Adaptasi Lingkungan Kerja Lintas Budaya dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Mahasiswa Magang di Jepang

Main Article Content

Febrianty Putri Sahadir
Juliet Makinggung
Jacob Makapedua

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses adaptasi lingkungan kerja lintas budaya mahasiswa magang Politeknik Negeri Manado di Ooedo Onsen Monogatari Premium Yoshinoya Irokuen, Jepang, serta pengaruhnya terhadap kinerja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan (enam mahasiswa magang dan dua pembimbing lokal), observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi berlangsung melalui tiga fase yang sejalan dengan siklus stress-adaptation-growth (Kim, 2001), dengan titik balik pada sekitar tiga bulan pertama. Faktor penghambat utama adalah kendala bahasa, tekanan disiplin kerja, dan rasa rindu kampung halaman, sedangkan faktor pendorong meliputi dukungan rekan sejawat, dukungan atasan, dan strategi belajar observasi-imitasi sesuai teori belajar sosial Bandura (1977).Keberhasilan proses adaptasi berimplikasi pada peningkatan kinerja mahasiswa yang ditunjukkan melalui meningkatnya kecepatan ,ketepatan dan kemandirian dalam bekerja, serta internalisasi nilai kaizen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan lintas budaya tidak semata menjadi hambatan, tetapi berfungsi sebagai katalis pembentukan kompetensi kerja mahasiswa magang. Temuan ini merekomendasikan penguatan pembekalan pra-keberangkatan bagi institusi pendidikan vokasi dan sistem pendampingan bagi perusahaan penerima magang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sahadir, F. P., Makinggung, J., & Makapedua, J. (2026). Adaptasi Lingkungan Kerja Lintas Budaya dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Mahasiswa Magang di Jepang. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 5(6), 9772–9777. https://doi.org/10.56799/ekoma.v5i6.20258
Section
Articles

References

Arteta, N. I., Nur Salsabila, F. A.-Z., Andrijanto, K. R., Akhbar, R. M. A., K.R.H.P, M., Ardiansyah, H., Kharisma, F., & Hadi, H. K. (2026). Jam karet vs budaya tepat waktu: Adaptasi karyawan Indonesia dalam lingkungan kerja internasional (Studi kasus: Pekerja Indonesia di Jepang). Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia, 2(1), 624–632.

Badri, R. A. R., Karimah, K. El, & Sunarya, Y. D. R. (2024). Adaptasi Lintas Budaya Mahasiswa Indonesia di Lingkungan Perguruan Tinggi Taiwan. Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, 1(4), 1–15. https://doi.org/10.62383/filosofi.v1i4.257

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Berry, J. W. (1997). Immigration, acculturation, and adaptation. Applied Psychology: An International Review, 46(1), 5–34.

BP2MI. (2026). Data penempatan pekerja migran Indonesia tahun 2025. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar.

Dowling, P. J., Festing, M., & Engle, A. D. (2013). International human resource management (6th ed.). Cengage Learning.

Dwiarto, J., Perkasa, D. H., & Saluy, A. B. (2025). Global leadership development: The impact of international HR management on cross-cultural leadership effectiveness. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 2(2), 2293–2307. https://doi.org/10.62567/micjo.v2i2.783

Fiana, A., Dahidi, A., & Sudjianto. (2018). Analisis penerapan budaya kaizen pada perusahaan Jepang (Studi kasus penggunaan bahasa Jepang di PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia). EDUJapan, 2(1), 11–19.

Hall, E. T. (1976). Beyond culture. Anchor Books.

Hofstede, G. (2011). Dimensionalizing cultures: The Hofstede model in context. Online Readings in Psychology and Culture, 2(1), 1–26.

Irwanaputri, N. Z., Wati, M. D., Kartikasari, A. D., Oktafia, A., Alqudsi, M. G. Z., & Kharisma, F. (2026). Adaptasi budaya kerja expatriate Indonesia dalam lingkungan kerja Jepang sebagai kaigo. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia, 2(1), 652–658.

Kementerian Tenaga Kerja Jepang. (2025). Statistik tenaga kerja asing di Jepang per Oktober 2024. Ministry of Health, Labour and Welfare, Japan.

Kim, Y. Y. (2001). Becoming intercultural: An integrative theory of communication and cross-cultural adaptation. SAGE Publications.

Mangkunegara, A. P. (2019). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Rev. ed.). Remaja Rosdakarya.

Norianggono, Y. C. P., Hamid, D., & Ruhana, I. (2014). Pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap kinerja karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis, 8(2), 1–10.

Oberg, K. (1960). Cultural shock: Adjustment to new cultural environments. Practical Anthropology, 7(4), 177–182.

Sedarmayanti. (2017). Perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia. Refika Aditama.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tatambihe, Tungka, & Wowiling. (2024). Pengalaman adaptasi pekerja migran Indonesia terhadap culture shock di Prefektur Okinawa Jepang. Dharma Medika, 4(2), 59–63.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.