Determinants of Regional Income Inequality in Indonesia: A Dynamic Panel GMM Approach
Main Article Content
Abstract
Ketimpangan pendapatan antarprovinsi di Indonesia masih menjadi tantangan utama pembangunan inklusif pascapandemi. Penelitian ini menganalisis determinan Rasio Gini di 34 provinsi periode 2016–2024 menggunakan metode Generalized Method of Moments (GMM) Arellano-Bond. Hasil studi menunjukkan adanya inersia ketimpangan yang signifikan (), di mana kondisi masa lalu sangat menentukan ketimpangan saat ini. Penetrasi teknologi informasi (IPTIK) terbukti menjadi faktor paling efektif dalam meredam ketimpangan. Sebaliknya, kenaikan pengangguran (TPT), kemiskinan, serta pertumbuhan PDRB justru makin memperlebar jurang ekonomi. Sementara itu, kebijakan UMP, investasi PMDN, dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) belum optimal menekan ketimpangan akibat belum meratanya penyerapan modal dan akses kerja formal. Oleh karena itu, pemerintah perlu memprioritaskan pemerataan infrastruktur digital dan reformasi pasar kerja untuk memutus rantai ketimpangan historis sekaligus mendukung pencapaian target SDGs.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.