Strategi Higienitas Street Food dalam Peta Destinasi Wisata di Kota Manado
Main Article Content
Abstract
Street food merupakan elemen penting dalam pengembangan wisata kuliner Kota Manado karena tidak hanya merepresentasikan identitas lokal, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Meskipun demikian, aspek higienitas masih menjadi tantangan utama yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan serta tingkat kepercayaan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan higienitas street food dalam peta destinasi wisata Kota Manado. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pedagang street food. Responden berjumlah 30 orang yang merupakan penjual sekaligus pemilik kios pada tiga kawasan wisata kuliner, yaitu WBA Malalayang, Kawasan MTC, dan Sunbae. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matriks SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penerapan higienitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal higienitas street food di Kota Manado tergolong cukup baik, terutama pada ketersediaan air bersih dan kebersihan peralatan memasak. Namun, penerapannya belum merata, khususnya pada kebersihan tangan dan pengelolaan sampah, sehingga masih terdapat kesenjangan antara tingkat kesadaran pedagang dan praktik di lapangan. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO, WO, ST, dan WT yang menekankan penguatan praktik kebersihan, pemenuhan fasilitas pendukung, peningkatan pemahaman pedagang, serta pengawasan dan pengaturan yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan higienitas street food memerlukan pendekatan terpadu agar mampu mendukung citra wisata kuliner Kota Manado yang aman dan berkualitas.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Alfiero, S., Bonadonna, A., Cane, M., & Giudice, A. L. (2019). Street food: A tool for promoting tradition, territory and tourism. Turin: University of Turin.
Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik penyediaan makanan dan minuman tahun 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik usaha mikro, kecil, dan menengah. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Briliana, V., Prasetio, A. B., & Prasastyo, K. W. (2023). How Indonesian street food stalls inspire post-pandemic Indonesian tourism. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 7(1), 30–39. https://doi.org/10.24912/jmieb.v7i1.23355
Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Foodborne germs and illnesses. https://www.cdc.gov
Fellows, P., & Hilmi, M. (2012). Selling street and snack foods. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Firman, T. (2017). Urbanisasi dan permasalahan perkotaan di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Food and Agriculture Organization. (2007). Promoting healthy diets to prevent and control obesity and related chronic diseases. Rome: FAO.
Food and Agriculture Organization. (2019). Guidelines on food hygiene for small businesses. Rome: FAO. https://www.fao.org
Food and Drug Administration. (2021). Food code: Best practices for food safety. https://www.fda.gov
Grand View Research. (2023). Street food market size, share & trends analysis report.
Henderson, J. C. (2017). Street food, culture and urban tourism in Southeast Asia. International Journal of Food Tourism, 3(1), 3–13.
Jeaheng, Y., & Han, H. (2023). Influence of Thai street food quality, price, and involvement on traveler behavioral intention. Sustainability, 15(3), 1–18. https://doi.org/10.3390/su15032307
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2023). Survei preferensi wisatawan terhadap street food. Jakarta: Kemenparekraf.
Nasution, D. (2019). Partisipasi perempuan dalam sektor informal urban. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 17(2), 123–136.
Steyn, N. P., McHiza, Z. J., & Hill, J. (2014). Nutritional contribution of street foods to the diet of people in developing countries: A systematic review. Public Health Nutrition, 17(6), 1363–1374. https://doi.org/10.1017/S1368980013001158
Suharto, E. (2013). Pembangunan, masyarakat, dan kesejahteraan sosial. Bandung: Refika Aditama.
Sutrisno, B. (2021). Peran generasi muda dalam usaha mikro kuliner di kawasan urban. Jurnal Sosial Humaniora, 26(1), 58–66.
Tambunan, T. (2014). Usaha mikro kecil menengah di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
United Nations Environment Programme. (2021). Waste management and its impact on food safety. https://www.unep.org
Wondirad, A. N., & Verheye, G. (2018). Does gastronomy determine visitors’ holiday destination choice? Journal of Destination Marketing & Management, 9, 100619. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2018.05.003
World Health Organization. (2020b). Food safety: What you should know. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/food-safety
World Tourism Organization. (2021). Global report on food tourism. https://www.unwto.org