Membedah Proses Review dan Publikasi Ilmiah di Indonesia: Tantangan, Etika, dan Solusinya
Main Article Content
Abstract
Publikasi ilmiah merupakan instrumen utama dalam diseminasi pengetahuan dan pengukuran kinerja akademik. Di Indonesia, implementasi proses review ilmiah masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari kualitas reviewer yang rendah, lemahnya penerapan etika akademik, hingga komersialisasi jurnal melalui biaya publikasi yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka dan studi kasus, guna mengidentifikasi tantangan serta merumuskan solusi terhadap praktik publikasi ilmiah yang belum ideal. Temuan menunjukkan bahwa sistem peer review sering kali dilakukan secara terburu-buru, tidak objektif, dan tidak memberikan umpan balik konstruktif. Selain itu, pelanggaran etika seperti plagiarisme dan salami slicing masih marak terjadi, baik di kalangan mahasiswa maupun dosen. Artikel ini menawarkan beberapa rekomendasi, seperti pelatihan intensif etika publikasi, sertifikasi reviewer, optimalisasi platform digital seperti OJS, serta pemberian insentif akademik yang adil. Penguatan peran editor dan dewan etik jurnal juga menjadi strategi kunci untuk menjamin integritas dan mutu publikasi ilmiah. Diharapkan, upaya ini dapat mendorong terbentuknya budaya akademik yang profesional, jujur, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adhityatama, A., & Fadli, M. (2022). Challenges in peer review system in Indonesian academic journals. Indonesian Journal of Science and Technology, 7(2), 150–162.
Harahap, F. (2023). Kebutuhan pengembangan reviewer jurnal ilmiah melalui pelatihan berkelanjutan. Jurnal Kependidikan, 13(1), 45–58.
Hidayat, R., Munir, A., & Yuliani, D. (2022). Kendala publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi: Studi di kalangan dosen pemula. Jurnal Ilmu Pendidikan, 29(3), 311–324.
Kemendikbudristek. (2023). Laporan integritas akademik 2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Kusumastuti, D., Rahman, R., & Suryanto, T. (2020). The peer review process in Indonesian scholarly journals: An evaluation. Journal of Indonesian Higher Education, 8(1), 67–80.
Magdalene.co. (2024, Februari 6). Pelanggaran akademis di kampus, dari plagiasi hingga calo. Magdalene. https://magdalene.co/story/pelanggaran-akademis-di-kampus/?utm_source=chatgpt.com
Nasution, S., & Fadhilah, M. (2022). Insentif reviewer dan produktivitas publikasi: Studi kasus pada jurnal terakreditasi SINTA. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 6(1), 25–38.
Nugroho, R. (2021). Jurnal predator di Indonesia: Identifikasi dan upaya penanggulangan. Jurnal Media Akademika, 9(2), 123–138.
Purwaningsih, E., & Utami, N. (2021). Optimalisasi OJS dalam manajemen jurnal ilmiah di Indonesia. Jurnal Manajemen Ilmu Informasi, 10(3), 212–225.
Rahmawati, I., Supardi, & Azizah, L. (2021). Problematika pelaksanaan peer review dalam jurnal ilmiah nasional. Jurnal Pengembangan Ilmu, 15(2), 88–97.
Sari, A., & Kurniawan, M. (2022). Literasi etika publikasi bagi mahasiswa: Studi implementasi kurikulum etika akademik. Jurnal Pendidikan Tinggi, 4(2), 55–69.