Strategi Mitigasi Bencana Daya Tarik Wisata Air Terjun Tekaan Telu di Kota Tomohon

Main Article Content

Christine P. E. Porajow
Steven Yonnes Kawatak
Lucia Hera Joseph

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi mitigasi bencana di destinasi wisata Air Terjun Tekaan Telu dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis SWOT. Responden tersaring melalui teknik non-probability sampling, di mana peneliti memilih sampel berdasarkan kemudahan akses atau ketersediaan subjek pada saat penelitian dilakukan, dalam hal ini pengelola (Dinas Pariwisata Kota Tomohon) dan wisatawan yang berkunjung di destinasi sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mitigasi yang diterapkan masih bersifat preventif, berfokus pada upaya pencegahan bencana, seperti pemasangan rambu peringatan dan pembuatan jalur evakuasi yang itupun masih belum jelas eksistensinya. Di samping itu, aspek responsif (tanggap darurat) dan pemulihan pasca bencana belum terintegrasi secara maksimal. Pengelolaan infrastruktur mitigasi, seperti alat keselamatan dan posko darurat, belum diterapkan. Begitu juga dengan konservasi lingkungan, sosialisasi dan tindakan edukasi, serta pelatihan yang melibatkan masyarakat sekitar tidak dilaksanakan. Tidak adanya SOP mitigasi bencana serta peta resiko bencana yang terdokumentasi menjadi bukti bahwa pengelolaan mitigasi bencana di destinasi ini belum dilaksanakan secara professional dalam mengurangi efektivitas penanganan risiko bencana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan manajemen mitigasi yang terintegrasi mulai dari pengelolaan infrastruktur dan pengembangan fasilitas, pengawasan terhadap aktivitas wisata, pendidikan dan sosialisasi pengunjung, pemantauan kualitas lingkungan, restorasi dan konservasi alam, SOP mitigasi/evakuasi, serta pelatihan dan peralatan keselamatan. Hal-hal tersebut berpotensi meningkatkan ketahanan destinasi wisata alam terhadap bencana.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Porajow, C. P. E., Kawatak, S. Y., & Joseph, L. H. (2025). Strategi Mitigasi Bencana Daya Tarik Wisata Air Terjun Tekaan Telu di Kota Tomohon. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 1534–1548. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.11129
Section
Articles

References

Asosiasi Pemandu Wisata Indonesia (HPI). (2023). Data Kunjungan Wisatawan ke Destinasi Air Terjun.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Statistik Pariwisata Alam Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2023). Laporan Risiko Bencana Alam di Indonesia Tahun 2023.

Becken, S., & Hay, J. (2015). Tourism and Climate Change: Risks and Opportunities. Channel View Publications.

Becken, S., & Hay, J. E. (2007). Tourism and climate change: Risks and opportunities. Channel View Publications.

Birkmann, J. (2006). Measuring vulnerability to natural hazards: Towards disaster resilient societies. United Nations University Press.

Booking.com. (2023). Women’s Travel Preferences Report 2023.

BMKG. (2023). Data Kejadian Bencana Hidrometeorologi 2018-2023.

Calgaro, E., Dominey-Howes, D., & Lloyd, K. (2016). Application of the vulnerability-resilience framework to tourism and climate change adaptation. Journal of Sustainable Tourism.

Cutter, S. L. (2001). American Hazardscapes: The Regionalization of Hazards and Disasters. Washington, DC: Joseph Henry Press.

Estrella, M., & Saalismaa, N. (2015). Ecosystem-based Disaster Risk Reduction: An Overview. United Nations Environment Programme.

FEMA. (2018). National Mitigation Framework. Washington, DC: Federal Emergency Management Agency.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). (2023). Laporan Kunjungan Wisatawan ke Destinasi Wisata Alam Tahun 2023.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). (2023). Laporan Potensi Wisata Alam di Indonesia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (2023). Profil Pariwisata Mahasiswa 2023. Jakarta.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2022). Laporan Potensi Sumber Daya Alam di Kawasan Hutan Indonesia.

Khan, M. J., Chellia, S., & Ahmed, S. (2016). "Factors Influencing Destination Image and Visit Intention Among Young Women Travellers". Journal of Destination Marketing & Management, 5(3), 197-206.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (2021). Studi Potensi Air Terjun sebagai Destinasi Wisata di Indonesia.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (2022). Studi Degradasi Lingkungan di Destinasi Wisata Air Terjun.

Lindell, M. K., & Perry, R. W. (2012). Behavioral foundations of community emergency planning. Routledge.

Paton, D., & Johnston, D. (2001). Disasters and communities: Vulnerability, resilience and preparedness. Disaster Prevention and Management, 10(4), 270–277.

Pratama, R., & Wijaya, S. (2020). Dampak Pariwisata terhadap Lingkungan di Destinasi Wisata Alam. Jurnal Lingkungan dan Pariwisata, 8(2), 112-125.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara RI Tahun 2007 No. 66. Jakarta.

Sudmeier-Rieux, K., Renaud, F. G., Estrella, M., & Nehren, U. (2019). Ecosystem-based disaster risk reduction and adaptation in practice. Springer.

Sutrisno, A. (2021). Strategi Mitigasi Bencana di Destinasi Wisata Alam Indonesia. Jurnal Manajemen Bencana, 12(3), 45-60.

UNDRR. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. United Nations Office for Disaster Risk Reduction.

UNESCO. (2014). Education for Sustainable Development and Disaster Risk Reduction. Paris: UNESCO.

Universitas Gadjah Mada (UGM). (2022). Survei Kesiapsiagaan Bencana di Destinasi Wisata Alam.

Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2004). At Risk: Natural Hazards, People’s Vulnerability, and Disasters (2nd ed.). London: Routledge.