Menyemai Modernitas, Merawat Tradisi: Sinergi Nilai Kearifan Lokal Dan Manajemen Syariah Bagi Keberlanjutan Pesantren Di Era Digital
Main Article Content
Abstract
Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia dan telah terbukti bertahan sepanjang berabad-abad perubahan zaman. Memasuki era digital, pesantren dihadapkan pada dilema mendasar, yaitu bagaimana mengadopsi teknologi informasi tanpa mengikis nilai kearifan lokal dan prinsip syariah yang menjadi ruh kelembagaannya. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sinergi antara nilai kearifan lokal pesantren dan prinsip manajemen syariah dapat menjadi fondasi keberlanjutan kelembagaan di tengah transformasi digital. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui studi kepustakaan dan analisis isi terhadap dua puluh empat dokumen literatur yang terbit antara tahun 2016 dan 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan pesantren di era digital bertumpu pada empat pilar yang saling terkait, yaitu kepemimpinan dan tata kelola kiai yang adaptif, manajemen keuangan dan kewirausahaan berbasis syariah yang terdigitalisasi, kurikulum pembelajaran hybrid yang menjaga mata rantai transmisi keilmuan (sanad), serta pelestarian nilai kearifan lokal seperti Panca Jiwa sebagai jangkar identitas di tengah modernisasi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahmadi, A., Aziz, A., Ajahari, A., Syuhud, S., & Wasehudin, W. (2026). Integrating Mangenta local wisdom into pesantren leadership: An empirical model of educational transformation. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 14(1), 393–412. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v14i1.2382
Aisyah, S., Ilmi, M. U., Rosyid, M. A., Wulandari, E., & Akhmad, F. (2022). Kiai leadership concept in the scope of pesantren organizational culture. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 3(1), 40–59. https://doi.org/10.31538/tijie.v3i1.106
Al-Ghazali. (2005). Ihya' Ulumuddin (Jilid 3). Dar al-Fikr.
Amas. (2026). The transformation of Salafiyah Islamic boarding school into Khalafiyah model: A case study of Al-Marjan Pesantren in Banten, Indonesia. Asian Journal of Human Services, 30. https://doi.org/10.14391/ajhs.e3001.1.007
Amin, M. (2017). Kearifan lokal dalam pendidikan pesantren. Jurnal Kebudayaan Islam, 3(1), 23–38.
Arifin, Z. (2016). Nilai-nilai pendidikan pesantren: Fondasi pembentukan karakter. UIN Press.
Basori, R., Raharjo, T. J., Prihatin, T., & Yulianto, A. (2023). Maintaining Salafi values through innovative management practices at pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 145–156.
Cahnia, N. (2025). Inovasi metode pembelajaran hybrid pada pondok pesantren di era digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 39–53.
Hijazi, A. (2025). Manajemen strategik modernisasi pondok pesantren di era Society 5.0 (Kajian Pondok Pesantren Khairul Ummah) [Tesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau].
Izzulloh, A. S. H., & Moebin, A. A. (2022). Digitalisasi dakwah pondok pesantren saat pandemi Covid-19. Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 20–42. https://doi.org/10.21274/taalum.2022.10.1.20-42
Kholifah, A. (2022). Strategi pendidikan pesantren menjawab tantangan sosial di era digital. Jurnal Basicedu, 6(3). https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2811
Komsatun, R. (2023). Strategi pengembangan ekonomi pesantren dalam membudayakan kewirausahaan santri dan alumni: Studi pada Program OPOP (One Pesantren One Product) di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan tahun 2021 [Skripsi].
Kutsiyah, F., Hakim, L., & Kalsum, U. (2020). Kelekatan modal sosial pada keluarga santri di Pulau Madura. Palita: Journal of Social Religion Research, 5(2), 183–203.
Maulaa, A., Windianingsih, A., & Yusuf, M. A. (2025). Analisis peran digital marketing dan inovasi bisnis syariah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren. Jurnal Al-Umm, 2(1), 76–93.
Misbah, A. (2024). Model manajemen keuangan syariah di pesantren: Meningkatkan kemandirian ekonomi lembaga pendidikan Islam di era digital. Nidhomiyyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 166–184. https://doi.org/10.38073/nidhomiyyah.v5i2.1940
Muzakky, R. M. R., Mahmuudy, R., & Faristiana, A. R. (2023). Transformasi pesantren menghadapi era revolusi digital 4.0. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 1(3), 241–255.
Nurhayati, S. (2023). Akuntansi syariah di Indonesia (Edisi 5). Penerbit Salemba.
Nurjannah, N. (2022). Tantangan pengembangan kurikulum dalam meningkatkan literasi digital serta pembentukan karakter peserta didik di Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(4).
Saini, M. (2024). Pesantren dalam era digital: Antara tradisi dan transformasi. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 16(2), 342–356.
Sugito, S. (2024). Hybrid learning in pesantren: Integrating digital pedagogy and Islamic values to enhance 21st-century competencies. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 5(4), 749–764. https://doi.org/10.31538/tijie.v5i4.2207
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Widodo, A. A., & Husni, M. (2025). Strategi digitalisasi pendidikan pesantren dalam internalisasi nilai Aswaja bagi generasi Z di era teknologi. Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 375–386. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i1.851
Yuliani, Z., Amala, A., Safira, T., & Pratiwi, K. (2023). Model pemanfaatan teknologi digital di pesantren. Edium: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 75–83.
ovasi Ekonomi, 5(02).