Fenomena Gadai Swasta di Masyarakat: Studi Kualitatif Tentang Motif, Praktik, dan Dampaknya

Main Article Content

Ernest Grace
Kevin Jndajang
Onita Sari Sinaga
Desi Susanti
Sudung Simatupang

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena gadai swasta sebagai alternatif pembiayaan masyarakat dengan fokus pada motif penggunaan, praktik, dan dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi terhadap keberadaan usaha gadai swasta di Kota Pematangsiantar serta studi dokumentasi dari jurnal, buku, laporan resmi, dan regulasi terkait pergadaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gadai swasta berkembang sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan fleksibel, khususnya bagi kelompok yang menghadapi keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Motif utama penggunaan gadai swasta meliputi kebutuhan ekonomi mendesak seperti biaya rumah tangga, kesehatan, pendidikan, dan tambahan modal usaha. Praktik gadai swasta dilakukan melalui penyerahan barang bergerak sebagai jaminan dengan prosedur yang sederhana dan mengandalkan hubungan sosial serta kepercayaan antarpihak. Di sisi lain, keberadaan gadai swasta juga menimbulkan sejumlah risiko, seperti ketergantungan terhadap pinjaman jangka pendek, potensi kehilangan barang jaminan, dan kerentanan ekonomi rumah tangga apabila penggunaan pinjaman tidak disertai pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi keuangan, penguatan pengawasan, dan kepatuhan terhadap regulasi agar praktik gadai swasta dapat memberikan manfaat ekonomi secara optimal bagi masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Grace, E., Jndajang, K., Sinaga, O. S., Susanti, D., & Simatupang, S. (2026). Fenomena Gadai Swasta di Masyarakat: Studi Kualitatif Tentang Motif, Praktik, dan Dampaknya. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 6(1), 330–339. https://doi.org/10.56799/ekoma.v6i1.20126
Section
Articles

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Cet.ke-14 (ed.)). PT Rineka Cipta.

Arsyad, L. (2004). Ekonomi Pembangunan (Ed. 4). Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

Banerjee, A. V., & Duflo, E. (2025). Poor Economics: A Radical Rethinking of the Way to Fight Global Poverty. Hachette UK.

Besley, T. (1995). Nonmarket Institutions for Credit and Risk Sharing in Low-Income Countries. Journal of Economic Perspectives, 9(3), 115–127. https://doi.org/10.1257/jep.9.3.115

Bourdieu, P. (1986). The Forms of Capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 15–29). Greenwood.

Cahyani, S. D. (2025). Ada 230 Perusahaan Gadai Ilegal Beroperasi di RI, Bos OJK: Merugikan Masyarakat! Mediaasuransinews.Co.Id. https://mediaasuransinews.co.id/ekonomi/ada-230-perusahaan-gadai-ilegal-beroperasi-di-ri-bos-ojk-merugikan-masyarakat/

Cheng, Z., Zhang, B., Huang, X., & Chen, Y. (2022). Formalize the informal : market segmentation and integration in the formal and informal credit markets in Wenzhou Formalize the informal : market segmentation and integration in the formal and informal credit. Economic Research-Ekonomska Istraživanja, 36(2), 1–18. https://doi.org/10.1080/1331677X.2022.2108477

Ganle, J. K., Afriyie, K., & Segbefia, A. Y. (2015). Microcredit : Empowerment and Disempowerment of Rural Women in Ghana. World Development, 66, 335–345. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2014.08.027

Geertz, C. (1963). Peddlers and Princes: Social Change and Economic Modernization in Two Indonesian Towns. University of Chicago Press.

Granovetter, M. (1985). Economic Action and Social Structure : The Problem of Embeddedness. American Journal of Sociology, 91(3), 481–510. https://www.jstor.org/stable/2780199

Guérin, I., Morvant-Roux, S., & Villarreal, M. (2018). Microfinance, Debt and Over-Indebtedness Juggling with Money. Routledge.

Hardiyon, M. F. (2026). OJK: Industri Gadai Bakal Tetap Diminati Masyarakat Jelang Lebaran 2026. Kumparan.Com. https://kumparan.com/kumparanbisnis/ojk-industri-gadai-bakal-tetap-diminati-masyarakat-jelang-lebaran-2026-26xlibkLb5Q/full

Ilo.org. (2025). Women and Men in The Informal Economy: A Statistical Picture. https://www.ilo.org/publications/women-and-men-informal-economy-statistical-picture-third-edition

Karaivanov, A., & Kessler, A. (2017). (Dis)advantages of informal loans – Theory and evidence. European Economic Review, 102(February), 100–128. https://doi.org/10.1016/j.euroecorev.2017.12.005

Kasmir. (2013). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (Edisi 1). Rajawali Pers.

Kislat, C. (2015). Why are Informal Loans Still a Big Deal ? Evidence from North-east Thailand. The Journal of Development Studies, 51(5), 569–585. https://doi.org/10.1080/00220388.2014.983907

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2013). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Ed.3). SAGE Publications,.

Moleong, L. J. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remadja Karya.

Nanang. (2023). Empat Tahun Terakhir, 4.432 Pinjol dan 251 Pegadaian Ilegal Ditutup. Media Alkhairaat. https://media.alkhairaat.id/empat-tahun-terakhir-4-432-pinjol-dan-251-pegadaian-ilegal-ditutup/

Noerhidajati, S., Purwoko, A. B., Werdaningtyas, H., Kamil, A. I., & Dartanto, T. (2020). Household financial vulnerability in Indonesia: Measurement and determinants. Economic Modelling, 96(March), 433–444. https://doi.org/10.1016/j.econmod.2020.03.028

Polanyi, K. (1957). The Great Transformation: The Political and Economic Origins of Our Time. Beacon Press.

Rajasekhar, D., Manjula, R., & Suchitra, J. Y. (2017). Can Microfinance Promote Livelihoods and Reduce Vulnerability Among Adivasis ? A Study of Some NGO Interventions from Karnataka and Tamil Nadu. Social Change, 47(1), 65–80. https://doi.org/10.1177/0049085716683101

Salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31 /POJK.05/ Tentang Usaha Pergadaian (2016).

Satrio, J. (1993). Hukum Jaminan Hak-Hak Jaminan Kebendaan (Cet. 2). Citra Aditya Bakti.

Scott, J. C. (1977). Look Inside The Moral Economy of the Peasant: Rebellion and Subsistence in Southeast Asia. Yale University Press.

Siaran Pers RDKB Agustus Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Di Tengah Dinamika Global Dan Domestik, 1 (2026).

Siaran Pers RDKB Mei Sektor Jasa Keuangan Stabil Dan Berdaya Tahan Turut Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional, 1 (2025).

Soto, H. de. (1990). The Other Path: The Invisible Revolution in the Third World. Harper & Row.

Subekti. (1982). Pokok-Pokok Hukum Perdata. PT. Intermasa.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suheriadi. (2025). Aset Industri Tembus Rp129,83 triliun, OJK Bentuk Roadmap Pergadaian. Fortuneidn.Com. https://www.fortuneidn.com/finance/aset-industri-tembus-rp129-83-triliun-ojk-bentuk-roadmap-pergadaian-00-ccw2k-hv37px

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2014). Economic Development (Ed. 12). Pearson Education.

Wang, F. (2025). An empirical equilibrium model of formal and informal credit markets in developing countries. Review of Economic Dynamics, 46(October), 224–243. https://doi.org/10.1016/j.red.2021.09.001

Yuan, Y., & Xu, L. (2015). China Economic Review Are poor able to access the informal credit market ? Evidence from rural households in China. China Economic Review, 33(April), 232–246. https://doi.org/10.1016/j.chieco.2015.01.003