (Non Digital), dan (2) Petani – Pedagang Penumpul – Pedagang Besar – Pedagang Pengecer – E-Commerce – Konsumen (Digital). Analisis margin pemasaran dan Farmer's Share menunjukkan adanya perbedaan efisiensi antar saluran pemasaran. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami struktur dan efisiensi pemasaran cabai merah di kawasan perkotaan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arbi, M., Thirtawati, T., & Junaidi, Y. (2018). Analisis saluran dan tingkat efisiensi pemasaran
beras semi organik di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 11(1), 22–32.
Badan Pusat Satistik. (2022). Produksi Tanaman Sayuran Cabai Besar, Cabai Rawit, Cabai
Keriting Menurut Kabupaten/Kota. Tasikmalaya: Badan Pusat Satistik.
Badan Pusat Satistik. (2024). Produksi Tanaman Sayuran Cabai Besar, Cabai Rawit, Cabai
Keriting Menurut Kabupaten/Kota. Tasikmalaya: Badan Pusat Satistik.
Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2016). Digital Marketing: Strategy, Implementation and
Practice (6th ed.). Pearson.
Iswahyudi, S., & Sustiyana, N. (2019). Pola saluran pemasaran dan farmer’s share jambu air CV
Camplong. Jurnal Hexagro, 3(2), 33–38.
Listyaningrum, N. (2013). Analisis Pemasaran Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Margin
Pemasaran Bawang Putih Di Kabupaten Karanganyar.
Amin, M. R. (2019). Pengaruh pemberian ekstrak Alang-alang (Imperata cylindrica L.), Teki
(Cyperus rotundus L.), dan Bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap gulma di lahan
tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Desa Belung Kecamatan Poncokusumo
Kabupaten Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Kabupaten Malang.
Limakrisa, N., & Purba, T. P. (2017). Manajemen Pemasaran Teori dan Aplikasi dalam Bisnis di
Indonesia (2nd ed.). Mitra Wacana Media.
Prasetyo, D., Sari, A. I., Emawati, S., Rahayu, E. T., & Purnomo, S. H. (2015). Analisis pemasaran
ternak sapi potong di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Sains Peternakan: Jurnal
Penelitian Ilmu Peternakan, 13(2), 65–72.
Soekartawi. (2018). Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta:
UI-Press.
Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Sugiyono, S. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D Cetakan 17. Bandung: CV
Alfabeta.
Tjiptono, F., & Diana, A. (2020). Pemasaran. Yogyakarta: Andi.