Geopolitik Terusan Thailand: Implikasi Pergeseran Poros Maritim Asia Tenggara bagi Indonesia

Main Article Content

Aldy Surya Alriandi
Abdul Rivai Ras
Moch Jurianto

Abstract

Pembangunan Terusan Thailand merupakan wacana geopolitik transformatif yang berpotensi mengonfigurasi ulang arsitektur maritim Asia Tenggara, yang secara historis terpusat di Selat Malaka. Studi ini bertujuan menganalisis dampak strategis megaproyek tersebut terhadap posisi geoekonomi dan geopolitik Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan pustaka, penelitian ini mengadopsi dua kerangka teoretis: Teori Kekuatan Maritim (Mahan) dan Teori Mandala (Kautilya). Aplikasi Teori Mahan menunjukkan bahwa realisasi kanal ini akan menciptakan choke point buatan baru, secara langsung menantang hegemoni Selat Malaka dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. Konsekuensinya adalah potensi pergeseran rute perdagangan global yang dapat mengikis signifikansi strategis dan daya tawar diplomatik Indonesia. Sementara itu, analisis Mandala memetakan konstelasi kepentingan regional, mengidentifikasi Tiongkok sebagai Vijigishu (aktor sentral) yang berupaya memitigasi "Dilema Malaka", dan menempatkan Indonesia, Malaysia, serta Singapura sebagai Ari (rival) yang kepentingannya paling terdampak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Terusan Thailand bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan manuver geopolitik. Hal ini menuntut respons kebijakan adaptif dari Indonesia, termasuk penguatan rute maritim alternatif, peningkatan kesadaran domain maritim (MDA), dan diplomasi proaktif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Surya Alriandi, A., Abdul Rivai Ras, & Moch Jurianto. (2025). Geopolitik Terusan Thailand: Implikasi Pergeseran Poros Maritim Asia Tenggara bagi Indonesia. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 2434–2440. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.12723
Section
Articles

References

Boesche, R. (2003). Kautilya’s Arthasastra on War and Diplomacy in Ancient India. The Journal of Military History, 67(1), 9–37. https://doi.org/10.1353/jmh.2003.0006

Hussain, M., & Ahmed, R. (2021). The Kra Canal: A challenge to the geostrategic significance of the Strait of Malacca. Journal of the Indian Ocean Region, 17(2), 218-233.

Li, Y. (2023). The Kra Canal and China’s Malacca Dilemma: A new stage for Sino-Thai relations? Journal of Contemporary East Asia Studies, 12(1), 47-66.

Lisbet, L. (2022). The Geopolitical Impact of the Kra Canal Project on Indonesia's Maritime Security. Jurnal Pertahanan: Media Informasi tentang Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity, 8(1), 125-136. http://jurnal.idu.ac.id/index.php/JP/article/view/975

Mahan, A. T. (1890). The Influence of Sea Power Upon History, 1660-1783. Little, Brown and Company. https://www.gutenberg.org/files/13529/13529-h/13529-h.htm

Md Ashikuzzaman, & Islam, M. S. (2021). The Kra Canal: A Geo-Economic, Geostrategic, and Geo-Political Game Changer for the Region and Beyond. Journal of Asian and African Studies, 56(7), 1633–1648. https://doi.org/10.1177/0021909620980998

Modelski, G. (1964). Kautilya: Foreign Policy and International System in the Ancient Hindu World. American Political Science Review, 58(3), 549–560. https://doi.org/10.2307/1952937

Rahmat, R. (2020). The Kra Canal, a “Game Changer” in the Malacca Strait. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 10(3), 243-260. http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v10i3.987

Raymond, C. Z., & Ton, T. H. (2017). The Kra Canal and the Nuances of Geopolitics, Political-Economy, and Asian Security. Perspective, ISEAS-Yusof Ishak Institute, (77).

Sivaramakumar, V. (2020). Kautilya’s Mandala Theory: A Timeless Framework for Foreign Policy Analysis. Centre for Public Policy Research (CPPR).

Storey, I. (2006). China's "Malacca Dilemma". China Brief, 6(8).

Supriyanto, R. A. (2018). The Kra Canal and Indonesia's Maritime Fulcrum. RSIS Commentary, (041).