Pengaruh Perbedaan Proporsi Tepung Tapioka Dan Ikan Bandeng Terhadap Karakteristik Organoleptik Kerupuk Ikan Bandeng

Main Article Content

Restu Aji Laksono
Yan El Rizal Unzillatirrizqi
Wadli Wadli

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan proporsi tepung tapioka dan ikan bandeng terhadap karakteristik organoleptik dan kadar air pada kerupuk ikan bandeng. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P1 (70% tapioka : 30% ikan bandeng), P2 (60% : 40%), P3 (50% : 50%), dan P4 (30% : 70%), yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi uji organoleptik (rasa, aroma, warna, dan tekstur) serta uji kadar air. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 memberikan skor organoleptik tertinggi untuk atribut rasa (4,28), sedangkan atribut tekstur paling disukai pada perlakuan P2 dan P3 (masing-masing 4,03). Skor aroma tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 (4,00), begitu pula pada atribut warna dengan skor tertinggi (4,25). Hasil analisis kadar air menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata antar perlakuan. Hal ini diduga disebabkan oleh waktu pengovenan yang singkat (30 menit pada suhu 100°C), sehingga kandungan air belum menguap secara maksimal. Selain itu, semakin tinggi proporsi tepung tapioka, kadar air cenderung meningkat dan tingkat kerenyahan kerupuk juga semakin tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Restu Aji Laksono, Yan El Rizal Unzillatirrizqi, & Wadli, W. (2025). Pengaruh Perbedaan Proporsi Tepung Tapioka Dan Ikan Bandeng Terhadap Karakteristik Organoleptik Kerupuk Ikan Bandeng. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(5). https://doi.org/10.56799/jceki.v4i5.12058
Section
Articles