Fenomena Financial Distress pada Perusahaan Bertata Kelola Tinggi: Analisis Kasus PT Garuda Indonesia dan PT Waskita Karya dalam Perspektif Teori Keagenan

Main Article Content

Sovi Ismawati Rahayu
Sarah Fathiyyah Fatin
Hesty Juni Tambuati Subing

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena financial distress pada perusahaan yang memiliki skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) tinggi melalui studi kasus pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis data sekunder berupa laporan tahunan, laporan keuangan, laporan audit, dan pemberitaan media terkait kedua perusahaan selama periode 2018–2023. Analisis dilakukan menggunakan kerangka teori keagenan dengan fokus pada mekanisme asimetri informasi, moral hazard, dan adverse selection. Hasil penelitian mengungkap bahwa kedua perusahaan mengalami financial distress yang dipicu oleh kombinasi faktor internal—termasuk praktik manajemen laba melalui pengakuan pendapatan yang agresif, lemahnya fungsi pengawasan dewan komisaris, dan konflik kepentingan—serta faktor eksternal berupa pandemi Covid-19. Temuan utama menunjukkan adanya fenomena decoupling antara kepatuhan formal terhadap standar tata kelola dan implementasi substantifnya, di mana skor ACGS yang tinggi tidak mampu mencegah kegagalan tata kelola karena mekanisme pengawasan bersifat prosedural tanpa didukung budaya integritas yang kuat. Penelitian ini berkontribusi pada literatur corporate governance dengan menyajikan bukti kualitatif bahwa instrumen penilaian tata kelola berbasis checklist memiliki keterbatasan dalam mendeteksi risiko kegagalan tata kelola substantif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rahayu, S. I., Fatin, S. F., & Subing, H. J. T. (2026). Fenomena Financial Distress pada Perusahaan Bertata Kelola Tinggi: Analisis Kasus PT Garuda Indonesia dan PT Waskita Karya dalam Perspektif Teori Keagenan. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 6(1), 640–656. https://doi.org/10.56799/ekoma.v6i1.20981
Section
Articles

References

Baghaskara, N., & Retnani, E. D. (n.d.). Pengaruh Rasio Keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress.

Bahri, S., & Arrosyid, Y. P. (2021). Struktur Kepemilikan, Good Corporate Governance, Leverage, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba. RISTANSI: Riset Akuntansi, 2(1), 59–77.

Bintara, R. (2020). ASEAN Corporate Governance Scorecard, Financial Performance, and Disclosure of Corporate Social Responsibility on Firm Value. EPRA International Journal of Multidisciplinary Research, 6(7), 198–210.

Damara Tonce, D. (n.d.). Hasil Audit BPKP, Waskita (WSKT) Lakukan Pelanggaran Ini. Bisnis.com.

Damayanti, V., & Nugrahanti, Y. W. (2022). Financial Distress Terhadap Manajemen Laba Dengan Mekanisme Corporate Governance Sebagai Pemoderasi. AFRE (Accounting and Financial Review), 5(2), 186–197.

Erna. (2022). Dalam konteks Financial Distress. [Referensi dalam teks skripsi].

Fiolina, A., Nur, E., & Yuyetta, A. (2024). Pengaruh Corporate Governance terhadap Financial Distress. Diponegoro Journal of Accounting, 13(2), 1–12.

Husnaint, W., & Basuki, B. (2020). ASEAN Corporate Governance Scorecard: Sustainability Reporting and Firm Value. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 7(11), 315–326.

Idris, M. (n.d.). Nasib Waskita: Terus Merugi, Didera Utang, Eks Dirut Tersangka Korupsi. Kompas.com.

Insani, F., Pontoh, G. T., & Said, D. (2024). Corporate Bankruptcy Prediction Model: A Systematic Literature Review. International Journal of Business, Economics and Management, 7(3), 143–159.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Cost, and Ownership Structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.

Juliana, A. N. (2022). Pengaruh Financial Distress, Tax Planning Dan Good Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba.

Linda Apriliana, & Lita Khoirun Nisa. (2024). Pengaruh Financial Distress Dan Leverage Terhadap Manajemen Laba. 5, 279–289.

Mellennia, D. A., & Khomsiyah. (2023). Financial Distress Terhadap Praktik Manajemen Laba Dan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Moderasi Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi, dan Keuangan Publik, 18(1), 69–86.

Pratiwi, F. L., Anastasia, R., & Purwanto, N. (2017). Analisis Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Praktik Manajemen Laba. Journal Riset Mahasiswa Akuntansi, 1(1), 1–15.

Rahman H, A. (n.d.). BPKP Selesaikan Audit Waskita Karya, Terbukti Manipulasi Laporan Keuangan? Liputan6.com.

Ramadhan, M. F. (2024). Analisis Pemalsuan Laporan Keuangan PT Garuda Indonesia Menggunakan Perspektif Good Corporate Governance.

Senjaya, S., Randa, F., & Sampe, F. (2021). CSR Terhadap Nilai Perusahaan: Integrasi Pengaruh Manajemen Laba Dan Kepemilikan. Jurnal Magister Akuntansi Trisakti, 8(1), 1–20.

Soleha, R. A. (2024). Analisis Penerapan ASEAN Corporate Governance Scorecard Pada Perusahaan Perbankan. 15(1), 37–48.

Wareza, M. (n.d.). Utang Tembus Rp 140 T, Garuda Ajukan Proposal Damai! CNBC Indonesia.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Sage Publications.