Peran Ida Farida Sebagai Sutradara Perempuan Banten Dalam Industri Perfilman Indonesia Tahun 1979-1989

Main Article Content

Nuryasin Nuryasin
Tb Umar Syarif Hadiwibowo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi perfilman Indonesia, sekaligus mendeskripsikan perjalanan karier singkatnya sebagai sutradara dan kiprah Ida Farida sebagai sutradara perempuan asal Banten di perfilman Indonesia pada tahun 1979–1989. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis menurut Helius Syamsudin yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perfilman Indonesia dalam kurun waktu 1979-1989 mengalami masa panen produksi, meskipun diwarnai oleh kebijakan ketat dari pemerintah Orde Baru, dominasi film impor, dan perubahan pola konsumsi akibat perkembangan teknologi. Di tengah dinamika tersebut, Ida Farida tampil sebagai sutradara perempuan yang mampu menerobos dominasi laki-laki di dunia perfilman. Ida Farida mengawali debut penyutradaraannya lewat film Guruku Cantik Sekali (1979), kemudian meniti karier di Malaysia dalam kurun waktu 1985–1988. Ida Farida dikenal sebagai sutradara yang konsisten mengangkat isu sosial dan gender melalui karya-karyanya, dan berhasil meraih prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Kontribusinya dinilai penting dalam mengubah wajah perfilman Indonesia, terutama dalam hal representasi perempuan di balik layar.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nuryasin, N., & Tb Umar Syarif Hadiwibowo. (2025). Peran Ida Farida Sebagai Sutradara Perempuan Banten Dalam Industri Perfilman Indonesia Tahun 1979-1989. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 1363–1373. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.12171
Section
Articles