Pengaruh Budaya Kerja dan Work life balanceTerhadap Retensi Karyawan di Perusahaan Startup

Main Article Content

Roslinda jasmine Darmawan

Abstract

Industri startup di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah tingginya tingkat turnover karyawan, sehingga retensi karyawan menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan bisnis startup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya kerja dan work-life balance terhadap retensi karyawan di perusahaan startup. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 100 karyawan startup di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25, dengan teknik regresi linier berganda, uji validitas, reliabilitas, serta uji signifikansi (uji t dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan, sedangkan work-life balance memiliki pengaruh signifikan terhadap retensi karyawan. Secara simultan, budaya kerja dan work-life balance memberikan pengaruh sebesar 21,1% terhadap retensi karyawan, menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi retensi karyawan di perusahaan startup. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan startup lebih memperhatikan keseimbangan kerja dan kehidupan karyawan, dengan memberikan fleksibilitas serta dukungan terhadap kesejahteraan tenaga kerja guna meningkatkan loyalitas dan menekan angka turnover

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Darmawan, R. jasmine. (2025). Pengaruh Budaya Kerja dan Work life balanceTerhadap Retensi Karyawan di Perusahaan Startup. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4(4), 6891–6900. https://doi.org/10.56799/ekoma.v4i4.8394
Section
Articles

References

Badan Pusat Statistik (BPS). (2021). Survei Ketenagakerjaan Nasional: Tingkat Turnover di Perusahaan Startup.

Cameron, K. S., & Quinn, R. E. (2011). Diagnosing and Changing Organizational Culture: Based on the Competing Values Framework. John Wiley & Sons.

Fisher, A., Bulger, C., & Smith, P. (2002). Working Time, Work-Life Balance and Well-Being. Routledge.

Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work-Family Balance: A Review and Extension of the Literature. Journal of Vocational Behavior, 80(2), 164–179.

Guthrie, J. P. (2001). High-Involvement Work Practices, Turnover, and Productivity: Evidence from New Zealand. Academy of Management Journal, 44(1), 180-190.

Laporan Startup Indonesia (2022). Tren dan Tantangan Startup di Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM.

Nurjanah, S. (2021). Metode Penelitian: Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Salemba Empat.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational Behavior. Pearson.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business: A Skill-Building Approach. John Wiley & Sons.

Sudirman, A., et al. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif Deskriptif dalam Manajemen SDM. Jakarta: PT Gramedia.

Weiss, H. M. (2002). Organizational Behavior and Human Decision Processes. Allyn & Bacon.