Membangun Perdamaian Melalui Kampanye Digital Warga Jaga Warga Berbasis Digital peacebuilding dan Nilai Non-Kekerasan Mahatma Gandhi
Main Article Content
Abstract
Kampanye Warga Jaga Warga merupakan inisiatif digital di Indonesia yang bertujuan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban sosial melalui media sosial dan aktivitas luring. Berbeda dengan gerakan formal, kampanye ini berfungsi sebagai gerakan kesadaran kolektif yang mendorong warga untuk tetap waspada dan bersatu menghadapi potensi gangguan atau provokasi, terutama pada masa ketegangan sosial. Kampanye ini berhasil memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan pesan perdamaian, solidaritas, dan perlindungan antarwarga, dengan dukungan dari berbagai pihak seperti komunitas lokal, aparat keamanan, LSM, dan influencer. Implementasinya tampak melalui aksi nyata seperti patroli lingkungan, diskusi komunitas untuk mencegah hoaks dan provokasi, serta kegiatan gotong royong membersihkan ruang publik. Tagar viral #WargaJagaWarga menjadi simbol pemersatu yang mengingatkan masyarakat untuk saling melindungi, menjaga kelompok rentan, dan menegakkan harmoni sosial. Pendekatan inklusif ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama serta menghidupkan kembali nilai budaya gotong royong dan keamanan bersama, termasuk melalui bentuk tradisional seperti siskamling. Secara keseluruhan, kampanye Warga Jaga Warga menunjukkan bagaimana sinergi antara teknologi digital dan partisipasi akar rumput dapat memperkuat kohesi sosial serta membangun budaya anti-kekerasan di era digital, menjadikannya model penting bagi pembangunan perdamaian dalam lanskap sosial-politik Indonesia yang kompleks.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Amri, D., Salman, R., & Kamal. (2025). Sepuluh orang meninggal dalam gelombang demonstrasi – “Negara harus menjawab tuntutan masyarakat.” BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/cp949kn2d84o#:~:text=SEPTINUS SESA,Kamis (28/08).
Andriyani, T. (2025). Warga Jaga Warga, Saat Pertemanan Tetangga Jadi Modal Sosial di Tengah Krisis. UGM. https://ugm.ac.id/id/berita/warga-jaga-warga-saat-pertemanan-tetangga-jadi-modal-sosial-di-tengah-krisis/
Anwar, S. (2025). Social Policy: Kolektif Empati Warga Jaga Warga. DistrikNews. https://www.distriknews.com/kolom/38215863182/social-policy-kolektif-empati-warga-jaga-warga?page=2
Azahra, R. (2025). Demo/ unjuk rasa kian menjadi penjarahan. Kompas. https://www.kompasiana.com/rosianaazahra0580/68dbcb4ced641545300492b2/demo-unjuk-rasa-kian-menjadi-penjarahan
Baytiyeh, H. (2019). Social Media’s Role in Peacebuilding and Post-Conflict Recovery. Peace Review, 31(1), 74–82. https://doi.org/10.1080/10402659.2019.1613599
Darmawan, H. W. (2025). Cerita di Balik Pergantian Nama Halte Senen Sentral Jadi Jaga Jakarta, Ada Pesan Khusus. Kompas.Com. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/09/09/05595241/cerita-di-balik-pergantian-nama-halte-senen-sentral-jadi-jaga-jakarta-ada
Fachrezi, R. (2025). Esensi “Warga Jaga Warga” Lebih dari Sekadar Tagar. CXO Media. https://www.cxomedia.id/general-knowledge/20250913122737-55-181613/esensi-warga-jaga-warga-lebih-dari-sekadar-tagar
Febrian, L. P., & Huda, L. (2025). Solidaritas Lintas Negara Mengalir untuk Ojol Jakarta, Pesanan Datang dari Negara Tetangga. Kompas.Com. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/09/04/06332701/solidaritas-lintas-negara-mengalir-untuk-ojol-jakarta-pesanan-datang-dari
Gandhi, M. (n.d.). Gandhi’s Philosophy of Nonviolence. GANDHI SEVAGRAM ASHRAM. https://www.gandhiashramsevagram.org/gandhi-articles/gandhi-philosophy-of-nonviolence.php?utm_source=chatgpt.com
Gregorius, D., Kapele, Pineleng, S., & Barnabas Ohoiwutun. (2023). Seri Mitra Refleksi Ilmiah-Pastoral Konsep Ahimsa Menurut Mahatma Gandhi dan Relevansinya Dalam Komunikasi Manusia Masa Kini (Sebuah Kajian Filsafat). Jurnal Seri Mitra, 2(1), 33–46. https://journal.stfsp.ac.id/index.php/jb/article/view/164
Hirblinger, A. T. (2023). Building a peace we don’t know? The power of subjunctive technologies in digital peacebuilding. Peacebuilding, 11(2), 113–135. https://doi.org/10.1080/21647259.2022.2154957
Hirblinger, A. T. (2024a). Fighting Hate Speech on Social Media: The Challenge of “Deep Work” in Digital Peacebuilding. In S. Stetter & A. Reuss (Eds.), Social Media and Peacebuilding How Digital Spaces Shape Conflict and Peace (1st ed.). Palgrave Macmillan. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/978-3-031-73917-0_6
Hirblinger, A. T. (2024b). When the digits don’t add up: Research strategies for post-digital peacebuilding. Cooperation and Conflict, 59(3), 425–446. https://doi.org/10.1177/00108367231184727
Hirblinger, A. T., Hansen, J. M., Hoelscher, K., Kolås, Å., Liden, K., & Martins, B. O. (2023). Digital Peacebuilding: A Framework for Critical-Reflexive Engagement. International Studies Perspectives, 24(3), 265–284. https://doi.org/10.1093/isp/ekac015
Irawati, D. (2025). Redam Dampak Kekerasan, Seruan Warga Jaga Warga Disuarakan. Kompas. https://www.kompas.id/artikel/redam-dampak-kekerasan-seruan-warga-jaga-warga-disuarakan
Izan, K. (2025). Driver Ojol Aksi Damai Bagikan Mawar ke Warga dan TNI-Polri di Monas. Detik News. https://news.detik.com/berita/d-8092729/driver-ojol-aksi-damai-bagikan-mawar-ke-warga-dan-tni-polri-di-monas
Kahl, A., & Larrauri, H. P. (2013). Technology for peacebuilding. Stability, 2(3), 1–15. https://doi.org/10.5334/sta.cv
King, A. S. (2022). Mahatma Gandhi, Satyagraha, and the politics of non-violence. The Wiley Blackwell Companion to Religion and Peace, 289–306. https://doi.org/10.1002/9781119424420.ch24
KOMDIGI. (2025). [HOAKS] Demonstrasi di Bandara Soekarno-Hatta pada 31 Agustus 2025. KOMDIGI.
LeFebvre, R. K. (2016). Leveraging the Voices of Social Media for Peace and Security. Sicherheit & Frieden, 34(4), 231–235. https://doi.org/10.5771/0175-274x-2016-4-231
Massey, G. (2017). Non-Violence & Social Change. In J. . Mathur (Ed.), The Cambridge Handbook of Sociology. Navajivan Mudranalaya. https://doi.org/10.1017/9781316418376.048
Metro TV. (2025). Fantastis! Ini Nilai Kerugian Pasca Demo 25-31 Agustus 2025 - [Zona Bisnis]. https://www.youtube.com/watch?v=vsZ5CCPezrM&t=12s
Purnomo, W. S. (2025). Hoaks Seputar Demonstrasi Meningkat Pesat. RRI. https://rri.co.id/index.php/cek-fakta/1806835/hoaks-seputar-demonstrasi-meningkat-pesat?utm
Purwanto, A. (2025). Bagaimana Gelombang Demonstrasi Bisa Berdampak pada Ekonomi Nasional? Kompas. https://www.kompas.id/artikel/bagaimana-gelombang-demonstrasi-bisa-berdampak-pada-ekonomi-nasional
R.K.Prabhu, & U. R. R. (1966). The Mind of Mahatma Gandhi: Encyclopaedia of Gandhi’s Thoughts. In Gandhi’s Thoughts. Jitendra T desai.
Rahma, D. (2025). Komisi I DPR Tegaskan Tidak akan Ada Darurat Militer. Tempo. https://www.tempo.co/politik/komisi-i-dpr-tegaskan-tidak-akan-ada-darurat-militer-2066318
Sigit, B. (2025). 215 Pasukan Gabungan Bersihkan Dua Halte Transjakarta di Kawasan Simpang Lima Senen. Pemkot Jakarta Pusat. https://pusat.jakarta.go.id/v2/?/news/2025/215-pasukan-gabungan-bersihkan-dua-halte-transjakarta-di-kawasan-simpang-lima-senen
Tim Cek Fakta. (2025). [HOAKS] Demonstrasi di Bandara Soekarno-Hatta pada 31 Agustus 2025. Kompas. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/09/03/082400182/-hoaks-demonstrasi-di-bandara-soekarno-hatta-pada-31-agustus-2025
We Are Social. (2025). Special Report : Digital 2025. We Are Social. https://wearesocial.com/id/blog/2025/02/digital-2025/
Young, O., & Young, E. (2016). Technology for Peacebuilding in Divided Societies: ICTs and Peacebuilding in Northern Ireland. Transformative Connections. https://media.nesta.org.uk/documents/tranconn_bright_ideas.pdf