Gambaran Subjective Well-Being pada Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di UPT PPA Kabupaten Tanjung Barat
Main Article Content
Abstract
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap kesejahteraan psikologis korban, khususnya pada dimensi subjective well-being. Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, remaja berusia 15–17 tahun termasuk kelompok yang paling rentan menjadi korban TPPO. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan subjective well-being pada remaja korban TPPO di UPT PPA Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga partisipan berusia 16–17 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian menunjukkan tujuh tema utama yang menggambarkan subjective well-being korban TPPO di UPT PPA Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yaitu emosi negatif, emosi positif, proses hukum dan keadilan, menarik diri, evaluasi kepuasan hidup, pengalaman traumatis, dan kronologi kejadian TPPO. Faktor- faktor yang memengaruhinya meliputi pandangan terhadap masa depan, kondisi ekonomi, dan relasi sosial. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari seluruh partisipan bahwa terdapat tujuh temayang menggambarkan subjective well-being pada korban TPPO di UPT PPA Tanjung Jabung Barat dan terdapat tiga faktor yang mempengaruhi subjective well-being tersebut.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Al Ghifari, M. A., & Wibawa, S. (2021). Penanggulangan kejahatan perdagangan manusia di Indonesia: Studi kasus perdagangan manusia Kabupaten Cianjur. Padjadjaran Journal of International Relations, 3(2), 126–146. https://doi.org/10.24198/padjir.v3i2.33698
Alfian, A. (2015). Upaya perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 9(3).
Annas, J. H. C. J., G. K., & Izzul Asyrofisyauqi, A. (2024). Perlindungan hukum terhadap korban eksploitasi seksual pada tindak pidana perdagangan orang di Yogyakarta (Vol. 4, No. 2). https://www.state.gov/reports/2023- trafficking-
Ardina, G. S., & Pribowo. (2023). Post trauma stress disorder in victims of trafficking at the Kusuma Bongas Foundation, Indramayu District. Indonesian Journal of Social Work (IJSW), 6(2).
Aryogi, I., & Wulansari, D. (2016). Subjective well-being individu dalam rumah tangga di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan, 1(1). https://doi.org/10.20473/jiet.v1i1.1900
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. Macmillan.
Bukhari, R., & Khanam, S. J. (2015). Happiness and life satisfaction among depressed and non-depressed university students. Pakistan Journal of Clinical Psychology, 14, 49–59.
Damon, W., Menon, J., & Bronk, K. C. (2003). The development of purpose during adolescence. Applied Developmental Science, 7(3), 119–128.
Darwis, A. S., & Suhaeb, F. W. (2021). Gaya hidup remaja pekerja seks komersial. Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 8, 117–127.
Dewi, L., & Nasywa, N. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well- being. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan, 1(1). https://doi.org/10.26555/jptp.v1i1.15129
Diener, E. (2009). The science of well-being: The collected works of Ed Diener (Vol. 37). Springer Science & Business Media.
Diener, E., & Chan, M. Y. (2011). Happy people live longer: Subjective well-being contributes to health and longevity. Applied Psychology: Health and Well- Being, 3(1), 1–43. https://doi.org/10.1111/j.1758-0854.2010.01045.x
Diener, E., & Oishi, S. (2005). The nonobvious social psychology of happiness. Psychological Inquiry, 16(4), 162–167. https://doi.org/10.1207/s15327965pli1604_04
Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2003). Personality, culture, and subjective well-being: Emotional and cognitive evaluations of life. Annual Review of Psychology, 54, 403–425. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.54.101601.145056
Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2015). National accounts of subjective well- being. American Psychologist, 70(3), 234–242. https://doi.org/10.1037/a0038899
Diener, E., & Tay, L. (2015). Subjective well-being and human welfare around the world as reflected in the Gallup World Poll. International Journal of Psychology, 50(2), 135–149. https://doi.org/10.1002/ijop.12136
Diener, E., Wirtz, D., Biswas-Diener, R., Tov, W., Kim-Prieto, C., Choi, D. W., & Oishi, S. (2009). New measures of well-being. Social Indicators Research Series, 39, 247–266. https://doi.org/10.1007/978-90-481-2354-4_12
Dr. M. Dhanabhakyam, & Sarath, M. (2023). Psychological wellbeing: A systematic literature review. International Journal of Advanced Research in Science, Communication and Technology, 603–607. https://doi.org/10.48175/ijarsct-8345
Fatimah, R., Sunarti, E., & Hastuti, D. (2020). Tekanan ekonomi, interaksi orang tua-remaja, dan perkembangan sosial emosi remaja. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 13(2), 137–150. https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.2.137
Fadhila, A. N., Bina, U., Desty, B., Subroto, E., Galuh, B., Agustin, L., Awwaliya, M., & Sahlami, B. N. (2025). Pengaruh pengalaman traumatis terhadap kesehatan mental siswa kelas 8 MTs Negeri 4 Serang. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(1), 635–644. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i1.3889
Farida, A., Dewi, R., & Anastasya, Y. A. (2023). Post-traumatic growth pada remaja korban kekerasan seksual. INSIGHT: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(2). https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jpt/index
Forgeard, M. J. C., Jayawickreme, E., Kern, M. L., & Seligman, M. E. P. (2011). Doing the right thing: Measuring well-being for public policy. International Journal of Wellbeing, 1(1). https://doi.org/10.5502/ijw.v1i1.15
Galtung, J. (1969). Violence, peace, and peace research. Journal of Peace Research, 6(3), 167–191.
Ginting, M. H. P., Akbar, M., & Gusmarani, R. (2022). Kekerasan terhadap perempuan dalam perspektif hukum dan sosiokultural. Journal Law of Deli Sumatera, 2(1).
Hambali, B. (2020). Penanganan tindak pidana perdagangan orang. Litbang Polri, 22, 34–47.
Hanifah, A. (2008). Perdagangan perempuan dan anak: Kajian faktor penyebab dan alternatif pencegahannya. Sosio Konsepsia, 46–60.
Hasna Dhiya, A., Pratiwi, I. C., Noviana, S., Putri, A. R., Ferdiansyah, A. F., & Ainurrizki, R. (2025). Pengaruh emosi positif dan negatif terhadap sikap pegawai dalam lingkungan organisasi: Kajian literatur. Anthor: Education and Learning Journal, 4.
Henny Nuraeny, S. H. (2022). Tindak pidana perdagangan orang: Kebijakan hukum pidana dan pencegahannya. Sinar Grafika.
Herman, J. L. (1992). Complex PTSD: A syndrome in survivors of prolonged and repeated trauma. Journal of Traumatic Stress, 5(3), 377–391.
Hurlock, E. B. (1997). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan.
Ihsana, N., & Anggaini, D. D. (2025). Analisis hukum tindak pidana perdagangan orang di Tanjungkarang, Lampung (Studi kasus putusan nomor 663/PID.SUS/2023/PN TJK). Indonesian Law Review, 5(1). https://doi.org/10.52249/ilr.v5i1.635
Kiling, I. Y., & Kiling-Bunga, B. N. (2019). Motif, dampak psikologis, dan dukungan pada korban perdagangan manusia di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(1), 83–101
Kira, M., Belgrade, A., Saleem, N., Salim, R., & Lee, F. (2024). The role of temporality in adolescent refugees’ sense of well-being. Journal of Community Psychology, 52(4), 574–598. https://doi.org/10.1002/jcop.23114
Kolar, K., Ahmad, F., Chan, L., & Erickson, P. G. (2015). Timeline mapping in qualitative interviews: A study of resilience with marginalized groups.
Kumparan. (2023, Oktober 23). Pengertian kronologi, fungsi, ciri-ciri, dan jenisnya. Kumparan. https://kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian- kronologi-fungsi-ciri-ciri-dan-jenisnya-21QO6tN0Alg
La Kahija, Y. F. (2017). Penelitian fenomenologis: Jalan memahami pengalaman hidup. PT Kanisius.
Lubis, R., Nabila, P., Nasution, N. I., Azzahra, L., Hasraful, & Andina, F. (2024). Evolusi remaja usia 17–19 tahun: Analisis pertumbuhan dan perkembangannya. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(3), 7899–7906.
Lyngkhoi, B. (2024). A study on human trafficking and its psychological effects. International Journal of Research Publication and Reviews, 5, 3753–3755. https://www.ijrpr.com
Maulida, W., Rifayanti, R., & Info, A. (2022). Harga diri dengan pengungkapan diri pada wanita dewasa awal korban kekerasan dalam berpacaran. Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(3), 558–565. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v10i3
Messman-Moore, T. L., & Long, P. J. (2003). The role of childhood sexual abuse sequelae in the sexual revictimization of women: An empirical review and theoretical reformulation. Clinical Psychology Review, 23(4), 537–571.
Muhammad, P., Zaini, M., Saputra, N., Lawang, K. A., & Susilo, A. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. https://www.researchgate.net/publication/370561417
Mujahir. (2023). Berantas tindak pidana perdagangan orang, Menko PMK: Jangan ada “kongkalikong”. https://www.bing.com/search?q=Mujahir.+(2023).+Berantas+Tindak+Pida na+Perdagangan+Orang%2C+Menko+PMK+%3A+Jangan+Ada+%E2%8 0%9CKongkalikong.%E2%80%9D
Mulyana, A., Vidiati, C., Danarahmanto, P. A., Agussalim, A., Apriani, W., Fiansi, F., Aryawati, N. P. A., Noer Ridha, N. A., Milasari, L. A., Siagian, A. F., & Martono, S. M. (2024). Metode penelitian kualitatif. Widina Media Utama. https://www.freepik.com
Nasir, A., Shah, K., Abdullah Sirodj, R., Win Afgani, M., & Raden Fatah Palembang, U. (2023). Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah, 3, 4445–4451.
Nikmatul Karimah, L., Ratnasari, D., Shielfa Septiara, M., & Fajar Patria, H. (2024). Subjective well-being pada pelaku wirausaha di Surakarta. Jurnal Kolibi, 2(11), 191–203. http://jurnal.kolibi.org/index.php/
Novemba, D., Muzzamil, F., Syahri, M. H., Nurhidayah, T. L., & Bhayangkara, U. R. (2024). Dampak psikologi terhadap korban perdagangan manusia. IJM: Indonesian Journal of Multidisciplinary, 2(1). https://journal.csspublishing/index.php/ijm
Nur Hidayati, M. (2012). Upaya pemberantasan dan pencegahan perdagangan orang melalui hukum internasional dan hukum positif Indonesia. Jurnal Hukum Internasional, 1(3). http://www.uno.org
Parloindungan, S., Suci, A. M., Fazira Arisma, T., & Putri, S. K. (2024). Penerapan prinsip keadilan dalam hukum perdata di Indonesia. Journal of Global Legal Review Universitas Sumatera Barat, 2(2).
Pavot, W., & Diener, E. D. (2004). The subjective evaluation of well-being in adulthood: Findings and implications. Ageing International, 29(2), 113– 135.
Perhatian, D., & Sahrah, A. (2022). Peran optimisme dalam meningkatkan subjective well-being pada TNI Angkatan Udara. Jurnal Psikologi, 18(2), 8–14.
Perempuan, K. (2020). Kekerasan meningkat: Kebijakan penghapusan kekerasan seksual untuk membangun ruang aman bagi perempuan dan anak perempuan. Catahu: Catatan Tahunan tentang Kekerasan terhadap Perempuan, 1–109.
Pratama, D. (2021). Karakteristik perkembangan remaja. Jurnal Edukasimu, 1(3).
Ramanda, R., Akbar, Z., & Kusuma Wirasti, R. A. M. (2019). Studi kepustakaan mengenai landasan teori body image bagi perkembangan remaja. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan, 5(2), 121–135.
Resa, M. K., & Jaya, N. S. P. (2021). Problematika gugus tugas dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (human trafficking). Masalah-Masalah Hukum, 50(2), 161–171.
Rizky, D., Handayani, F., & Pratama, N. (2025). Relasi sosial dan kesejahteraan psikologis remaja di era digital. Jurnal Psikologi Sosial Modern, 7(1), 44– 56.
Rulanggi, R., Fahera, J., & Novira, D. N. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi subjective well-being pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 5(2), 202–210.
Saputro, K. Z. (2018). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1), 25–32.
Schiffrin, H. H., & Nelson, S. K. (2010). Stressed and happy? Investigating the relationship between happiness and perceived stress. Journal of Happiness Studies, 11(1), 33–39. https://doi.org/10.1007/s10902-008-9104-7
Shaira, R. E., Rejeki, S., Pratama Adipraja, M. R., & Setiawan, I. (2023). Arah kebijakan tindak pidana perdagangan anak dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 sebagai turunan Pasal 297 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pustaka Galuh Justisi, 1(2).
Sianipar, F. Y. T. (2023). Psychological well-being pada perempuan korban kekerasan dalam berpacaran. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 2(9), 1259–1268.
SIMFONI-PPA. (2024). Data kekerasan SIMFONI-PPA.
Sugiyono, S. (2014). Memahami penelitian kualitatif. CV Alfabeta.
Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (2004). Posttraumatic growth: Conceptual foundations and empirical evidence. Psychological Inquiry, 15(1), 1–18.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. (t.t.). Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.
Wardah, N. A., & Jannah, M. (2022). Subjective well-being pada dewasa awal: Representation of subjective well-being in early adulthood. Jurnal Psikologi, 10(2), 232–242.
Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis.Psychological Bulletin, 98(2), 310–357.
World Health Organization. (2002). The world health report 2002: Reducing risks, promoting healthy life. World Health Organization.
Yunus. (2024). 1 kasus TPPO di Tanjab Barat di kepolisian, 45 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi.