Kerajaan Turungeng di Sinjai: Sejarah, Politik, dan Intervensi Kolonial

Main Article Content

Musdalifah Musdalifah
M. Dahlan M
Syamzan Syukur

Abstract

Penelitian ini menelaah Kerajaan Turungeng sebagai pusat kekuasaan lokal di Sinjai dengan tujuan mengungkap perannya dalam konfigurasi politik, sosial, dan budaya Sulawesi Selatan. Fokus diarahkan pada rekonstruksi sejarah, struktur pemerintahan, dinamika hubungan dengan kerajaan besar, serta dampak kolonialisme terhadap eksistensi Turungeng. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian sejarah, berbasis data primer dan sekunder berupa naskah lontara, arsip kolonial, literatur ilmiah, serta wawancara. Analisis dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan historis, antropologis, sosiologi agama, dan politik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Turungeng merupakan kerajaan pertama di federasi Pitulimpoe, terbentuk melalui legitimasi To Manurung dan didominasi oleh kepemimpinan perempuan. Struktur pemerintahannya melibatkan Arung, Sullewatang, dan Gellarang, yang memperlihatkan sistem kekuasaan berbasis adat. Hubungan politik Turungeng dengan Gowa dan Bone mencerminkan posisi strategis Sinjai sebagai wilayah perbatasan. Intervensi kolonial Belanda pada abad ke-19 menandai fase krusial yang menghapus Turungeng dari peta politik lokal, namun resistensi masyarakat memperlihatkan pola solidaritas antarkerajaan. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya Turungeng sebagai representasi kearifan lokal dan basis identitas budaya Sinjai. Implikasi studi menekankan urgensi revitalisasi sejarah lokal dalam rangka memperkuat kesadaran historis dan memperkaya diskursus historiografi Nusantara.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Musdalifah, M., M. Dahlan M, & Syamzan Syukur. (2025). Kerajaan Turungeng di Sinjai: Sejarah, Politik, dan Intervensi Kolonial. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 818–838. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.11955
Section
Articles

References

Abduh, M. (1981). Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme Dan Kolonialisme Di Sulawesi Selatan. Dep. Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional.

Abdurrahman, D. (2011). Metodologi Penelitian Sejarah Islam, Cet I. Ombak.

Anis, M. (2013). Islamisasi Di Sinjai (Suatu Tinjauan Sejarah). Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Anis, M. (2018a). Penerimaan Islam Di Sinjai Abad XVII. UIN Alauddin Makassar.

Anis, M. (2018b). Penerimaan Islam Di Sinjai Abad XVII (Analisis Perubahan Sosial-Politik Dan Budaya). UIN Alauddin Makassar.

Bakhlov, I. V., & Bakhlova, O. V. (2018). Imperial Models Of The National And Government Construction. Bulletin of the Moscow State Regional University (History and Political Science), 3, 183–194. https://doi.org/10.18384/2310-676X-2018-3-183-194

Bateman, D. A., & Teele, D. L. (2020). A developmental approach to historical causal inference. Public Choice, 185(3–4), 253–279. https://doi.org/10.1007/s11127-019-00713-4

Day, A. (2020). Sociology of Religion. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429055591

Demeshchenko, V. (2021). Socio-philosophical context of the history of the cultural and anthropological paradigm. The Culturology Ideas, 20, 44–56. https://doi.org/10.37627/2311-9489-20-2021-2.44-56

Fazal, T. (2023). ‘Documents of Power’: Historical Method and the Study of Politics. Studies in Indian Politics, 11(1), 140–149. https://doi.org/10.1177/23210230231166179

Hamid, A., Amiruddin, & Lathief, H. (2002a). Jejak Kehadiran Sinjai Hingga Masuknya Islam. Padat Daya.

Hamid, A., Amiruddin, & Lathief, H. (2002b). Sinjai Di Tengah Pergolakan Kerajaan Dan Penjajahan. Padat Daya.

Komunitas Tobonga. (2021). Sejarah Kerajaan Turungang Sinjai. Youtube. https://youtu.be/9h9B1ywQ2f8?si=qIX9RASMUyoIbd8O

Lim, I. M. (2018). Studying and constructing history: A historian’s take. HSSE Online, 7(2). https://doi.org/10.32658/HSSEO.2018.7.2.2

Madjid, M. D., & Wahyudhi, J. (2014). Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar. Prenadamedia Group.

Mappangara, S., & Abbas, I. (2003). Sejarah Islam Di Sulawesi Selatan. Lamaca Press.

Martin, M. (2022). Anthropology. In Encyclopedia of Big Data (pp. 33–37). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-32010-6_10

Mattulada. (1985). Latoa: Suatu Lukisan Analisis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Gajah Mada University Press.

Mattulada. (1998). Sejarah, Masyarakat, dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Hasanuddin University Press.

More, D. (2023). Historical Method: A Critical Review. International Journal for Research in Applied Science and Engineering Technology, 11(2), 1089–1092. https://doi.org/10.22214/ijraset.2023.49198

Muhannis. (2013). Karampuang & Bunga Rampai Sinjai, Cetakan II. Ombak.

Muhannis. (2022). Hanua Sinjai, Cetakan I. Ininnawa.

Muqowin, & Maharsi. (2010). Pendalaman Bidang Studi SKI- Sejarah Islam, Cetakan I. UIN Sunan Kalijaga.

Mustafa, M. Y., & Tungke, A. W. (2002). Sinjai 10 Tahun dalam Memori. Pustaka Refleksi.

Oelofse, M. (2011). Applying principles of historical critique: authentic oral history? Journal for Contemporary History, 36(1), 191–204.

Pelras, C. (2021). Manusia bugis; Terj. Abdul Rahman Abu, Hasriadi, Nurhady Sirimorok (2nd ed.). Ininnawa.

Prabakaran, D. S. (2023). An Analytical Study On Historical Research. In Futuristic Trends in Social Sciences (Vol. 2, Issue 2, pp. 64–70). Iterative International Publishers, Selfypage Developers Pvt Ltd. https://doi.org/10.58532/V2S2CH8

Prayogi, A., & Nasrullah, R. (2024). History and Humans: Study of the Urgency and Position of History in Human Life. APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities, 3(1), 24–31. https://doi.org/10.59110/aplikatif.v3i1.330

Savolainen, R. (2017). Heuristics elements of information-seeking strategies and tactics: a conceptual analysis. Journal of Documentation, 73(6), 1322–1342. https://doi.org/10.1108/JD-11-2016-0144

Teluk Bone. (2022). Sejarah Kabupaten Sinjai. Youtube. https://youtu.be/yeVfCpYAxlg?si=AUH5cE4oYzhpqmWC

Wahyu. (2024). Federasi Kerajaan Tellu Limpoe Dan Pitu Limpoe Menjadi Kabupaten Sinjai Sebagai Transformasi Peradaban Islam Pasca Terbentuknya Kabupaten Sinjai. UIN Alauddin Makassar.