Efektifitas Jus Wortel dengan Teh Chamomile Terhadap Nyeri Disminorea Primer Remaja Putri di Kota Metro

Main Article Content

M. Ridwan
Via Rosa Maitalia

Abstract

Dismenorea atau Nyeri perut pada saat menstruasi, dengan sensasi keram perut yang sangat menyakitkan biasanya dialami oleh wanita beberapa hari sebelum menstruasi atau pada saat keluarnya darah haid. Dismenorhe pada remaja putri masih cukup tinggi dirasakan yaitu sebanyak 10-15% diantaranya mengalami dismenorhe berat. Penyebab dismenorea yaitu mengalami menstruasi atau haid terlalu dini (<12 tahun), stress, Nulliparity (belum pernah melahirkan), mengkonsumsi alkohol, kegemukan/obesitas, akibatnya aktifitas sehari-hari menjadi terganggu, tidak fokus disekolah dan pekerjaan. Jenis penelitian Quasi experiment dengan pendekatan Pretest-Posttest group design. Teknik pengambilan sampel teknik purposive sampling. Populasi adalah siswi kelas X yang mengalami dismenorea primer dengan jumlah sampel 44 responden yang terbagi menjadi sampel kelompok jus wortel dan kelompok teh chamomile. Data dikumpulkan secara observasi menggunakan lembar shecklist dianalisis univariat dan bivariat dengan uji Man Whitney. Hasil penenlitian didapatkan rata-rata selisih penurunan nyeri sebelum dan sesudah pemberian Jus Wortel sebesar 27,86 dan sebesar 17,14 pada pemberian Teh Chamomile, diperoleh p value sebesar 0,003 (p value ≤ 0,05). Dapat disimpulan bahwa Jus Wortel lebih efektif dalam menurunkan nyeri dismenorea primer dibandingkan dengan Teh chamomile. Diharapkan remaja putri yang mengalami dismenore dapat mengkonsumsi Jus Wortel sebagai alternatif untuk mengurangi nyeri yang dirasakan, selain itu lebih praktis, terjangkau dan mudah diperoleh.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ridwan, M., & Maitalia, V. R. (2025). Efektifitas Jus Wortel dengan Teh Chamomile Terhadap Nyeri Disminorea Primer Remaja Putri di Kota Metro. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(5), 2467–2476. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i5.11145
Section
Articles
Author Biography

Via Rosa Maitalia, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Kebidanan Metro

References

Anggraini, M. A., Lasiaprillianty, I. W., & Danianto, A. (2022). Diagnosis dan tata laksana dismenore primer. Cermin Dunia Kedokteran, 49(4), 201–206.

Bigambo, F. M., Wang, D., Zhang, Y., Mzava, S. M., Dai, R., & Wang, X. (2022). Current situation of menstruation and gynecological diseases prevalence among Chinese women: A cross-sectional study. BMC Women's Health, 22(270), 1–12. https://doi.org/10.1186/s12905-022-01860-5

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2019). Riskesdas Provinsi Lampung 2018.

Fadliah, S. H., Dinengseh, S., & Syamsiah, S. (2024). Effectiveness of chamomile tea on dysmenorrhoea pain scale in adolescent girls. Jurnal Kebidanan Malahayati, 10(7), 689–674.

Firnindi, D., & Ridwan, M. (2021). Perbandingan efektivitas aromaterapi lavender dengan senam pilates terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Jurnal Wacana Kesehatan, 6(1), 27–32.

Goel, B., & Maurya, N. K. (2019). Overview on: Herbs use in treatment of primary dysmenorrhea (menstrual cramps). [Unpublished manuscript].

Haris, V. S. D., Novita, H., Biswan, M., & Erni. (2022). Pengaruh pemberian jus wortel dan kompres hangat terhadap nyeri haid. JMSWH-Journal of Midwifery Science and Women's Health, 2(2), 43–51.

Khalesi, Z. B., Beiranvand, S. P., & Bokaie, M. (2019). Efficacy of chamomile in the treatment of premenstrual syndrome: A systematic review. Journal of Pharmacopuncture, 22(4), 204–209.

Latifah, S., & dkk. (2021). Pengaruh pemberian jus wortel terhadap tingkat nyeri dysmenorea primer pada siswi kelas XI SMA Negeri 3 Tasikmalaya. Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.

Makarim, F. R. (2023, December 28). Ini manfaat bunga chamomile untuk kesehatan yang perlu diketahui. Halodoc.

Makarim, F. R. (2024). Dismenore. Halodoc.

Mollabashi, E. N., & dkk. (2021). The effect of Matricaria chamomile on menstrual related mood disorders. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology: X, 12, 100134.

Mulyati, I., Lestari, S., & Yuliani, M. (2022). Analisis penatalaksanaan dismenore primer pada remaja putri dengan penggunaan terapi teh herbal chamomile disalah satu sekolah menengah di Bandung. Buletin Poltanesa, 23(2), 608–613.

Murzen, R. F. (2024, October 26). 8 manfaat teh chamomile bagi kesehatan. Alodokter.

Mutiara, & dkk. (2021). Pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tingkat nyeri haid (dismenorea) pada remaja putri di SMA N 2 Bangkinang. Program Studi S1 Keperawatan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau.

Pamungkas, P. A. D., Hadi, S. P. I., & Ananti, Y. (2022). Rahasia si orange (wortel) untuk mengurangi nyeri haid. Penerbit NEM.

Pittara. (2022, March 22). Dismenore. Alodokter.

Retno, S. N., & Amalia, R. (2023). Hubungan status gizi dengan terjadinya dismenorea primer pada siswa kelas VII SMP Negeri 17 Kota Bandar Lampung tahun 2021. Jurnal Bidan Mandira Cendikia, 2(1), 12–18.

Saputra, Y. A., Kurnia, A. D., & Aini, N. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap upaya remaja untuk menurunkan nyeri saat menstruasi (dismenore primer). Jurnal Kesehatan Reproduksi, 7(3), 177–182.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta CV.

Vonny, S. (2019). Efektivitas pemberian jus alpukat terhadap penurunan nyeri haid pada dismenore primer pada siswi SMA Spektrum Manado [Undergraduate thesis, Politeknik Kesehatan Manado].

Wardhani, K. H. (2021). Seri apotek dapur: Raja obat alami wortel si orange kaya nutrisi. Andi Publisher.