Analisis Dampak Kompleksitas Subjek dan Objek Hukum terhadap Durasi Penyelesaian Dokumen Legal dan Opportunity Cost Penyelesaian Dokumen Legal pada Proyek Menara Built To Suit
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompleksitas subjek dan objek hukum terhadap durasi penyelesaian dokumen legal dan opportunity cost pada proyek menara built to suit Protelindo Group, dengan durasi penyelesaian dokumen legal sebagai variabel mediasi. Kompleksitas hukum direpresentasikan melalui variasi karakter subjek hukum dan status objek tanah yang menimbulkan perbedaan dalam proses verifikasi, koordinasi, dan pemenuhan dokumen legal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan analisis Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data diperoleh melalui survei terhadap tim Legal Protelindo Group, SITAC BTS, dan vendor yang terlibat dalam penyelesaian dokumen legal proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleksitas subjek dan objek hukum berpengaruh positif dan signifikan terhadap durasi penyelesaian dokumen legal dan opportunity cost. Durasi penyelesaian dokumen legal juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap opportunity cost. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin kompleks karakteristik hukum lahan, semakin panjang proses penyelesaian dokumen dan semakin besar konsekuensi ekonomi yang ditimbulkan. Penelitian ini menegaskan pentingnya identifikasi dan mitigasi risiko legal sejak tahap awal akuisisi lahan untuk meningkatkan efisiensi penyelesaian proyek BTS.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahsan, K., & Gunawan, I. (2010). Analysis of cost and schedule performance of international development projects. International Journal of Project Management, 28(1), 68–78. https://doi.org/10.1016/j.ijproman.2009.03.005
Angela, K., & Setyawati, A. (2022). Analisis pelaksanaan pengadaan tanah di atas tanah ulayat masyarakat hukum adat dalam rangka Proyek Strategis Nasional (PSN) demi kepentingan umum. Jurnal Hukum Lex Generalis, 3(3), 199–216. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i3.196
Assaf, S. A., & Al-Hejji, S. (2006). Causes of delay in large construction projects. International Journal of Project Management, 24(4), 349–357. https://doi.org/10.1016/j.ijproman.2005.11.010
Baccarini, D. (1996). The concept of project complexity—A review. International Journal of Project Management, 14(4), 201–204. https://doi.org/10.1016/0263-7863(95)00093-3
Bulba, A. T., & Oktaviani, C. Z. (2023). Faktor keterlambatan proses pengadaan tanah terhadap pencapaian kinerja Proyek Strategis Nasional (PSN) jaringan irigasi Aceh. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 13(1), 245–252. https://doi.org/10.29103/tj.v13i1.833
Candra, D. M., & Yustika, L. (2020). Perlindungan hukum terhadap pemilik tanah atas pembebasan tanah yang terkena pengadaan untuk kepentingan umum (Studi kasus perkara No. 593/Pdt.G/2018/PN.Tng tertanggal 12 September 2018). JCA of Law, 1(1).
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Doloi, H., Sawhney, A., Iyer, K. C., & Rentala, S. (2012). Analysing factors affecting delays in Indian construction projects. International Journal of Project Management, 30(4), 479–489. https://doi.org/10.1016/j.ijproman.2011.10.004
Enggartiasto, D., Setiowati, S., & Martanto, R. (2021). Problematika dan solusi pada pengadaan tanah jalur kereta api Bandara Yogyakarta International Airport. Tunas Agraria, 4(1), 40–53. https://doi.org/10.31292/jta.v4i1.134
Fornell, C., & Larcker, D. F. (1981). Evaluating structural equation models with unobservable variables and measurement error. Journal of Marketing Research, 18(1), 39–50. https://doi.org/10.2307/3151312
Hafizh, F., & Zefri. (2022). Strategi pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Journal of Urban and Regional Development Studies, 1(1), 14–24.
Hair, J. F., Jr., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). SAGE Publications.
Harsono, B. (2008). Hukum agraria Indonesia: Sejarah pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, isi dan pelaksanaannya (Jilid 1). Djambatan.
Hasanah, S. N., Mahani, I., & Pradoto, R. G. K. (2023). Analisis dampak pemberian jaminan risiko keterlambatan pengadaan tanah terhadap kelayakan finansial proyek jalan tol di Indonesia: Studi kasus Proyek Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan. Journal of Civil Engineering Building and Transportation, 7(2), 283–292. https://doi.org/10.31289/jcebt.v7i1.9053
Hatman, R. A., & Karjoko, L. (2022). Pelaksanaan pengadaan tanah terkait dalam pembangunan bandara bagi kepentingan umum di Kabupaten Kulonprogo. Jurnal Discretie, 3(3), 149–159.
He, D., Wang, J., & Sun, G. (2025). Ambiguity in state-owned land property rights increases transaction costs in China’s transit-oriented development projects. Land Use Policy, 152, 107501. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2025.107501
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2015). Operations management: Sustainability and supply chain management (12th ed.). Pearson.
Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A new criterion for assessing discriminant validity in variance-based structural equation modeling. Journal of the Academy of Marketing Science, 43(1), 115–135. https://doi.org/10.1007/s11747-014-0403-8
Hermawan, D. A. (2023). Studi faktor-faktor penyebab keterlambatan pengadaan tanah dan pengaruhnya terhadap waktu pelaksanaan proyek pembangunan Bendungan Bagong Paket 1 di Kabupaten Trenggalek (MYC) [Tesis, Universitas Islam Indonesia].
Irawan, A. B., Subekti, R., & Sobirov, B. B. (2024). Legal protection in land acquisition for public interest: A dilemma between state regulation and social welfare. Journal of Sustainable Development and Regulatory Issues, 2(2), 124–144. https://doi.org/10.53955/jsderi.v2i2.38
Kaelan, S., Bintoro, B. P. K., & Nugroho, R. E. (2020). Analysis of the factors causing delay in completion of Light Rail Transit (LRT) project on Cawang–East Bekasi. International Journal of Research and Review, 7(10), 356–368.
Kaming, P. F., Olomolaiye, P. O., Holt, G. D., & Harris, F. C. (1997). Factors influencing construction time and cost overruns on high-rise projects in Indonesia. Construction Management and Economics, 15(1), 83–94. https://doi.org/10.1080/014461997373132
Kock, N., & Hadaya, P. (2018). Minimum sample size estimation in PLS-SEM: The inverse square root and gamma-exponential methods. Information Systems Journal, 28(1), 227–261. https://doi.org/10.1111/isj.12131
Mertokusumo, S. (2007). Mengenal hukum: Suatu pengantar (Edisi ke-5). Liberty.
Muqtarib, M., Pujiwati, Y., & Rubiati, B. (2023). Mekanisme pengadaan tanah melalui Bank Tanah dalam mendukung pembangunan untuk kepentingan umum. Bina Hukum Lingkungan, 7(3), 310–333.
Nitzl, C., Roldán, J. L., & Cepeda, G. (2016). Mediation analysis in partial least squares path modeling: Helping researchers discuss more sophisticated models. Industrial Management & Data Systems, 116(9), 1849–1864. https://doi.org/10.1108/IMDS-07-2015-0302
Nugraha, M. A., Oktaviani, C. Z., & Bulba, A. T. (2022). Pengaruh keterlambatan proses pengadaan tanah terhadap pencapaian waktu proyek. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 5(1), 59–68. https://doi.org/10.24815/jarsp.v5i1.25451
Partha, G. C. A., & Aidi, Z. (2024). Kendala perolehan tanah untuk kegiatan usaha perseroan (Studi kasus di Kabupaten Klaten). Notarius, 17(3), 2055–2072. https://doi.org/10.14710/nts.v17i3.52943
Prawidhana, D., & Dinariyana, A. A. B. (2024). Analisis penyebab keterlambatan proyek konstruksi transmisi dan gardu induk: Studi kasus Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB). Rekayasa, 17(3), 536–551. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v17i3.28014
Prescillya, B. A. (2024). Kekuatan hukum perjanjian jual beli tanah di bawah tangan dihubungkan dengan PP No. 24 Tahun 1997. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat, 2(2), 1–25.
Rajagukguk, J. P., Zuliah, A., & Dewi, A. T. (2021). Akibat hukum jual beli atas tanah dengan sertifikat hak milik dalam akta di bawah tangan. Warta Dharmawangsa, 15(2), 200–208. https://doi.org/10.46576/wdw.v15i2.1212
Riswandi, I. D. C., Suprapto, & Herlambang, A. D. (2019). Evaluasi kinerja pembangunan program kerja Base Transceiver Station (BTS) menggunakan Logical Framework Analysis: Studi pada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) KOMINFO. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 3(3), 2685–2692.
Rita, E., Carlo, N., & Nandi. (2021). Penyebab dan dampak keterlambatan pekerjaan jalan di Sumatera Barat Indonesia. Jurnal Rekayasa, 11(1), 27–37. https://doi.org/10.37037/jrftsp.v11i1.94
Rizal, A. H., Fay, S., & Krisnayanti, D. S. (2024). Pengaruh biaya terhadap penyebab keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi bendungan. Jurnal Teknik Sipil, 13(1), 55–66.
Sa’diyah, I. S. (2022). Polemik pengadaan lahan dalam pembangunan infrastruktur Jalan Tol Padang–Sicincin. Gema Publica, 7(2), 261–283. https://doi.org/10.14710/gp.7.2.2022.261-283
Sahu, P., Bera, D. K., Parhi, P. K., Kandpal, M., & Thakur, R. R. (2026). AI-powered delay risk prediction in construction projects: Leveraging machine learning, deep learning and hybrid models. International Journal of Construction Management. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/15623599.2026.2619678
Sambasivan, M., & Soon, Y. W. (2007). Causes and effects of delays in Malaysian construction industry. International Journal of Project Management, 25(5), 517–526. https://doi.org/10.1016/j.ijproman.2006.11.007
Sasmito, H., & Amin, M. (2026). Quantitative modeling of change order impacts on cost and time overruns in Indonesian toll road infrastructure projects. Advance Sustainable Science, Engineering and Technology, 8(3). https://doi.org/10.26877/asset.v8i3.2425
Simanjuntak, M. A. R., & Hermanto. (2020). Kajian faktor dan variabel risiko keterlambatan pelaksanaan konstruksi pembangunan menara telekomunikasi PT. XYZ. Prosiding SNITT Poltekba, 4, 523–529.
Slack, N., & Brandon-Jones, A. (2019). Operations management (9th ed.). Pearson.
Syahputra, J., Warman, K., & Rosari, A. (2024). Pengadaan tanah untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Solok Selatan. Lareh Law Review, 2(1), 44–57. https://doi.org/10.25077/llr.2.1.44-57.2024
Topan, Lopa, R. T., & Bakri, B. (2025). The impact of land acquisition delays on time and cost performance in construction projects: A case study of the Bekasi River Flood Control Project Package 6. Engineering, Technology & Applied Science Research, 15(5), 27400–27405. https://doi.org/10.48084/etasr.13165
Wibowo, A. B. (2021). Analisis faktor pengaruh lead time pembangunan Built to Suit (B2S) menara telekomunikasi (Studi kasus: PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk.) [Tesis magister, Institut Teknologi Sepuluh Nopember].
Zhao, L., Mbachu, J., Liu, Z., Zhao, X., & Wang, B. (2021). Investigating the causal relationships between project complexities and project cost: An empirical study from New Zealand. Advances in Civil Engineering, 2021, 6624647. https://doi.org/10.1155/2021/6624647