Kajian Tipologi Tembok Penyengker Puri Gede Kaba Kaba: Studi Ragam Hias Dan Nilai Budaya

Main Article Content

Vina Nurika Agustina
Rachmanda Tyo Habibie
Muhammad Hendy Gymnastiar
Kadek Dwi Pradnya Aditya
I Nyoman Widya Paramadhyaksa
I Made Agus Julianto

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipologi tembok penyengker pada Puri Gede Kaba Kaba di Tabanan, Bali, yang memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Puri Gede Kaba Kaba, yang dibangun setelah ekspansi kerajaan Majapahit di Bali, mencerminkan pengaruh budaya Majapahit dalam arsitektur tradisional Bali, khususnya dalam penggunaan ragam hias pada tembok penyengker. Tembok ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas fisik antara area luar dan dalam puri, tetapi juga sebagai benteng pertahanan dan simbol keseimbangan energi positif, selaras dengan filosofi Tri Hita Karana. Melalui pendekatan arkeologis dan arsitektur, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis tipologi serta makna ragam hias pada tembok penyengker, seperti Karang Boma, Monocle Cyclop, dan Sesuluran, yang mengandung nilai spiritual dan budaya yang mendalam. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya pelestarian Puri Gede Kaba Kaba sebagai cagar budaya yang melestarikan warisan arsitektur, tradisi, dan nilai-nilai spiritual Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak bagian tembok penyengker yang telah mengalami perubahan, beberapa elemen tetap mempertahankan keasliannya, menggambarkan ketahanan budaya Bali yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Agustina, V. N., Rachmanda Tyo Habibie, Muhammad Hendy Gymnastiar, Kadek Dwi Pradnya Aditya, I Nyoman Widya Paramadhyaksa, & I Made Agus Julianto. (2025). Kajian Tipologi Tembok Penyengker Puri Gede Kaba Kaba: Studi Ragam Hias Dan Nilai Budaya. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(5), 1464–1471. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i5.10782
Section
Articles
Author Biographies

Rachmanda Tyo Habibie

Bertanggung jawab dalam pengambilan dokumentasi lapangan serta melakukan analisis fisik bangunan pada objek penelitian, bersama dengan penulis pertama dan ketiga. 

Muhammad Hendy Gymnastiar

Turut serta dalam proses observasi dan pengambilan data lapangan serta memberikan opini terkait objek penelitian berdasarkan teori dan ilmu arsitektur.

Kadek Dwi Pradnya Aditya

Bertanggung jawab dalam pengumpulan data literatur dan wawancara bersama penulis pertama dan ketiga.

 

I Nyoman Widya Paramadhyaksa

Memberikan bimbingan akademik dan supervisi lapangan selama proses penelitian, serta memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.

I Made Agus Julianto

Memberikan pendampingan selama penelitian lapangan, aktif memantau dan menanyakan progres penulisan artikel ilmiah, serta memberikan masukan terkait analisis arkeologis.

References

Susetyo, Sukawati. (2016). PENGARUH MAJAPAHIT PADA BANGUNAN PURI GEDE KABA KABA, TABANAN. Vol 34 (2), 139-152.

Udayani, Made Mutiara Putri., Wirawan, Putu Eka., dan Pratama, I Gede Krisna Yoga Putra. (2021). DEVELOPMENT OF LIVING MUSEUM AND STORYNOMIC TOURISM BASED ON TRI HITA KARANA IN KABA KABA VILLAGE, TABANAN BALI. Vol 7(3), 304-311.

Ardhana, I. W. (2019). Cultural Heritage and Its Role in Balinese Architecture: A Study of Traditional Balinese Houses. Journal of Architectural Conservation, 25(2), 123-135.

Suardana, I. N. (2020). The Symbolism of Ornamentation in Balinese Architecture: A Case Study of Puri Gede Kaba Kaba. International Journal of Cultural Heritage, 14(1), 45-60.

Sari, D. (2018). Ragam Hias dalam Arsitektur Tradisional Bali: Studi Kasus Puri dan Pura. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan, 12(1), 78-90.

Prasetyo, A. (2021). The Role of Decorative Elements in Balinese Architecture: A Historical Perspective. Journal of Southeast Asian Architecture, 10(2), 99-115.

Hidayati, N. (2019). Preserving Cultural Heritage: The Importance of Traditional Architecture in Bali. Heritage Science, 7(1), 1-15.

Mulyadi, A. (2022). Balinese Architecture and Its Cultural Significance: An Analysis of

Traditional Structures. Journal of Cultural Heritage Management and Sustainable

Development, 12(3), 245-260.