Peran Jumlah Tenaga Kesehatan, Jumlah Fasilitas Kesehatan, dan Transfer Pemerintah Bidang Kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, dan transfer pemerintah bidang kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat selama 2016–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan instansi terkait. Pemilihan model dilakukan melalui Uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier (LM), dengan Fixed Effect Model sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan jumlah fasilitas kesehatan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Sementara itu, transfer pemerintah bidang kesehatan yang diproksikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga pada tenaga kesehatan yang memadai dan efektivitas dukungan fiskal pemerintah.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Becker, G. S. (1993). The economic approach to human behavior. University of Chicago Press. https://doi.org/10.7208/chicago/9780226217062.001.0001
Grossman, M. (2002). At the intersection of health, health care and policy. Health Affairs Journal, 2(2).
Hamzah, M. Z., Risqiani, R., & Sofilda, E. (2018). Human development quality and its problems in Indonesia. OIDA International Journal of Sustainable Development, 5.
Hendren, N., & Sprung-Keyser, B. (2020). A unified welfare analysis of government policies. The Quarterly Journal of Economics, 135(3). https://doi.org/10.1093/qje/qjaa006
Ida, N. K., Haryo, K. W., & Puji, Y. (2025). Flypaper effect in PAD, DAU, & DAK on the regional expenditure in 2019–2023. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah, 3(2). https://doi.org/10.59059/jupiekes.v3i2.2182
Kizito, S., Baingana, R., Mugagga, K., Akera, P., & Sewankambo, N. K. (2017). Spatial analysis of health facilities and healthcare workers availability on regional human development index in underserved areas in Uganda. BMC Research Notes, 10(1). https://doi.org/10.1186/s13104-017-3064-0
Mongan, J. J. S. (2019). Pengaruh pengeluaran pemerintah bidang pendidikan dan kesehatan terhadap indeks pembangunan manusia di Indonesia. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 4(2). https://doi.org/10.33105/itrev.v4i2.122
Ndaguba, E. A., & Hlotywa, A. (2021). The impact of healthcare infrastructure and medical personnel distribution on human development index: The case of South Africa between 1996 and 2016. Cogent Economics & Finance, 9(1). https://doi.org/10.1080/23322039.2021.1905932
Nugraha, G., Rahayu, D. S., & Sukarso, A. (2025). Kemiskinan, partisipasi tenaga kerja kesehatan dan fasilitas kesehatan: Tantangan dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia di Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 9(1). https://doi.org/10.31955/mea.v9i1.5166
Oates, W. E. (1969). The effects of property taxes and local public spending on property values: An empirical study of tax capitalization and the Tiebout hypothesis. Journal of Political Economy, 77(6). https://doi.org/10.1086/259584
Sentani, N. K. W., & Yasa, I. N. M. (2024). Determinan tingkat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karangasem. Journal of Education Transportation and Business, 1(2). https://doi.org/10.57235/jetbus.v1i2.4400
Weraman, P. (2024). Pengaruh akses terhadap pelayanan kesehatan primer terhadap tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(1).