Identifikasi Perilaku Bullying dalam Pencak Silat pada Remaja

Main Article Content

Sulasikin Sahdi Kadir
Haerul Ikhsan
Ella H Tumaloto
Al Ilham

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku bullying yang terjadi dalam aktivitas pencak silat pada remaja serta mengungkap faktor penyebab dan dampaknya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 30 remaja anggota perguruan pencak silat tapak suci putra Muhammadiyah usia 13–18 tahun di wilayah Kota Gorontalo. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi langsung pada saat latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu verbal (ejekan, hinaan, ancaman), fisik (pukulan di luar instruksi latihan, dorongan, perlakuan kasar), dan psikologis (pengucilan, pemaksaan mengikuti perintah senior, intimidasi). Faktor dominan penyebab bullying adalah budaya senioritas, lemahnya pengawasan pelatih, serta dorongan individu untuk menunjukkan dominasi. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan motivasi berlatih, munculnya kecemasan dan rasa takut, hingga keinginan untuk keluar dari perguruan. Temuan ini mengindikasikan bahwa bullying bukan hanya masalah sosial, tetapi juga ancaman terhadap keberlangsungan pembinaan atlet muda. Oleh karena itu, perlu adanya strategi preventif berbasis pendidikan karakter, regulasi internal perguruan, serta peran aktif pelatih dalam menciptakan lingkungan berlatih yang aman.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sulasikin Sahdi Kadir, Ikhsan, H., Ella H Tumaloto, & Al Ilham. (2025). Identifikasi Perilaku Bullying dalam Pencak Silat pada Remaja. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 1280–1284. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.11748
Section
Articles

References

Adams, R., & Lawrence, G. (2011). Bullying in schools: The role of the peer group. London: Routledge.

Bauman, S., Cross, D., & Walker, J. (2013). Principles of cyberbullying research: Definitions, measures, and methodology. Routledge.

Carron, A. V., Eys, M. A., & Burke, S. M. (2007). Team cohesion: Nature, correlates, and development. In S. Jowett & D. Lavallee (Eds.), Social psychology in sport (pp. 91–102). Champaign, IL: Human Kinetics.

Chamberlain, T., George, N., Goldenberg, C., & Varjas, K. (2014). Bullying in sports: A review of the literature. Journal of School Violence, 13(1), 1–17.

Craig, W., Harel-Fisch, Y., Fogel-Grinvald, H., Dostaler, S., Hetland, J., Simons-Morton, B., ... & Pickett, W. (2009). A cross-national profile of bullying and victimization among adolescents in 40 countries. International Journal of Public Health, 54(2), 216–224.

Espelage, D. L., & Swearer, S. M. (2011). Bullying in North American schools (2nd ed.). New York, NY: Routledge.

Gini, G., & Pozzoli, T. (2009). Association between bullying and psychosomatic problems: A meta-analysis. Pediatrics, 123(3), 1059–1065.

Hymel, S., & Swearer, S. M. (2015). Four decades of research on school bullying: An introduction. American Psychologist, 70(4), 293–299.

Kowalski, R. M., Limber, S. P., & Agatston, P. W. (2012). Cyberbullying: Bullying in the digital age (2nd ed.). Malden, MA: Wiley-Blackwell.

Kusumawati, F., & Nugroho, A. (2019). Dinamika perilaku bullying pada remaja di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Sosial, 17(2), 112–123.

Nanda, P., & Setiawan, D. (2020). Fenomena bullying dalam olahraga kontak fisik: Studi pada atlet remaja. Jurnal Keolahragaan, 8(1), 55–67.

Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Oxford, UK: Blackwell.

Smith, P. K., & Brain, P. (2000). Bullying in schools: Lessons from two decades of research. Aggressive Behavior, 26(1), 1–9.

Stirling, A. E., & Kerr, G. A. (2013). The perceived impact of bullying in sport on young athletes. International Journal of Sport and Exercise Psychology, 11(1), 87–100.

Thornberg, R. (2010). Schoolchildren’s social representations on bullying causes. Psychology in the Schools, 47(4), 311–327.