Kepentingan Pribadi, Etika, dan Motif Keuntungan: Dilema Bisnis di Era Keberlanjutan
Main Article Content
Abstract
Artikel ini membahas mengenai kaitan antara kepentingan pribadi, etika, dan motif keuntungan dalam praktik ekonomi di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus menyoroti berbagai kasus yang merefleksikan dilema bisnis di era keberlanjutan. Kasus pertambangan nikel di Pulau Gag, dan skandal korupsi timah menjadi contoh nyata bagaimana kepentingan pribadi tidak dapat dikendalikan, sehingga mengabaikan etika dan berdampak pada kerusakan ekologis serta degradasi sosial. Sementara itu, banyak Perusahaan yang berhasil mengintegrasikan etika dan tanggung jawab sosial ke dalam strategi bisnis mereka, salah satunya Paragon Corp. Hasil penelitian memaparkan mengenai pentingnya keseimbangan antara Kepentingan Pribadi, Etika, dan motif Keuntungan guna mewujudkan praktik ekonomi yang tidak hanya menguntungkan, namun juga berkeadilan sosial dan berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anjel Ezania Sihombing, Ajeng Windi Astuti, Lutfiah Nur Azizah, & Bonaraja Purba. (2024). Analisis Penentuan Keuntungan Berdasarkan Etika Bisnis di Indonesia. Public Service and Governance Journal, 5(1), 87–99. https://doi.org/10.56444/psgj.v5i1.1229
Danone. (2024). Danone water policy 2024. Danone Global.
DetikNews. (2024). Memahami kasus korupsi timah yang timbulkan kerugian lingkungan Rp 271 T. DetikNews.
Elkington, J. (1994). Towards the sustainable corporation: Win-win-win business strategies for sustainable development. California Management Review, 36(2), 90–100. https://doi.org/10.2307/41165746
Energi, P. H. (2025). Pertamina PHE environmental report 2025. Pertamina.
Hanyfah, Z., Oktapia, A., & Tirta, M. (2024). Analisis Penghitungan Kerugian Negara dari Hasil Dugaan Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan oleh PT. Timah (Tbk). Journal of Law and Nation (JOLN), 3(Mei), 351–358.
Indonesia, G. (2025). Raja Ampat terancam: kembalinya operasi PT Gag Nikel adalah bencana bagi rakyat Indonesia dan alam Papua [Siaran pers]. Greenpeace Indonesia.
Indonesia, U. (2024). Sustainability report 2024. Unilever Indonesia.
International, A. (2024). Sustainability / Social contribution — Astra Group. Astra International.
Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Prospect theory: An analysis of decision under risk. Econometrica, 47(2), 263–291. https://doi.org/10.2307/1914185
News, I. (2025). Terkait dugaan pencemaran lingkungan PT Sentosa Plastik di Medan Johor. Investigasi News.
North, D. C. (1990). Institutions, institutional change and economic performance. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511808678
ParagonCorp. (2023). CSR and sustainability program. Paragon Innovation.
Pengawal. (2025). Kawasan Industri Medan kembali disorot, PT Cedea diduga buang limbah cair tanpa IPAL. Pengawal.id.
Sangadji, S., Malau, A. G., & Terbuka, U. (2025). Analisis Dampak Pertambangan Nikel PT X di Pulau GAG : Resiko Lingkungan dan Peluang Ekonomi. 8(3), 1309–1322.
Sen, A. (1999). Development as Freedom. Oxford University Press.
Smith, A. (1759). The theory of moral sentiments. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511805851
Smith, A. (1776). The wealth of nations. Oxford University Press.
Sugiyono. (2022). METODE PENELITIAN Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cv. Alfabeta.
Velasquez, M. (2006). Business ethics: Concepts and cases (6th ed.). Pearson Education.
Waruwu, M. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896–2910. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v7i1.6187
Wells, T. (2015). Self-interest, greed and capitalism. Philosophy Compass, 10(9), 645–654.