Hubungan Dukungan Sosial dan Efikasi Diri dengan Resiliensi pada Remaja Broken Home di Kota Semarang

Main Article Content

Rebecca Windy Prasetya
Cicilia Tanti Utami

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada remaja dengan latar belakang keluarga broken home. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa resiliensi pada remaja tersebut sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu dukungan sosial dan efikasi diri. Dukungan sosial dari lingkungan terdekat, seperti teman, guru, keluarga besar, dan tokoh signifikan lainnya, mampu memberikan rasa aman, penerimaan, dan motivasi untuk menghadapi tekanan hidup. Sementara itu, efikasi diri berperan sebagai kekuatan internal yang mendorong remaja untuk percaya pada kemampuan diri sendiri, lebih mampu mengelola emosi, serta merumuskan langkah-langkah positif dalam menghadapi tantangan. Oleh karena itu, upaya penguatan resiliensi pada remaja broken home perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh aspek sosial dan psikologis secara terpadu.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Prasetya, R. W., & Utami, C. T. (2025). Hubungan Dukungan Sosial dan Efikasi Diri dengan Resiliensi pada Remaja Broken Home di Kota Semarang. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(5), 1911–1922. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i5.10575
Section
Articles

References

Administrator. (2025). Faktor perceraian tahun.

Angreini, D., Tadjuddin, A., & Herman. (2024). Resilience of adolescents experienced with broken home. IJESS International Journal of Education and Social Science, 5(1), 166–174. https://doi.org/10.56371/ijess.v5i1.296

Aziz, M. R., & Noviekayati, I. G. A. A. (2016). Dukungan sosial, efikasi diri dan resiliensi pada karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 5(1).

Batubara, J. R. (2016). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21–29.

Burt, K. B., Whelan, R., Conrod, P. J., Banaschewski, T., Barker, G. J., Bokde, A. L., & IMAGEN Consortium. (2016). Structural brain correlates of adolescent resilience. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 57(11), 1287–1296. https://doi.org/10.1111/jcpp.12552

Cassidy, S. (2015). Resilience building in students: The role of academic self-efficacy. Frontiers in Psychology, 6, 1781. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2015.01781

Connor, K. M., & Davidson, J. R. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor–Davidson resilience scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76–82. https://doi.org/10.1002/da.10113

Cousijn, J., Luijten, M., & Ewing, S. W. F. (2018). Adolescent resilience to addiction: A social plasticity hypothesis. The Lancet Child & Adolescent Health, 2(1), 69–78. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(17)30148-7

Cruz, C. J. B. C. D. (2023). The role of social support in promoting adolescents’ resilience during a pandemic: Insights from Region XII, Philippines. East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2(7), 2793–2804. https://doi.org/10.55927/eajmr.v2i7.4449

Desyana, C. E., Handayani, A., & Lestari, F. W. (2023). Resilience of broken home children in building self-efficacy among middle school students. KONSELING EDUKASI: Journal of Guidance and Counseling, 7(2), 140–150. https://doi.org/10.21043/konseling.v7i2.23080

Digon, K. C. O. (2023). Behind the eyes of adolescents from broken families. Journal of Humanities and Education Development, 5(2), 43–48. https://doi.org/10.22161/jhed.5.2.5

Harefa, P. P. P., & Rozali, Y. A. (2020). Pengaruh dukungan sosial terhadap konsep diri pada remaja korban bullying. JCA of Psychology, 1(1).

Heale, R., & Twycross, A. (2015). Validity and reliability in quantitative studies. Evidence-Based Nursing, 18(3), 66–67. https://doi.org/10.1136/eb-2015-102129

Hunter, A. J., & Chandler, G. E. (1999). Adolescent resilience. Image: The Journal of Nursing Scholarship, 31(3), 243–247. https://doi.org/10.1111/j.1547-5069.1999.tb00488.x

Iga, M., & Kristinawati, W. (2021). Hubungan dukungan sosial dengan resiliensi pada remaja penyandang tunadaksa bawaan. INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 12(2), 1–13.

Indiana, M. L., & Sagone, E. (2025). Self-efficacy in life skills and psychological correlates in Sicilian adolescents: A brief report. Adolescents, 5(1), 2. https://doi.org/10.3390/adolescents5010002

Irdianti, I., Fakhri, N. F., Firdaus, F., & Nurdin, M. N. H. (2022). Penguatan resiliensi pada remaja binaan Lembaga Rumah Zakat di Makassar. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 3(2), 185–195. https://doi.org/10.38048/jailcb.v3i2.976

Jaeh, N. S., & Madihie, A. (2019). Self-efficacy and resilience among late adolescents. Journal of Counseling and Educational Technology, 2(1), 27–32.

Kusumastiti, F. (2024). Resilience in home broken adolescents. Open Access Library Journal, 11(7), 1–6. https://doi.org/10.4236/oalib.1111728

Laksmita, O. D., Chung, M. H., Liao, Y. M., & Chang, P. C. (2020). Multidimensional scale of perceived social support in Indonesian adolescent disaster survivors: A psychometric evaluation. PLoS ONE, 15(3), e0229958.

Lete, G. R., Kusuma, F. H. D., & Rosdiana, Y. (2019). Hubungan antara harga diri dengan resiliensi remaja di panti asuhan Bakti Luhur Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 4(1). https://doi.org/10.33366/nn.v4i1.1436

Luszczynska, A., Scholz, U., & Schwarzer, R. (2005). The general self-efficacy scale: Multicultural validation studies. The Journal of Psychology, 139(5), 439–457.

Maharani, P. C. D. (2021). Hubungan antara self-efficacy dan dukungan sosial dengan resiliensi siswa SMK Negeri 1 Wonosegoro Kabupaten Boyolali tahun pelajaran 2020/2021. Empati: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 85–95.

Meydiansyah, D. Y. (2021). Fenomena perilaku menyontek pada pelajar masa kini ditinjau dari kepercayaan diri, efikasi diri, dan prokrastinasi: Sebuah studi literatur. Consilia: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling, 4(3), 245–253. https://doi.org/10.33369/consilia.4.3.245-253

Mulia, L. O. (2014). Hubungan dukungan sosial teman sebaya terhadap tingkat resiliensi remaja di panti asuhan [Disertasi doktoral, Universitas Riau].

Murniasih, F., & Irvan, M. (2023). Promoting resilience in adolescent from divorced family: The role of social support and self-efficacy. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 8(2), 278–293. https://doi.org/10.33367/psi.v8i2.4346

Nasution, E. S. (2023). Dynamics of self-injury behavior in adolescents from a broken home family. Nusantara Science and Technology Proceedings, 1–7. https://doi.org/10.11594/nstp.2023.3501

Nopirda, Y., Oktivianto, O., & Dhevi, N. R. (2020). Hubungan self-esteem dan orientasi masa depan bidang pendidikan pada siswa kelas XI di Palembang. Jurnal Pendidikan Glasser, 4(2), 107–116.

Novrianto, R., Marettih, A. K. E., & Wahyudi, H. (2019). Validitas konstruk instrumen general self-efficacy scale versi Indonesia. Jurnal Psikologi, 15(1), 1–9.

Nurulita, N., & Susilowati, R. K. (2019). Studi kasus tentang dinamika resiliensi remaja dengan keluarga broken home. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, 3(1), 93–108. https://doi.org/10.22515/academica.v3i1.1998

Olenik-Shemesh, D., & Heiman, T. (2017). Cyberbullying victimization in adolescents as related to body esteem, social support, and social self-efficacy. The Journal of Genetic Psychology, 178(1), 28–43. https://doi.org/10.1080/00221325.2016.1195331

Rahayu, R. A., Kusdiyati, S., & Borualogo, I. S. (2021). Pengaruh stres akademik terhadap resiliensi pada remaja di masa pandemi COVID-19. Prosiding Psikologi, 7(2), 398–403.

Ramadhani, P. E., & Krisnani, H. (2019). Analisis dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 109–119. https://doi.org/10.24198/focus.v2i1.23126

Sari, C. A. K., & Zaini, A. H. (2024). Peran dukungan sosial pada penyesuaian akademik mahasiswa baru dengan resiliensi akademik sebagai mediator. Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi, 15(1), 64–78.

Schwarzer, R., & Jerusalem, M. (1995). Generalized self-efficacy scale. http://userpage.fu-berlin.de/~health/engscal.htm

Sukatin, S., Kharisma, I. P., & Safitri, G. (2023). Efikasi diri dan kestabilan emosi pada prestasi belajar. Educational Leadership, 3(1), 28. https://doi.org/10.24252/edu.v3i1.39695

Sulastri, L., & Uriawan, W. (2020). Pengaruh lingkungan kerja, motivasi dan efikasi diri terhadap kinerja pegawai di era industri 4.0. Komitmen: Jurnal Ilmiah Manajemen, 1(1), 43–49. https://doi.org/10.15575/jim.v1i1.8288

Suryana, E., Wulandari, S., Sagita, E., & Harto, K. (2022). Perkembangan masa remaja akhir (tugas, fisik, intelektual, emosi, sosial dan agama) dan implikasinya pada pendidikan. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(6), 1956–1963.

Tavakol, M., & Dennick, R. (2011). Making sense of Cronbach's alpha. International Journal of Medical Education, 2, 53–55. https://doi.org/10.5116/ijme.4dfb.8dfd

Utami, L. H. (2020). Bersyukur dan resiliensi akademik mahasiswa. Nathiqiyyah, 3(1), 1–21.

Wahyuni, I. (2018). Pengaruh efikasi diri terhadap resiliensi diri pada guru sekolah dasar swasta di Jakarta Timur [Tesis, Universitas Negeri Jakarta].

Wilberg, M., Culpepper, S., Janssen, R., Gonzalez, J., & Molenaar, D. (2017). Quantitative psychology. Springer Proceedings in Mathematics & Statistics. https://doi.org/10.1007/978-3-319-77249-3

Xia, F., Fascianelli, V., Vishwakarma, N., Ghinger, F. G., Fusi, S., & Kheirbek, M. A. (2023). Neural signatures of stress susceptibility and resilience in the amygdala-hippocampal network. bioRxiv. https://doi.org/10.1101/2023.10.23.563652

Zimet, G. D., Dahlem, N. W., Zimet, S. G., & Farley, G. K. (1988). The multidimensional scale of perceived social support. Journal of Personality Assessment, 52(1), 30–41. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa5201_2