Hubungan Coping Stres dengan Subjective Well-Being pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Tunggal (Single Parent) di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo

Main Article Content

Moh. Yusranto Rahman
Anik Indarwati
Lenny Syamsuddin

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping stres dengan subjective well-being pada remaja yang memiliki orang tua tunggal (single parent) di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa remaja yang dibesarkan oleh satu orang tua sering menghadapi tekanan emosional dan sosial yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Alat ukur yang digunakan berupa skala coping stres dan skala subjective well-being yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara coping stres dengan subjective well-being (r = 0,585; p < 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik kemampuan remaja dalam mengelola stres, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang mereka rasakan. Dengan demikian, strategi coping yang adaptif berperan penting dalam menjaga keseimbangan emosional dan meningkatkan kebahagiaan remaja dengan latar belakang keluarga single parent.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rahman, M. Y., Indarwati, A., & Syamsuddin, L. (2025). Hubungan Coping Stres dengan Subjective Well-Being pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Tunggal (Single Parent) di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Gorontalo. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 2644–2655. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.12559
Section
Articles

References

Andriyani, J. (2014). Coping stress pada wanita karier yang berkeluarga. Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah, 20(2), 112–125.

Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Ayulanningsih, A., & Karjuniwati, K. (2020). Welas asih diri dan kesejahteraan subjektif pada remaja dengan orang tua bercerai. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 25(1), 85–96. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol25.iss1.art7

Azwar, S. (2011). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bungin, B. (2020). Metodologi penelitian kuantitatif: Komunikasi, ekonomi, dan kebijakan publik serta ilmu-ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana.

Carver, C. S. (1997). You want to measure coping but your protocol’s too long: Consider the Brief COPE. International Journal of Behavioral Medicine, 4(1), 92–100.

Christine, A., Iriani Dewi, F. R., & Anggraini, A. (2024). Pengasuhan orangtua tunggal dan karakter hardiness remaja akhir. Jurnal Ilmiah Psikologi dan Pendidikan Versi Cetak, 8(1), 60–72.

Compton, W. C. (2005). An introduction to positive psychology. Belmont, CA: Thomson Wadsworth.

Darmawanti, I. (2012). Hubungan antara tingkat religiusitas dengan kemampuan dalam mengatasi stres (coping stress). Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 3(1), 45–52.

Diener, E. (1984). Subjective well-being. Psychological Bulletin, 95(3), 542–575.

Diener, E. (2005). Guidelines for national indicators of subjective well-being and ill-being. In Well-being: Concepts and Measures.

Diener, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2002). Subjective well-being: The science of happiness and life satisfaction. In C. R. Snyder & S. J. Lopez (Eds.), Handbook of Positive Psychology (pp. 63–73). Oxford University Press.

Ekasari, A., & Yuliyana, S. (2012). Kontrol diri dan dukungan teman sebaya dengan coping stress pada remaja. SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 55–63.

Fatimah, S., Lestari, R., & Wulandari, A. (2020). Dampak keluarga single parent terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Jurnal Psikologi Perkembangan, 8(2), 112–120.

Fauzi, R. Y., Alfiasari, & Riany, Y. E. (2022). The influence of parenting practices and characters toward subjective well-being in adolescents. Journal of Child, Family, and Consumer Studies, 1(3), 220–228. https://doi.org/10.29244/jcfcs.1.3.220-228

Hurlock, E. B. (2002). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi kelima). Jakarta: Erlangga.

Inaku, I. N., Arif, M., Sultan, I., & Gorontalo, A. (2021). Single parent: Implikasinya terhadap prestasi belajar anak. Irfani: Jurnal Pendidikan Islam, 17, 22–47.

Indarwati, A., Jamaris, M., & Yetti, E. (2019). The relationship between emotional regulation difficulties and subjective well-being in children aged 6–7 years. Journal of Public Health in Africa, 10(S1), 145–147. https://doi.org/10.4081/jphia.2019.1210

Ketahanan, H., Psikologis, K., Remaja, P., & Tunggal, O. T. (2014). Hubungan ketahanan dengan kesejahteraan psikologis pada pasien remaja dengan orang tua tunggal.

Laurence, J. (2019). Community disadvantage, inequalities in adolescent subjective well-being, and local social relations: The role of positive and negative social interactions. Social Science and Medicine, 237(July), 112442. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2019.112442

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York: Springer.

Lubis, R., Irma, N. H., Wulandari, R., & Siregar, K. (2015). Coping stress pada mahasiswa yang bekerja. Jurnal Psikologi dan Konseling, 6(2), 101–110.

Mawarpury, M., et al. (2022). Psikologi stres dan strategi koping. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Nahdlatul, U., Indonesia, U., & Pusat, J. (2015). Kesejahteraan subyektif remaja yang. 373–381.

Santrock, J. W. (2012). Life-span development: Perkembangan masa hidup (Edisi ketigabelas). Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Urrahmah, N. (2022). Hubungan antara subjective well-being dengan kecerdasan emosional pada remaja. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 9(2), 145–157.

Veenhoven, R. (2008). Healthy happiness: Effects of happiness on physical health and the consequences for preventive health care. Journal of Happiness Studies, 9(3), 449–469.

Wahyuni, N. S., & Hasmayni, B. (2011). Coping stres pada wartawan. Repositori Universitas Medan Area.