Tradisi Penjamasan Astana Susuhunan Amangkurat I Di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Tahun 2006-2024

Main Article Content

Tsalsabila Lestiawan
Tubagus Umar Syarif Hadiwibowo
Ana Nurhasanah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan tradisi Penjamasan Astana Susuhunan Amangkurat I di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah yang meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya menghidupkan kembali tradisi penjamasan astana Susuhunan Amangkurat I yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai bentuk menguri-nguri budaya Jawa. Perkembangan awal terjadi mulai tahun 2006 dimana kegiatan dilakukan dengan sederhana dan terbatas pada kegiatan inti. Lalu mulai mengalami perubahan dengan menghadirkan hiburan sebagai kegiatan pendukung. Adanya kegiatan pendukung membuat masyarakat lebih merasakan menjadi bagian dari penggerak tradisi Jawa. Namun adanya pandemi Covid-19 mengubah kegiatan penjamasan sama seperti sebelumnya yang hanya terbatas pada kegiatan inti. Setelah berakhirnya pandemi Covid-19 kegiatan ini mendapatkan respons positif dimana kegiatan penjamasan dilakukan sebanyak dua kali sebagai upaya meningkatkan kembali kebersamaan dan antusiasme masyarakat. Nilai budaya yang terkandung pada ini yaitu religius, etika, dan sosial, serta memiliki makna antara lain: makna hidup manusia (pembersihan spiritual, berbuat baik), makna hubungan manusia dengan makhluk sekitarnya (memanfaatkan alam sebaik-baiknya), persepsi terhadap waktu (waktu pelaksanaan penjamasan), makna dari pekerjaan, karya atau amal dari perbuatan manusia (ritual tradisi), dan hubungan dengan sesama manusia (kebersamaan, gotong royong dan saling menghargai).

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Lestiawan, T., Tubagus Umar Syarif Hadiwibowo, & Ana Nurhasanah. (2025). Tradisi Penjamasan Astana Susuhunan Amangkurat I Di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Tahun 2006-2024. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 3809–3820. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.12233
Section
Articles

References

Budiono, A. (2015). Studi Kritis Hadits Tentang Sunnah dan Bid’ah dalam Kitab Risalah Hujjah Ahlussunah wa Al-Jama”ah Karya K.H. Hasyim Asy”ari. Skripsi. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Hamid, A,R., dan Madjid, M.S. (2011). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Ilafi, A. (2020). Tradisi Jamasan Pusaka dan Kereta Kencana di Kabupaten Pemalang. Pangadereng, Vol. 6 No. 1

Riyanti, A. (2018). Penerapan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Ngarot dalam Pembelajaran Sosiologi. Jurnal Sosietas, 8 (1), hlm. 439.

Budiono, A. (2015). Studi Kritis Hadits Tentang Sunnah dan Bid’ah dalam Kitab Risalah Hujjah Ahlussunah wa Al-Jama”ah Karya K.H. Hasyim Asy”ari. Skripsi. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Sholikhin, M. (2010). Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa. Yogyakarta: Penerbit Narasi.

Suryandari, N. (2019). Komunikasi Antar Budaya (Tinjauan Konsep dan Praktis). Surabaya: CV. Putra Media Nusantara

Surat Keputusan Mentri Dalam Negeri No. F.X.3/1/13/1950 tentang pembekuan pemerintahan Kasunanan dan Mangkunegaran