Optimalisasi Pemanfaatan Aset Idle (Tanah dan Bangunan) Milik Pemerintah Kota Tegal
Main Article Content
Abstract
Keberadaan aset daerah yang menganggur (idle) menunjukkan belum optimalnya pemanfaatan aset milik pemerintah daerah dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan, kehilangan, sengketa, serta hilangnya potensi pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab terjadinya aset idle serta merumuskan strategi optimalisasi pemanfaatan aset idle berupa tanah dan bangunan milik Pemerintah Kota Tegal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri atas tujuh key informants di lingkungan Pemerintah Kota Tegal. Data dianalisis untuk mengidentifikasi penyebab aset idle dan merumuskan alternatif strategi melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset idle disebabkan oleh belum optimalnya inventarisasi dan identifikasi aset, keterbatasan perencanaan dan anggaran, lemahnya pengawasan, belum optimalnya organisasi pengelolaan aset, serta belum menyeluruhnya penetapan status penggunaan aset. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan meliputi penguatan inventarisasi legal dan fisik melalui optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah (SIM BMD), peningkatan kerja sama dengan pihak eksternal, swasta, BUMN, dan lembaga permodalan, pengamanan serta penertiban aset secara administratif, fisik, dan legal, evaluasi perjanjian kerja sama, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, sosialisasi kebijakan pengelolaan aset, serta penetapan status penggunaan aset sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah untuk memperjelas penanggung jawab pengelolaannya.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bryson, J. M. (2011). Creating your strategic plan: A workbook for public and nonprofit organizations (3rd ed.). John Wiley & Sons.
David, F. (2010). Manajemen strategi (Vol. 12). Salemba Empat.
Firmansyah, A. (2024). Transformasi pengelolaan aset daerah: Penguatan pengendalian internal dan integrasi teknologi untuk optimalisasi BMD.
Gregorius, N. M., & Ratna, S. D. (2018). Local government asset management: Affecting factors and policy implications on government work unit of Central Java Province in Indonesia. Economics World, 6, 314–324.
Gumilar, Y. (2009). Analisis prioritas kebijakan pemanfaatan aset tanah idle Kementerian/Lembaga pada KPKNL Yogyakarta (Suatu penerapan metode Analytical Network Process) [Tesis, Universitas Gadjah Mada].
Halim, A. (2016). Manajemen keuangan sektor publik. Salemba Empat.
Jamaludin. (2017). Pengaruh inventarisasi aset, legal audit aset, dan penilaian aset terhadap optimalisasi pemanfaatan aset tetap (tanah dan bangunan) milik Pemerintah Provinsi NTB. Jurnal Sekuritas, 1(1).
Koentjaraningrat. (1993). Metode-metode penelitian masyarakat. PT Gramedia.
Mahmudi. (2010). Manajemen keuangan daerah. Erlangga.
Nawawi. (2003). Metode penelitian bidang sosial. Gadjah Mada University Press.
Ouertani, M. A. (2008). Towards an approach to select an asset information management strategy. International Journal of Computer Science and Applications, 5(3b), 25–44.
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.
Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 120 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Milik Negara yang Tidak Digunakan untuk Menyelenggarakan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara.
Rohman, A. N., & Budiantara, M. (2024). Optimalisasi pemanfaatan barang milik daerah dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah pada BKAD Kabupaten Sleman. JIMEA: Jurnal Ilmiah MEA, 8(3).
Satmoko, R. A., & Sari, A. G. P. (2024). Optimalisasi pemanfaatan aset tetap tanah dan bangunan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Pemerintah Kabupaten Manokwari. Jurnal Terapan Pemerintahan Minangkabau, 4(2), 148–159.
Simaremare, S. P., Safkaur, O., & Waromi, J. (2024). Pengaruh inventarisasi aset, legal audit dan penilaian aset terhadap optimalisasi aset (Studi kasus pada Pemerintah Daerah Keerom). Jurnal Akuntansi, Audit, dan Aset, 7(1).
Siregar, D. D. (2004). Management aset: Strategi penataan konsep pembangunan berkelanjutan secara nasional dalam konteks kepala daerah sebagai CEO’s pada era globalisasi dan otonomi daerah. PT Gramedia Pustaka Utama.
Soesilo, I. N. (2002). Manajemen stratejik di sektor publik (Pendekatan praktis) (Buku II). Universitas Indonesia.
Sugiyono. (2004). Metode penelitian. Alfabeta.
Sumaryana, A., Komara, S. R., & Pancasilawan, R. (2024). Rethinking local government asset management in Indonesia: Governance, planning, and policy evaluation. Journal of Contemporary Governance and Public Policy, 5(2), 217–232.
Wahyuni, A. (2011). Pengaruh manajemen aset terhadap optimalisasi pemanfaatan aset tetap pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat [Tesis, Universitas Gadjah Mada].
Wahyuni, E. S., & Rahmani, N. (2025). Fixed asset management: The role of regional asset information systems in the utilization of unused assets in the local government of Bengkalis Regency. E-Jurnal Akuntansi, 35(11), 2107–2119
Widayanti, E. (2010). Pengaruh manajemen aset terhadap optimalisasi pemanfaatan aset tetap pemerintah daerah (Studi kasus di Kabupaten Sragen) [Tesis, Universitas Sebelas Maret].