Logistik Susu: Studi Kasus di Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Main Article Content
Abstract
Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung, merupakan sentra sapi perah dengan produksi susu yang tinggi. Rantai pasok susu merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan agar pasokan tetap stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem logistik susu di Kabupaten Bandung, khususnya dari segi rantai pasoknya. Parameter yang diamati adalah aliran rantai pasok, titik kritis dalam rantai pasok susu, dan peran aktor dalam rantai pasok susu di Kabupaten Bandung. Pengamatan deskriptif dilakukan dengan menggabungkan data primer dan sekunder. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aliran barang dalam rantai pasok susu terdiri dari peternak, TPK (Tempat Pengumpulan Kelompok), Koperasi/MCP, Industri, Distribusi, dan Konsumen. Aliran informasi dalam rantai pasok bersifat dua arah, dari hilir ke hulu dan dari hulu ke hilir, mengalir di antara para aktor yang terlibat dalam rantai pasok, yaitu peternak, koperasi susu, industri pengolahan susu, pedagang sapi potong, distributor, pengecer, dan konsumen. Terdapat tiga jenis pola saluran dalam aliran keuangan dalam rantai pasok. Para pelaku yang terlibat dalam rantai pasok susu di Kabupaten Bandung terdiri dari peternak, koperasi, pemerintah, industri pengolahan, dan pedagang. Titik kritis dalam rantai pasok susu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu produksi, distribusi, dan penjualan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arvis, J.-F., Ojala, L., Wiederer, C., Shepherd, B., Raj, A., Dairabayeva, K., & Kiiski, T. (2018). Connecting to compete 2018: Trade logistics in the global economy. Washington, DC: World Bank.
Arvis, J.-F., Ojala, L., Wiederer, C., Shepherd, B., Raj, A., Dairabayeva, K., & Kiiski, T. (2023). Connecting to compete 2018: Trade logistics in the global economy. Washington, DC: World Bank.
Badan Pusat Statistik. (2024). Populasi sapi perah menurut provinsi (ekor). Jakarta: Badan Pusat Statistik.
BPS (Badan Pusat Statistik). (2020). Statistik produksi susu segar Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Deswati, R. H., & Muhadjir. (2015). Dukungan aspek produksi dalam sistem logistik ikan nasional (SLIN) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 10(2), 191–202.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan. (2024). Open Data Jabar. Bandung: Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan
Nurfaizi, N., & Romadlon, F. (2024). Analysis of dairy supply chain practices and their impact on food loss in Banyumas Regency, Indonesia. Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 13(2), 152–165.
PPID Kabupaten Bandung. (2019). Letak geografis Kabupaten Bandung. Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.
Pujawan, I., & Mahendrawathi. (2010). Supply chain management (Edisi kedua). Surabaya: Guna Widya.
Putri, N. P. N. P. N., & Karmini, N. L. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor susu sapi di Indonesia. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(2), 469–480.
Saniyyah, S., Christi, R. F., & Firman, A. (2024). Analisis produksi, kualitas, dan harga susu sebelum dan selama wabah PMK di KPBS Pangalengan. Zootec, 44(2), 242–253.
Yunani, A., & Widijawan, D. (2020). Logistik dalam beragam perspektif: Evolusi konsep, praktik, dan isu kebijakan di Indonesia. Jurnal Logistik Bisnis, 10(2), 52–65.