Ritual Matruna Nyoman sebagai Salah Satu Aset Pariwisata di Desa Tenganan Pagringsingan

Main Article Content

Putu Karina Pravitasari
Ria Hikmatul Hayati

Abstract

Ritual Matruna Nyoman merupakan salah satu ritual siklus hidup di Desa Tenganan Pagringsingan. Pada dasarnya ritual ini telah dilaksanakan turun temurun secara kolektif oleh masyarakat desa Tenganan Pagringsingan. Ritual ini khusus ditujukan bagi anak laki-laki yang di dalamnya terdapat proses pelatihan dan pembelajaran untuk membentuk karakter generasi muda Tenganan Pagringsingan yang disiplin dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk memahami ritual Matruna Nyoman sebagai bagian upacara siklus hidup untuk anak laki-laki yang sarat akan nilai kehidupan dan pengetahuan lokal mengenai lingkungan desa Tenganan Pagringsingan. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi ritual Matruna Nyoman sebagai salah satu aset pariwisata di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi dari Anthony Giddens. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan ritual ini terbagi menjadi tiga tahapan yakni tahap persiapan, tahap inti dan tahap akhir. Makna ritual Matruna Nyoman adalah proses pembentukan karakter dengan dasar filosofi perkembangan hidup kupu-kupu. Keberadaan ritual Matruna Nyoman sebagai sebuah tradisi turun-temurun juga dapat dijadikan sebagai salah satu potensi di bidang pariwisata dan dapat membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat desa Tenganan Pagringsingan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Pravitasari, P. K., & Hayati, R. H. (2025). Ritual Matruna Nyoman sebagai Salah Satu Aset Pariwisata di Desa Tenganan Pagringsingan . J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 2914–2923. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.12866
Section
Articles

References

Giddens, A. (2001). Tumbal Modernitas Ambruknya Pilar-Pilar Keamanan (terj. Muhammmad Yamin). Yogyakarta: IRCiSoD.

Hidayatullah, F. (2010). Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.

Irwan. (1986). “Arti Simbolis Gunungan Kakung pada Upacara Grebeg: Suatu Kajian tentang pandangan Hidup Jawa”. Skripsi Sarjana Muda Ilmu Antropologi. Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM.

Juliawan, I.N. (2020). “Representatif Pendidikan terhadap Karakter Anak di Desa”. Jurnal Widya Kumara: Jurnal Pendidikan anak usia dunianya.

Mahardika, I.W. D.R. (2015). “Festival Heritage Omed-Omedan sebagai Daya Tarik Wisata di Sesetan”. Jumpa: Jurnal Master Pariwisata, 1(2), 117-133, https://doi.org/10.24843/JUMPA.2015.v01.i02.p08

Priyono, B.H. (2002), Anthony Giddens Suatu Pengantar. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Purna, I.M. (2004). “Kearifan Lokal dalam Upacara Pesta Ponan pada Masyarakat Desa Poto, Kecamatan Mojo Hilir, Kabupaten Sumbawa”. Tesis S2 Denpasar: Program Pascasarjana Unud.

Ratna, N.K. (2008). Postkolonialisme Indonesia: Refleksi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Winangun, Y.W.W. (1990). Masyarakat Bebas Struktur: Liminalitas dan Komunitas menurut Victor Turner. Yogyakarta: Kanisius.