Analisis Relevansi Engagement Multi Account Media Sosial Pelayanan Publik dalam Teori Use and Gratification Studi Kasus: Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong instansi pemerintah untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penggunaan multi akun media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi engagement (keterlibatan) yang dibangun melalui multi akun media sosial pelayanan publik dengan pendekatan teori Use and Gratification, menggunakan studi kasus pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun dan pemohon layanan, observasi aktivitas media sosial, serta dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama masyarakat dalam mengakses konten imigrasi melalui media sosial meliputi pencarian informasi, kemudahan akses layanan, serta keterlibatan interaktif yang bersifat personal. Engagement yang tinggi pada masing-masing akun menunjukkan bahwa pengguna memperoleh kepuasan dari fungsi media sosial sebagai sarana pemenuhan kebutuhan informasi dan interaksi. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi multi akun, bila dikelola secara konsisten dan responsif, mampu meningkatkan kepercayaan publik serta mendukung transparansi pelayanan imigrasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur komunikasi digital sektor publik serta rekomendasi praktis bagi instansi pemerintah dalam optimalisasi media sosial sebagai alat pelayanan dan komunikasi dua arah.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ghufron, M. N., & Nasir, A. (2024). Psikologi media sosial. Pijar Pendar Pustaka.
Irwanti, M. (2023). Manajemen krisis komunikasi: Tinjauan teoritis dan praktis (E. Jaelani, Ed.; 1st ed., Vol. 11, Issue 1). Widina Media Utama.
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1974). Utilization of mass communication by the individual. In J. G. Blumler & E. Katz (Eds.), The uses of mass communications: Current perspectives on gratifications research (pp. 19–32). Sage Publications.
Lovejoy, K., & Saxton, G. D. (2012). Information, community, and action: How nonprofit organizations use social media. Journal of Computer-Mediated Communication, 17(3), 337–353. https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2012.01576.x
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications.
Putra, A. P., & Darmawan, D. (2022). Strategi multi akun media sosial dalam meningkatkan pelayanan publik. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 12(1), 45–58.
Ruggiero, T. E. (2000). Uses and gratifications theory in the 21st century. Mass Communication & Society, 3(1), 3–37. https://doi.org/10.1207/S15327825MCS0301_02
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wahyono, T., & Aditia, R. (2022). Unsur-unsur komunikasi pelayanan publik (sebuah tinjauan literatur). Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(4), 489–494. https://doi.org/10.37676/mude.v1i4.2720
Whiting, A., & Williams, D. (2013). Why people use social media: A uses and gratifications approach. Qualitative Market Research, 16(4), 362–369. https://doi.org/10.1108/QMR-06-2013-0041