Kontradiksi Peran Perempuan dalam Perekonomian Sumatera Barat: Tingginya Partisipasi, Rendahnya Imbalan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji kontradiksi peran perempuan dalam perekonomian Sumatera Barat. Meskipun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan relatif tinggi, kontribusi mereka dalam bentuk pendapatan, posisi strategis, maupun perlindungan kerja masih tertinggal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa perempuan di Sumatera Barat banyak terkonsentrasi di sektor informal berupah rendah, menghadapi diskriminasi struktural, serta terbebani faktor kultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan afirmatif, peningkatan kapasitas, dan transformasi nilai budaya diperlukan untuk mendorong kesetaraan gender dalam pembangunan ekonomi daerah.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
DAFTAR REFERENSI
Badan Pusat Statistik. (2023a). Provinsi Sumatera Barat dalam Angka 2023. Padang: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2023b). Statistik Gender Indonesia. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik. (2023c). Sakernas 2022. Jakarta: BPS.
Blackwood, E. (2000). Webs of Power: Women, Kin, and Community in a Sumatran Village. Rowman & Littlefield.
Doeringer, P., & Piore, M. (1971). Internal Labor Markets and Manpower Analysis. Heath.
Kabeer, N. (2012). Women’s Economic Empowerment and Inclusive Growth. IDRC.
Pearce, D. (1978). The Feminization of Poverty. Urban & Social Change Review, 11(1), 28–36.Arinta, Y. N., Nabila, R., Al Umar, A. U. A., Alviani, A. W., & Inawati, Y. (2020). Eksistensi Bank Wakaf Mikro Dan Implikasinya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Dalam Perspektif Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(2), 372-378.