Rekonstruksi Konsep Keamanan Maritim Indonesia dalam Konteks Indo-Pasifik: Pendekatan Realisme Neoklasik
Main Article Content
Abstract
Konstelasi geopolitik Indo-Pasifik menghadirkan dinamika baru dalam arsitektur keamanan regional yang berdampak langsung pada kepentingan strategis Indonesia sebagai negara kepulauan dan poros maritim dunia. Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak hanya menciptakan ketegangan militer di perairan Laut Cina Selatan, tetapi juga menimbulkan implikasi terhadap strategi keamanan maritim dan kebijakan luar negeri Indonesia. Studi ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep keamanan maritim Indonesia melalui pendekatan realisme neoklasik yang menekankan hubungan antara faktor sistemik global dan variabel domestik, seperti persepsi elite, kepemimpinan politik, serta kapasitas institusional negara. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis analisis deskriptif-analitik terhadap dokumen kebijakan, pernyataan resmi, dan literatur akademik, penelitian ini menemukan bahwa kebijakan keamanan maritim Indonesia dibentuk oleh proses interaksi antara tekanan eksternal dan kebutuhan domestik. Meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya pertahanan, Indonesia berupaya mempertahankan otonomi strategis melalui diplomasi maritim, kerja sama multilateral, serta konsolidasi visi Poros Maritim Dunia. Temuan ini menegaskan bahwa konsep keamanan maritim Indonesia sedang mengalami rekonstruksi menuju model keamanan adaptif yang memadukan unsur pertahanan, diplomasi, dan pembangunan ekonomi biru.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Achmad Abdul Lathif, Suhirwan, & Damar Agus Jaya. (2022). IMSS-Based Indonesian Defense Concept Map for the Sunda Strait Region. International Journal of Social Science, 1(5), 747–756. https://doi.org/10.53625/ijss.v1i5.1319
Bharti, M. S., & Singh, A. (2023). India and France bilateral partnership for advancing strategic autonomy in the Indo-Pacific region: Special reference to the Indo-French strategic partnership. Cogent Social Sciences, 9(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2215561
Bueger, C. (2015). Linking Maritime Security and the Blue Economy: Prospects for the Indo-Pacific. In Presented at the Galle Dialogue 2015 (pp. 1–5).
Gumay, R. N. S., Octavian, A., & Swastanto, Y. (2018). DEFENSE DIPLOMACY IMPLEMENTATION: THE SYNERGY OF INDONESIA AND AUSTRALIA IN DEALING WITH ILLEGAL IMMIGRANTS IN THE SEA BORDER. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 8(1). https://doi.org/10.33172/jpbh.v8i1.278
He, K., & Li, M. (2020, January 1). Understanding the dynamics of the Indo-Pacific: US-China strategic competition, regional actors, and beyond. International Affairs. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/ia/iiz242
Kamal Putra, M. N., & Asri, M. F. (2023). Juridical Review of Blue Economy in Indonesia. Jurnal Kajian Pembaruan Hukum, 3(1), 123. https://doi.org/10.19184/jkph.v3i1.37211
Krisman, K., & Sinaga, L. C. (2020). MENAKAR KEBERLANJUTAN VISI POROS MARITIM DUNIA DI TENGAH AGENDA PEMBANGUNAN MARITIM REGIONAL. Jurnal Penelitian Politik, 17(1), 103. https://doi.org/10.14203/jpp.v17i1.858
Liss, C. (2013). New actors and the state: Addressing maritime security threats in Southeast Asia. Contemporary Southeast Asia, 35(2), 141–162. https://doi.org/10.1355/cs35-2a
Manurung, H. (2018). INDONESIA MENUJU POROS MARITIM DUNIA. Prosiding Seminar Nasional Pakar, 147–152. https://doi.org/10.25105/pakar.v0i0.2714
Nurmawati, E., Purnama, C., & Darmawan, W. B. (2022). Peran ASEAN Outlook on the Indo-Pacific Sebagai Strategi Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Kawasan Indo-Pasifik. JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies), 6(1). https://doi.org/10.31506/jipags.v6i1.13361
Pangestu, L. G., Hikmawan, R., & Fathun, L. M. (2021). Strategi Indonesia Mewujudkan ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) Untuk Menciptakan Stabilitas di Kawasan Indo-Pasifik. (PROYEKSI Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora PROYEKSI Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora (e-Journal)), 26(1), 1. https://doi.org/10.26418/proyeksi.v26i1.2619
Pedrason, R. (2021). Indo-Pasifik dalam perspektif geopolitik dan geostrategi. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 7(1), 88–95. https://doi.org/10.29210/02021830
Rose, G. (1998). Neoclassical realism and theories of foreign policy. World Politics, 51(1), 144–172. https://doi.org/10.1017/S0043887100007814
Rosyidin, M. (2017). INTEGRASI STRUKTUR DAN UNIT: TEORI POLITIK LUAR NEGERI DALAM PERSPEKTIF REALISME NEOKLASIK. Global: Jurnal Politik Internasional, 10(2), 150. https://doi.org/10.7454/global.v10i2.278
Salsabila, A. N., Pertiwi, G. G., & Dewi, P. F. (2020). Rekonseptualisasi Lembaga Keamanan Laut sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Poros Maritim. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(1), 24. https://doi.org/10.17977/um019v5i1p24-32
Sanjiwani, N. P. A. (2022). Upaya Diplomasi Maritim Pemerintahan Joko Widodo dalam Mewujudkan Pilar Keamanan Poros Maritim Dunia. Indonesian Journal of Global Discourse, 4(1). https://doi.org/10.29303/ijgd.v4i1.42
Verianto, J. R. K. (2019). Kebangkitan China melalui Belt and Road Initiative dan (Re)konstruksi Hubungan Internasional dalam Sistem Westphalia. Jurnal Hubungan Internasional, 8(1). https://doi.org/10.18196/hi.81141
Yani, Y. M., & Montratama, I. (2018). INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA: SUATU TINJAUAN GEOPOLITIK. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 5(2). https://doi.org/10.33172/jpbh.v5i2.356
Yunizar, F. D. (2023). EFEKTIVITAS DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM DALAM MENANGANI KASUS ILLEGAL FISHING DI LAUT NATUNA. Journal of Integrative International Relations, 8(1), 1–14. https://doi.org/10.15642/jiir.2023.8.1.1-14