Analisis Kelayakan Ekonomi dan Finansial Proyek Pembangunan Infrastruktur di Daerah Tertinggal di Aceh Tenggara

Main Article Content

Kartiyani Harahap

Abstract

Pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya pemerataan pembangunan di Indonesia. Kabupaten Aceh Tenggara sebagai wilayah dengan tantangan geografis dan ekonomi memerlukan pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi dan finansial proyek pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Aceh Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya-manfaat (CBA), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit-Cost Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek ini layak secara finansial dengan NPV positif sebesar Rp6.500.000.000, IRR sebesar 8%, dan BCR sebesar 1,1. Secara ekonomi, proyek ini memberikan manfaat sosial yang signifikan, meskipun pengembalian finansialnya relatif rendah. Peningkatan akses terhadap pasar, fasilitas kesehatan, dan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Meskipun proyek ini tidak memberikan pengembalian finansial yang sangat tinggi, tetapi manfaat sosial yang diperoleh jauh lebih besar, sehingga proyek ini layak untuk dilaksanakan dengan dukungan dari pemerintah dan peran serta masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Harahap, K. (2025). Analisis Kelayakan Ekonomi dan Finansial Proyek Pembangunan Infrastruktur di Daerah Tertinggal di Aceh Tenggara. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4(5), 7893–7898. https://doi.org/10.56799/ekoma.v4i5.9591
Section
Articles

References

Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Statistik Aceh 2020. Banda Aceh: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh.

Bank Dunia. (2019). Ekonomi Infrastruktur dan Dampaknya terhadap Pembangunan: Perspektif Global. Washington DC: Bank Dunia.

Bank Dunia. (2021). Infrastruktur untuk Pembangunan: Kerangka Kebijakan. Washington DC: Kelompok Bank Dunia.

Bank Pembangunan Asia. (2017). Pedoman Analisis Ekonomi Proyek. Manila: Bank Pembangunan Asia.

Damanhuri, E. (2018). Evaluasi Proyek Infrastruktur di Daerah Tertinggal: Studi Kasus Jalan dan Jembatan di Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 21(3), 102–112.

Dewan, AE, Greenberg, DH, Vining, AR, & Weimer, DL (2018). Analisis Biaya-Manfaat: Konsep dan Praktik. Pers Universitas Cambridge.

Horne, P., & Foster, S. (2019). Analisis Ekonomi dan Finansial Proyek Infrastruktur: Pendekatan Studi Kasus. Peloncat.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2020). Laporan Evaluasi Infrastruktur untuk Daerah Tertinggal. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Kuncoro, M. (2019). Ekonomi Pembangunan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga.

Nugroho, A. (2017). Perencanaan dan Pengelolaan Proyek Infrastruktur di Daerah Terpencil: Pendekatan Ekonomi dan Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Prasetyo, A. (2021). Analisis Kelayakan Proyek Infrastruktur dalam Meningkatkan Aksesibilitas di Daerah Tertinggal. Jurnal Teknik Sipil Indonesia, 16(2), 155–165.

Sari, D. (2020). Evaluasi Kelayakan Ekonomi Proyek Infrastruktur di Daerah Pedesaan di Indonesia. Jurnal Pembangunan Ekonomi, 22(1), 45–59.

Sarwono, J. (2016). Metode Penelitian Sosial dan Ekonomi: Teori dan Praktik. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.