Dampak Pertumbuhan Sektor Unggulan Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten Minahasa Tenggara
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan terhadap kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode analisis yang digunakan adalah analsisi Location quotient (LQ) dan Regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sektor Unggulan (Basis) di Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan nilai rata-rata LQ, terdapat tujuh sektor ekonomi yang dikategorikan sebagai sektor basis, yaitu: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, Pengadaan Listrik dan Gas, Konstruksi, Transportasi dan Pergudangan, Real Estate dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib. Hasil analisis regresi berganda menunjukan bahwa Sektor pertanian berpengaruh negatif terhadap kemiskinan, menunjukkan bahwa peningkatan sektor ini cenderung menurunkan kemiskinan, meskipun belum signifikan secara statistik. Sektor konstruksi juga berpengaruh negatif, namun dampaknya terhadap penurunan kemiskinan masih terbatas dan bersifat jangka pendek. Sektor pertambangan dan penggalian berpengaruh positif, artinya peningkatan aktivitas pertambangan justru berpotensi meningkatkan kemiskinan, sejalan dengan fenomena resource curse.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adisasmita, Raharjo, 2005, Dasar-dasar Ekonomi Wilayah, Graha Ilmu,. Yogyakarta
Ely, Kartikaningdyah “Analisis Location Quotient Dalam Penentuan Produk Unggulan Pada Beberapa Sektor di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau”
http//p2m.polibatam.ac.id/wp-content/uploads/2013/07/Microsoft-word-04-JURNAL-INTEGRASI-ELY_KARTIKA.pdf (diunggah pada 2 februari 2015)
Fadilah, R., & Mahendra, A. (2022). Pengaruh sektor pertanian terhadap tingkat kemiskinan di wilayah timur Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 11(2), 145–158.
Hasan, M., & Yusuf, R. (2023). Kontribusi sektor konstruksi terhadap pengentasan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Ekonomi Lokal, 9(1), 33–46
Rahman, A. (2020). Analisis peran sektor konstruksi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 8(3), 201–213.
Ramadhan, F., & Prasetyo, D. (2020). Sektor pertambangan dan dampaknya terhadap kemiskinan di Kalimantan Timur. Jurnal Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 7(2), 122–133.
Sari, D., & Setiawan, B. (2021). Pengaruh sektor pertanian terhadap kemiskinan di Kabupaten Jember. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 19(1), 85–97.
Siregar, H. (2019). Dampak sektor pertambangan terhadap kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah. Jurnal Regional dan Pembangunan Ekonomi Indonesia, 6(2), 88–100.
Suharto, T., & Dewi, L. (2021). Peran sektor konstruksi terhadap pengurangan kemiskinan di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Nasional, 10(4), 255–267.
Utami, R. (2020). Peranan sektor pertanian terhadap penurunan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Ekonomi dan Sosial Humaniora, 7(3), 177–189
Timmer, C. P. (2017). Food security, structural transformation, and economic development. Dalam berbagai kajian pembangunan pertanian dan transformasi struktural.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic Development (13th ed.). Pearson.
Ofori, G. (2015). Nature of the construction industry, its needs and its development: A review of four decades of research. Journal of Construction in Developing Countries.