Evaluasi Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi Public Speaking: Perspektif Penilaian Eksternal dan Peningkatan Mutu
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil penilaian eksternal oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) terhadap pengembangan skema sertifikasi kompetensi Public Speaking pada lembaga sertifikasi person, serta mengevaluasi efektivitas tindakan perbaikan yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa dokumen temuan asesmen lapangan dari KAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketidaksesuaian yang bersifat konseptual, teknis, dan operasional, khususnya terkait kompetensi asesor, validitas metode asesmen, pengaturan sarana prasarana, inklusivitas peserta, serta reliabilitas materi uji kompetensi (MUK). Temuan paling krusial adalah ketidakmampuan metode ujian tulis dalam mengukur kompetensi afektif dan psikomotor dalam public speaking. Lembaga telah melakukan tindakan koreksi dan korektif, seperti penambahan ujian praktik, penguatan standar kompetensi asesor, serta perbaikan sistem evaluasi. Penelitian ini menegaskan bahwa penilaian eksternal memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas skema sertifikasi melalui identifikasi gap implementasi dan penguatan sistem berbasis mutu.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. Longman.
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission. (2017). Enterprise risk management: Integrating with strategy and performance. COSO.
Deming, W. E. (1986). Out of the crisis. MIT Press.
Gulikers, J. T. M., Bastiaens, T. J., & Kirschner, P. A. (2004). A five-dimensional framework for authentic assessment. Educational Technology Research and Development, 52(3), 67–86. https://doi.org/10.1007/BF02504676
Hendryadi. (2024). Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian dalam bidang pendidikan dan manajemen. Kencana.
International Organization for Standardization. (2012). ISO/IEC 17024: Conformity assessment—General requirements for bodies operating certification of persons. ISO.
Jannah, M., & Putra, A. (2024). Validity and reliability testing in educational assessment instruments. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 15(1), 45–56.
Juran, J. M. (1995). Juran’s quality handbook (5th ed.). McGraw-Hill.
Kasmita, M., Rahman, A., & Putri, D. (2023). Pengaruh pelatihan public speaking terhadap peningkatan kepercayaan diri mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan SDM, 12(2), 101–110.
Liani, S., & Sari, H. N. (2023). Students’ perception on public speaking course and its impact on communication skills. Journal of Language and Education, 8(3), 210–220.
Lu, H. C., Chen, Y., & Zhang, L. (2025). Advancing automated speaking assessment: A multidimensional evaluation approach. Computers & Education, 198, 104789. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2025.104789
Messick, S. (1994). The interplay of evidence and consequences in the validation of performance assessments. Educational Researcher, 23(2), 13–23. https://doi.org/10.3102/0013189X023002013
Mulder, M. (2017). Competence theory and research: A synthesis. Journal of Agricultural Education and Extension, 23(4), 349–360. https://doi.org/10.1080/1389224X.2017.1322954
Naderi, B., Cutler, R., & Zhang, X. (2020). Speech quality assessment using machine learning: Reliability and evaluation challenges. IEEE Transactions on Audio, Speech, and Language Processing, 28, 146–156. https://doi.org/10.1109/TASLP.2019.2951234
OECD. (2019). Equity in education: Breaking down barriers to social mobility. OECD Publishing.
Spencer, L. M., & Spencer, S. M. (1993). Competence at work: Models for superior performance. John Wiley & Sons.
Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610.
Syafii, M. (2023). Implementasi ISO/IEC 17024 dalam meningkatkan kualitas lembaga sertifikasi profesi di Indonesia. Jurnal Standardisasi dan Mutu, 25(2), 89–102.