Persepsi Wajib Pajak atas E-Invoicing, Prefilled Tax Return, dan Kualitas Sistem Administrasi Pajak Digital dalam Meningkatkan Kepatuhan Pajak

Main Article Content

Linda Dwi Afdilah
Aoliyah Firasati

Abstract

Digitalisasi perpajakan menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi administrasi serta memastikan wajib pajak mematuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi wajib pajak terhadap E-Invoicing, rencana penerapan Prefilled Tax Return, dan kualitas sistem administrasi pajak digital terhadap kepatuhan pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 wajib pajak orang pribadi di Kota Cirebon. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wajib pajak terhadap E-Invoicing dan Prefilled Tax Return berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan pajak. Sementara itu, kualitas sistem administrasi pajak digital tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak secara langsung. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan penggunaan dan manfaat teknologi perpajakan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi otoritas pajak dalam merancang kebijakan serta mengembangkan sistem perpajakan digital yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Afdilah, L. D., & Firasati, A. (2026). Persepsi Wajib Pajak atas E-Invoicing, Prefilled Tax Return, dan Kualitas Sistem Administrasi Pajak Digital dalam Meningkatkan Kepatuhan Pajak. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 5(5), 6086–6100. https://doi.org/10.56799/ekoma.v5i5.17452
Section
Articles

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.

Akagi, K. (2024). Apa yang dibawa data e-faktur ke SNA dan ekonomi waktu nyata.

Alabede, J. O. (2011). Determinants of tax compliance behaviour: A proposed model for Nigeria. International Journal of Business and Social Science.

Alshawi, E. J., Al-Tamimi, S. A., & Al Anssari, M. A. (2023). The impact of electronic invoices adoption and tax regulations’ compliance on tax revenues in Iraq: Mediating impact of tax collection efficiency. International Journal of Instructional Cases, 7(2), 80–93.

Belahouaoui, R., & Attak, E. H. (2024). Digital taxation, artificial intelligence and Tax Administration 3.0: Improving tax compliance behavior. Accounting Research Journal, 37(2), 172–191.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5 ed.). Sage Publications.

Davis, F. D. (1989). Technology acceptance model (TAM).

DeLone, W. H., & McLean, E. R. (2003). The DeLone and McLean model of information systems success: A ten-year update. Journal of Management Information Systems, 19(4), 9–30. https://doi.org/10.1080/07421222.2003.11045748

Direktorat Jenderal Pajak. (2024). Laporan kinerja Direktorat Jenderal Pajak tahun 2024. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Fochmann, M., Muller, N., & Overesch, M. (2021). Less cheating? The effects of prefilled forms on compliance behavior. Journal of Economic Psychology, 83. https://doi.org/10.1016/j.joep.2021.102365

Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2014). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Sage Publications.

Hesami, S., Jenkins, H., & Jenkins, G. P. (2024). Digital transformation of tax administration and compliance. Digital Government: Research and Practice, 5(3), 1–20.

Hibah, A. N., Febriansah, R. E., & Yani, M. (2025). Pengaruh electronic word of mouth, brand awareness, dan perceived quality terhadap keputusan pembelian. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi, 8(2), 1540–1560.

Kaisa, K., & Jani-Petri, L. (2016). Prefilled income tax returns and tax compliance.

Kirchler, E. (2007). The economic psychology of tax behaviour. Cambridge University Press.

Korat, C., & Munandar, A. (2025). Penerapan Core Tax Administration System (CTAS). Jurnal Riset Akuntansi Politala, 8(1), 16–29.

Kotsogiannis, C., Salvadori, L., Karangwa, J., & Murasi, I. (2025). E-invoicing, tax audits and VAT compliance. Journal of Development Economics, 172, 103403.

Latifa, F., Ritchi, H., & Tanzil, N. D. (2023). The journey and performance of e-tax invoicing in Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Airlangga, 8(1), 1395–1417.

Mahadianto, M. Y., & Astuti, A. D. (2017). Privilege taxpayer, sosialisasi pajak, dan kepercayaan pada otoritas pajak. Jurnal Kajian Akuntansi, 1(1), 77–86.

Panjaitan, M. A., & Rialdy, N. (2024). The impact of e-invoice implementation on taxpayer compliance. Indonesian Journal of Innovation Multidisciplinary Research, 2(3), 527–532.

Sabila, R., & Sundari, S. (2024). Pengaruh penerapan e-faktur terhadap kepatuhan wajib pajak. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 2(8), 50–56.

Sugiyono. (2020). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.

Van Dijk, W. W., Schuitema, G., & van Winden, F. (2019). How choice architecture can promote and undermine tax compliance: Testing the effects of prepopulated tax returns and accuracy confirmation. Journal of Economic Psychology, 80, 59–66.

Wildan, M. (2025). DJP: Rasio kepatuhan wajib pajak 2024 sebesar 85,75 persen. DDTC News.

Wulandari, D. S., & Dasman, S. (2023). Taxpayer compliance: The role of taxation digitalization system and TAM. East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2(6), 2385–2396.