Strategi Komunikasi Interpersonal dalam Penanganan Keluhan Peserta BPJS : Studi Kasus di Samarinda
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang digunakan oleh petugas informasi dalam menangani pengaduan peserta di BPJS Kesehatan Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap dua petugas utama dan sebelas peserta, observasi, dokumentasi, dan survei kepuasan sederhana. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima elemen dominan dalam strategi komunikasi interpersonal: keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Meskipun sebagian petugas telah menunjukkan komunikasi yang jelas dan respons emosional yang baik, masih terdapat inkonsistensi dalam penerapan empati dan tindak lanjut keluhan. Penelitian ini menegaskan pentingnya praktik komunikasi yang konsisten dan berpusat pada manusia dalam pelayanan pengaduan publik. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap teori komunikasi pelayanan publik dan menjadi dasar untuk pengembangan pelatihan komunikasi empatik dan partisipatif bagi petugas BPJS Kesehatan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aulia, R. N., Pratama, A. Y., & Hasanah, L. (2021). First impression dalam layanan publik. Jurnal Psikologi Sosial, 19(2), 115–128.
Çıkrıkçı, Ö. (2024). Interpersonal communication and stress in public service delivery: A relational perspective. Journal of Applied Communication Research, 52(1), 43–60. https://doi.org/10.1080/00909882.2024.XXXXX
DeVito, J. A. (2022). The interpersonal communication book (16th ed.). Pearson Education.
Gelbrich, K., & Roschk, H. (2020). A meta-analysis of organizational transparency. Journal of Service Research, 23(1), 3–24. https://doi.org/10.1177/1094670519878885
Härenstam, M., Lundqvist, D., & Svaleryd, H. (2024). Equity in health service communication. International Journal of Public Sector Management, 37(2), 221–239. https://doi.org/10.1108/IJPSM-11-2023-0281
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Muhammad, A., Sari, D. M., & Wibowo, T. (2023). Evaluasi Sistem Informasi Penanganan Pengaduan (SIPP) pada layanan publik. Jurnal Administrasi Publik, 14(1), 87–98. https://doi.org/10.14710/jap.v14i1.XXXXX
Nasrullah, A., & Hidayat, T. (2023). Komunikasi empatik dalam layanan publik. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(1), 55–66. https://doi.org/10.25008/jik.v21i1.XXXXX
Oktarina, R., Saputra, H., & Lestari, N. (2024). Empathy and interpersonal motivation in healthcare communication. Health Communication Journal, 28(1), 30–47. https://doi.org/10.1080/10410236.2024.XXXXX
Putri, D. K., & Sari, M. (2022). Sikap positif petugas dan citra layanan publik. Journal of Public Relations, 12(2), 201–212. https://doi.org/10.31537/jpr.v12i2.XXXXX
Rochmat, A., Widodo, S., & Putri, R. (2023). Perkembangan paradigma komunikasi interpersonal dalam layanan publik digital. Jurnal Komunikasi Pemerintahan, 8(1), 33–46. https://doi.org/10.21009/jkp.v8i1.XXXXX
Schmidthuber, L., Hilgers, D., & Zettl, C. (2023). Fair communication under pressure: Public officials' responsiveness during crises. Journal of Public Administration Research and Theory, 33(3), 444–460. https://doi.org/10.1093/jopart/muad012
Schoofs, L., Van Dooren, W., & Thijssen, P. (2022). Empathy in public service: Effects on complaint resolution. Public Administration Review, 82(2), 304–318. https://doi.org/10.1111/puar.13470
Setyawan, I., & Heryanto, R. (2021). Pengaruh empati petugas terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan publik. Jurnal Komunikasi dan Pelayanan Publik, 5(2), 101–112. https://doi.org/10.33366/jkpp.v5i2.3211
Simanjuntak, H., & Aritonang, L. (2021). Hubungan dukungan layanan dan kepuasan peserta. Jurnal Administrasi Publik, 12(2), 144–156.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. ke-3). Alfabeta.