Determinan Ketahanan Pangan: Studi Kasus Provinsi di Indonesia
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis determinan ketahanan pangan regional di Indonesia pada 34 provinsi selama 2019–2024 menggunakan data panel dinamis. Variabel yang dianalisis meliputi Indeks Harga Konsumen (IHK) bahan pangan, laju pertumbuhan penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (GRDP) sektor pertanian, dan jumlah tenaga kerja sektor pertanian. Metode Difference Generalized Method of Moments (D-GMM) digunakan untuk mengatasi endogenitas, mengakomodasi efek dinamis, dan menghasilkan estimasi konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IHK bahan pangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan, sedangkan GRDP sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan. Lag Indeks Ketahanan Pangan juga signifikan, menunjukkan adanya persistensi ketahanan pangan antarperiode. Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja sektor pertanian tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilisasi harga pangan, peningkatan produktivitas pertanian, dan penguatan kapasitas ekonomi sektor pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan antarprovinsi. Implikasinya, kebijakan pangan perlu diarahkan pada keterjangkauan harga, modernisasi pertanian, dan pemerataan kapasitas produksi daerah secara inklusif berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.