Geopolitik Thai Canal: Ancaman Atau Peluang Bagi Strategi Maritim Indonesia

Main Article Content

Dimas Gading Arya Pradana
Yusnaldi Yusnaldi
Rudiyanto Rudiyanto

Abstract

Kawasan Asia Tenggara merupakan titik tumpu geopolitik maritim global, dengan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan vital. Wacana pembangunan Thai Canal (Kanal Kra) kembali mengemuka sebagai variabel strategis yang berpotensi mengubah peta maritim dan tatanan kekuatan regional secara fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implikasi proyek tersebut bagi Indonesia, dengan menjawab pertanyaan utama: apakah Thai Canal merupakan ancaman atau peluang bagi strategi Poros Maritim Dunia (PMD)? Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berjenis studi kasus deskriptif-analitis dan kerangka teori Mandala Kautilya, penelitian ini mengkaji data dari dokumen kebijakan, literatur akademik, dan laporan strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Thai Canal berpotensi menjadi ancaman signifikan dengan mendegradasi sentralitas geostrategis Selat Malaka, mengikis pengaruh Indonesia di ASEAN, dan meningkatkan kerentanan keamanan akibat proyeksi kekuatan Tiongkok yang lebih leluasa ke Samudra Hindia. Namun, proyek ini juga dapat berfungsi sebagai katalisator strategis, mendorong Indonesia untuk mendiversifikasi infrastruktur maritim, meningkatkan daya tawar diplomasi, dan merevitalisasi visi PMD menjadi lebih fungsional berbasis kapabilitas. Disimpulkan bahwa dampak Thai Canal bersifat dialektis; ia menjadi ancaman jika direspons secara pasif, namun dapat dikonversi menjadi peluang strategis melalui kebijakan yang proaktif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan reorientasi strategi maritim Indonesia untuk menghadapi realitas geopolitik baru di kawasan Indo-Pasifik.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Arya Pradana, D. G., Yusnaldi, Y., & Rudiyanto, R. (2025). Geopolitik Thai Canal: Ancaman Atau Peluang Bagi Strategi Maritim Indonesia. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 2266–2274. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.12709
Section
Articles

References

Bateman, S. (2017). The Kra Canal: Another ‘Game Changer’ for the Regional Maritime Security Environment? RSIS Commentary, No. 165, 1-3.

Boesche, R. (2003). Kautilya’s Arthasastra on War and Diplomacy in Ancient India. The Journal of Military History, 67(1), 9–37. https://doi.org/10.1353/jmh.2003.0006

Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Brewster, D. (2019). The India-Indonesia Maritime Partnership: A Work in Progress. Security Challenges, 15(1), 27–42.

Connelly, A. L. (2020). Sovereignty and the sea: President Joko Widodo’s foreign policy challenges. Australian Journal of International Affairs, 74(4), 335–349. https://doi.org/10.1080/10357718.2020.1756221

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Laksmana, E. A. (2018). The End of Splendid Isolation? The Trump Presidency and the Future of Indonesia’s Foreign Policy. Journal of Indo-Pacific Affairs, 1(1), 59-78.

Rahmat, M. Z. (2021). The Kra Canal and the Malacca Dilemma: A geopolitical perspective. Journal of Maritime Studies and National Integration, 5(1), 26-36. https://doi.org/10.14710/jmsni.v5i1.9867

Storey, I. (2020). The Belt and Road Initiative in Southeast Asia: The Case of the China-Laos Railway. Contemporary Southeast Asia, 42(2), 246–271. https://doi.org/10.1355/cs42-2d

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zhao, T. (2021). China’s Malacca Dilemma and the Future of the Belt and Road Initiative. Journal of Contemporary China, 30(129), 357-372. https://doi.org/10.1080/10670564.2020.1802061