Pengaruh Dimensi Fraud Hexagon Dan Prokrastinasi Akademik Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Pada Mahasiswa FKIP Universitas Pattimura

Main Article Content

Aprilia Ufi
Kevin H Tupamahu
Syahrina N Dewi

Abstract

Kecurangan akademik merupakan persoalan multidimensional yang mengancam integritas pendidikan tinggi dan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital serta Generative Artificial Intelligence (GenAI). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, collusion, dan prokrastinasi akademik terhadap perilaku kecurangan akademik mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer diperoleh melalui kuesioner berskala Likert lima poin dari 170 mahasiswa yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pressure, opportunity, collusion, dan prokrastinasi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kecurangan akademik. Sebaliknya, rationalization, capability, dan arrogance tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap perilaku kecurangan akademik dengan nilai F sebesar 42,984 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa kecurangan akademik merupakan fenomena multidimensional yang terutama dipengaruhi oleh tekanan akademik, peluang, interaksi sosial, dan perilaku menunda tugas. Oleh karena itu, pencegahan kecurangan akademik memerlukan pendekatan komprehensif melalui pengelolaan tekanan akademik, penguatan pengawasan dan desain asesmen, pembangunan budaya integritas, pengendalian kolusi, serta pengembangan kemampuan manajemen waktu dan literasi etika digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ufi, A., Tupamahu, K. H., & Dewi, S. N. (2026). Pengaruh Dimensi Fraud Hexagon Dan Prokrastinasi Akademik Terhadap Perilaku Kecurangan Akademik Pada Mahasiswa FKIP Universitas Pattimura . EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 5(6), 9562–9573. https://doi.org/10.56799/ekoma.v5i6.20023
Section
Articles

References

Anggrezola, N., & Setiawan, M. A. (2026). Pengaruh Fraud Hexagon Theory terhadap akademik fraud mahasiswa akuntansi. Jurnal Nuansa Karya Akuntansi, 4(1). https://doi.org/10.24036/jnka.v4i1.98 (Jurnal Nuansa Karya Akuntansi)

Bittle, K., & El-Gayar, O. F. (2025). Generative AI and akademik integrity in higher education: A systematic review and research agenda. Information, 16(4), 296. https://doi.org/10.3390/info16040296 (DOI)

Febrianti, R., Muchsini, B., & Hamidi, N. (2025). Fraud Pentagon Theory: Faktor-faktor yang memengaruhi kecurangan akademik siswa akuntansi. Tata Arta: Jurnal Pendidikan Akuntansi.

Hartono, H., Faslah, R., & Adha, M. A. (2023). The effect of pressure, opportunity, and rationalization on akademik fraud in students of the Faculty of Economics. Jurnal Pendidikan Ekonomi, Perkantoran, dan Akuntansi.

Islam, M. F., & Jatmika, S. (2024). Pengaruh dimensi Fraud Hexagon terhadap kecurangan akademik peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 1012–1026. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i2.5835

Laturette, K., Syahrani, A., & Octavica, L. (2026). Using artificial intelligence can increase akademik fraud in Generation Z. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 29(1). https://doi.org/10.20885/jaai.vol29.iss1.art9

Martin-Puga, M. E., et al. (2022). Psychometric properties and measurement invariance of the Akademik Procrastination Scale-Short Form. Journal of Psychoeducational Assessment. https://doi.org/10.1177/07342829221106538

Ogunleye, B., Zakariyyah, K. I., Ajao, O., Olayinka, O., & Sharma, H. (2024). A systematic review of generative AI for teaching and learning practice. Education Sciences.

Prastiwi, A., Atmini, S., & Kawulur, H. R. (2025). Fraud Hexagon and dark personality traits in akademik dishonesty: Evidence from Indonesian accounting students. JIA (Jurnal Ilmiah Akuntansi), 10(1). https://doi.org/10.23887/jia.v10i1.84227

Sutarto, H. S., Putra, I. G. B. A. H., & Susandya, A. A. P. G. B. A. (2024). The analysis of an akademik fraud behavior based on the Fraud Hexagon Theory. Indonesia Auditing Research Journal, 13(3).

Syaipudin, U., Tidespania, C. P., & Malia, R. (2026). Reassessing the Fraud Hexagon Model: Evidence on its selective significance in explaining akademik fraud. Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis, 4(2). https://doi.org/10.70716/emis.v4i2.616

Theotama, G., Waskita, Y. D., & Hapsari, A. N. S. (2023). Fraud hexagon in the motives to commit akademik fraud. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 26(1). https://doi.org/10.24914/jeb.v26i1.7395

Zeng, L., Li, Y., Wang, T., Wang, Y., Huang, Q. L., Weng, X., Su, J., Wang, R., Zhou, T., & Li, Z. (2026). A brief measure of akademik procrastination in university students: Development and validation of the Aitken Procrastination Inventory—Short Form. Frontiers in Psychology, 17, 1836609. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2026.1836609