Pengaruh Job Insecurity dan Komitmen Organisasi Terhadap Turnover intentiondi Puskesmas Nambo Kabupaten Bandung
Main Article Content
Abstract
Tingkat turnover karyawan yang tinggi akan menimbulkan dampak negatif bagi organisasi, hal ini menciptakan ketidakstabilan dan ketidakpastian terhadap kondisi tenaga kerja dan peningkatan biaya sumber daya manusia, juga mengakibatkan organisasi tidak efektif karena organisasi kehilangan karyawan yang berpengalaman dan perlu melatih kembali karyawan baru. Banyak faktor yang mempengaruhi turnover intention karyawan, diantaranya adalah Job Insecurity dan komitmen organisasi yang tinggi dari karyawan dapat menurunkan turnover intention. Keinginan untuk meninggalkan suatu organisasi didahului oleh niat karyawan yang dipicu antara lain oleh ketidakpastian terhadap pekerjaan dan tidak adanya komitmen karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Job Insecurity dan komitmen organisasi terhadap turnover intention di Puskesmas Nambo Bandung. Penelitian ini dilakukan pada 49 responden dengan metode sampling menggunakan total sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan Job insecurity dan komitmen organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap turnover intention di Puskesmas Nambo Kabupaten Bandung baik secara simultan maupun parsial.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aamodt, M.G. (2007). Industrial/ Organizational Psychology: An Applied Approach.
USA: Thomson Wadsworth.
Abdurrahim, Anisah, H.U., Dewi, M.S. (2017). Pengaruh Job Insecurity dan Komitmen Organisasi Terhadap Turnover intentionKaryawan: Studi pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Mitratama Arthabuana. Jurnal Ilmiah Manajemen, 1(2), 1-11.
Alamsyah, A., & Kusumadewi, I. (2016). Pengaruh Stres Kerja, Job Insecurity, dan Kepuasan Atas Gaji Terhadap Turnover intentionKaryawan: PT. Adira Semesta Industry Cabang II Sumedang. Jurnal J-Ensitec, 3 (1), 14- 20.
Ardimeranti, K., & Suryaningsih, R. (2012). Pengaruh Job Insecurity, Komitmen Organisasi, dan Kompleksitas Tugas Terhadap Turnover intentionPada Kantor Akuntan Publik. Ultima Accounting, 4 (1), 45-65.
Budiman, A., Anantadjaya, S.PD., & Prasetyawati, D. (2014). Does Job Satisfaction Influence Organizational Citizenship Behavior?: An Empirical Study in Selected 4-Star Hotels
in Jakarta, Indonesia. SIBR 2014 Conference on Interdisciplinary: Business and Economic Research, February 7-8, 2014. Kuala Lumpur: Malaysia.
Dian, R., & Hermawan, F. (2013). Pengaruh Komitmen Afektif, Komitmen Berkelanjutan dan Komitmen Normatif Terhadap Keinginan untuk Pindah: Studi pada Perawat di RS Fatima Ketapang. Bina Ekonomi Majalah Ilmiah Fakultas Ekonomi Unpar, 17(2), 45-56.
De Witte, H. (2005). Job Insecurity: Review of the International Literature on Definitions, Prevalence, Antecedents and Consequences. SA Journal of Industrial Psychology, 31(4), 1-6
Gallup. (2024). State of the Global Workplace: 2024 Report. Diakses 10 November 2024 dari https://www.gallup.com/394373/indicator-employeeengagement.aspx
Gandika, I., Franksiska, R. (2015). Pengaruh Job Insecurity Terhadap Turnover intentionDengan Karakteristik Sosial Demografi Sebagai Variabel Moderator: Studi Kasus Pada PT. Starlight Garment Semarang. 4th Economics & Business Research Festival, 655-669.
Ghozali. (2008). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Greenhalgh, L., dan Z. Rosenblatt. 1984. Job Insecurity; Towards Conceptual Clarity.
Academy of Management Review, 9 (3), p. 438-448
Handaru, A.W., Juniarti. Y.P., & Mardiyati, U. (2014). Pengaruh Job Insecurity dan Komitmen Organisasi yang Dikontrol oleh Masa Kerja Terhadap Turnover intentionPT NET Artidaya. Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI), 5(1), 147-169
Mathis,R. L & J. H. Jackson. (2011). Human Resouces Management: Essential Perspective, 6th edition. Cengage Learning.
Mangkunegara, A.P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Mawardi. (2016). Analisis Pengaruh Komitmen Organisasi dan Job Insecurity Terhadap Turnover intentionKaryawan Dealer Honda CV. Semoga Jaya Cabang Tenggarong. JEMI, 16 (2), 31-45.
Mobley, W.H. (2010). Pergantian Karyawan: Sebab, Akibat, dan Pengendaliannya.
Jakarta: PT. Pustaka Binaman Press Indo.
Salleh, R., Nair, M. S., Harun, H. (2012). Job Satisfaction, Organizational Commitment, and Turnover intention: A Case Study on Employees of a Retail Company in Malaysia. International Journal os Social, Management, Economics, and Business Engineering, 6(12), 702- 709.
Santoso, Singgih. (2007). Statistik Parametrik. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.
Spector, P. E. (1985). Measurement of Human Service Staff Satisfaction: Development of The Job Satisfaction Survey. American Journal of Community Psychology, 13, 693- 713.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suliyanto. (2006). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Sutanto, E.M., & Gunawan, C. (2013). Job Insecurity, Komitmen Organisasional dan Turnover Intentions. Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis, 4(1), 76-88.
Toly, Agus, A. (2004). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Turnover intentionpada Staff Kantor Akuntan Publik. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 2(2), 102-125.