Sejarah Religi sebagai Pilar Pembangunan dan Kebijakan Publik Banten Lama
Main Article Content
Abstract
Revitalisasi kawasan religi Banten Lama merefleksikan dinamika relasi kekuasaan antara negara dan masyarakat dalam membentuk kesadaran kultural melalui simbol-simbol religius. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kebijakan revitalisasi tersebut menjadi instrumen hegemoni kultural sebagaimana dijelaskan oleh Antonio Gramsci, di mana kekuasaan bekerja bukan hanya melalui paksaan, tetapi melalui pembentukan persetujuan (consent) dan kepemimpinan moral dalam masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada pihak Dinas Kebudayaan, akademisi, serta tokoh masyarakat di sekitar kawasan Banten Lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Banten Lama bukan sekadar proyek pelestarian sejarah, melainkan proses politik yang meneguhkan kekuasaan melalui narasi keagamaan dan kebanggaan identitas lokal. Pemerintah daerah berhasil mengkonstruksi legitimasi moral dengan membingkai revitalisasi sebagai upaya pelestarian warisan Islam Banten, sementara masyarakat memberikan persetujuan simbolik karena melihat revitalisasi sebagai penguatan nilai sejarah dan peningkatan ekonomi lokal. Dalam kerangka teori hegemoni Gramsci, proses ini mencerminkan terbentuknya moral leadership yang menghasilkan konsensus sosial, sekaligus memperlihatkan praktik transformisme dan passive revolution di mana kekuatan masyarakat diserap ke dalam agenda negara. Penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi Banten Lama merupakan bentuk hegemoni kultural yang tampak alami, tetapi sesungguhnya dibangun melalui proses politik yang sistematis, sehingga membuka ruang refleksi terhadap pentingnya partisipasi kritis masyarakat dalam setiap proyek kebudayaan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bantenintens. (2025, April). Kunjungan Wisata Di Kota Serang Meningkat Pesat Selama Libur Lebaran 2025. Bantenintens.Co.Id.
Basri, M., Ningtya Ayu, S., Nabilla, G., Luara Berutu, S., Iskandar Ps, W. V, Estate, M., & Percut Sei Tuan, K. (2024). Background To The Arrival Of The Dutch, Voc, Dutch East Indies. In Eductum: Journal Research (Vol. 3, Issue 1).
Brigham, A. (1971). Principles In The Determination Of Boundaries.
Cipta, A. (2018, November). Revitalisasi Wisata Sejarah Banten Lama, Rp 220 Milyar Disiapkan. Tempo.
Creswell, J. W. . (2007). Qualitative Inquiry & Research Design : Choosing Among Five Approaches. Sage Publications.
Darmayanti, T. E. K. A., & Bahauddin, A. (2015). Aensi Journals Advances In Environmental Biology The Influence Of Social-Culture Of Banten Towards The Changes Of Banten Great Mosque Complex. In Advances In Environmental Biology (Vol. 9, Issue 4). Http://Www.Aensiweb.Com/Aeb/
Diyah Sri Widari, D. A. (2023). The Utilization Of Colonial Heritage In Tourism Development. Mudra Jurnal Seni Budaya, 38(4), 371–377. Https://Doi.Org/10.31091/Mudra.V38i4.2444
Ensering, E. (1995). Banten In Times Of Revolution. Archipel, 50(1), 131–163. Https://Doi.Org/10.3406/Arch.1995.3068
Ferdian, F., Bina Bangsa Munawaroh, U., Bina Bangsa Jl Raya Serang, U., & Cipocok Jaya, K. (2025). Transformasi Digital Dalam Mengembangkan Wisata Budaya Dan Religi Di Banten Lama. Jurnal Ilmiah Research Student, 2(1), 343–355. Https://Doi.Org/10.61722/Jirs.V2i1.3666
Hadi Wibowo, T. U. S. (2022). Cosmopolitanism Of The Sultanate Of Banten: An Overview Of Settlement And Social Structure Of The 15th Century. Indonesian Historical Studies, 5(2), 105–114. Https://Doi.Org/10.14710/Ihis.V5i2.11242
Harnani, H., Suryono, A., & Wanusmawatie, I. (2025). Policy Implementation Of Kayutangan Heritage Area Development In Malang City. Jurnal Bina Praja, 17(2). Https://Doi.Org/10.21787/Jbp.17.2025.2569
Hikmawan, M. D., Godjali, M. R., & Indriyany, I. A. (2020). Kyai And Power In Banten, Indonesia. Shs Web Of Conferences, 86, 01051. Https://Doi.Org/10.1051/Shsconf/20208601051
Kartono, K., Fadilah, M., Yuliantiningsih, A., & Thakur, A. (2024). Cultural Heritage Protection And Revitalization Of Its Local Wisdom: A Case Study. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 245–261. Https://Doi.Org/10.24090/Volksgeist.V7i2.11281
Kembali, M., Peradaban, J., Di, I., Banten Lama, K., & Leihitu, I. (2023). Reviewing The Traces Of Islamic Civilization In The Old Banten Region. Indonesian Journal Of Islamic History And Culture, 4(1), 1–23.
Lubis, L., Wardiyanto, B., & Setijaningrum, E. (2024). Heritage Conservation In Indonesia: Policy Review. Perspektif Hukum, 129–146. Https://Doi.Org/10.30649/Ph.V24i1.276
Mahadi, M. (2020). Praktik Hegemoni Dalam Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari (Kajian Hegemoni Gramsci). Bapala.
Mariati, S., Rahmanita, M., Ingkadijaya, R., & Habibie, F. H. (2023). Integrated Historical And Religious Tourism Model Of Syech Quro’s Tomb Complex In Karawang Regency, West Java Province, Indonesia. Ibda` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 21(1). Https://Doi.Org/10.24090/Ibda.V21i1.8124
Muzhiat, A. (2021). Menelusuri Jejak Jalur Rempah Di Banten (Awal Interaksi Niaga Kesultanan Banten). Guepedia. Https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=6rvkeaaaqbaj
Nuruddin. (2023). Revitalization And Development Of Cultural Heritage Tourism In Gresik Old City. Journal Of Business On Hospitality And Tourism, 9(1), 52. Https://Doi.Org/10.22334/Jbhost.V9i1.451
Pakhudin, Arenawati, & Stiawati, T. (2022). Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Daerah Banten Lama Kota Serang. Sawala : Jurnal Administrasi Negara, 10(1), 151–167. Https://Doi.Org/10.30656/Sawala.V10i1.4096
Pradani, R. A., Herlambang, S., & Santoso, S. (2020). Studi Integrasi Wisata Religius Dan Wisata Bahari (Objek Studi: Kawasan Banten Lama Dan Pelabuhan Karangantu). Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 2(2), 2743. Https://Doi.Org/10.24912/Stupa.V2i2.8951
Rusata, T., & Hamidah, S. (2023). Pembangunan Inklusif Di Urban Heritage Kota Tua Jakarta Melalui Pariwisata Kreatif. Jurnal Pengembangan Kota, 11(2), 225–236. Https://Doi.Org/10.14710/Jpk.11.2.225-236
Sariyatun, -. (2018). Revitalization Model Of Ethnic Settlement To Preserve Cultural Heritage And Support Tourism In Surakarta. Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 11(1), 99. Https://Doi.Org/10.17509/Historia.V11i1.12135
Sinaga, F., Sinaga, E., Sitanggang, N., Panta, Y., Sihite, R., & Hutapea, R. G. (N.D.). Hegemony Of Power In The Poetry “I Wrote This Pamphet” By W.S. Rendra: A Study Of Antonio Gramsci. Https://Jicnusantara.Com/Index.Php/Jiic
Suendarti, M. (2021). Budaya Wisata Religi Dan Tradisi Lisan Sebagai Pemahaman Sejarah Di Situs Cagar Budaya Kesultanan Banten Lama (1526-1820). Jurnal Pendidikan Ips, 4(3), 225–236. Https://Doi.Org/10.30998/Herodotus.V4i3.10723
Syukron Jauhar Fuad Faizin. (2023). Spices And Diplomacy Of The Banten Sultanate With Foreign Kingdoms In The 16th- 19th Century. Journal Of Islamic History And Manuscript, 2(2), 161–180. Https://Doi.Org/10.24090/Jihm.V2i2.9362
Takko Bandung, A., Utama Ramadhan Shs, T., Sampe, E., Mutia Toppo, D., & Basri, I. (2025). Jindar: Journal Of Interdisciplinary Language Studies And Dialect Research Antara Hegemoni Dan Tradisi: Analisis Pengaruh Modernitas Terhadap Eksistensi Ogoh-Ogoh Di Bali (Vol. 1, Issue 1).
Wibowo, G. A., Rahman, A., Chairuddin, C., Majida, A. Z., & Hermawan, D. (2021). Tourism Based On Historical Heritage In Langsa, Aceh, Indonesia. The Indonesian Journal Of Social Studies, 5(2), 77–87. Https://Doi.Org/10.26740/Ijss.V5n2.P77-87
Wijono, R. (2017). Di Bawah Bayang-Bayang Ibukota: Penataan Daerah Di Provinsi Banten Dari Zaman Kolonial Sampai Zaman Reformasi.
Yuli Kristian, M. H. (2019). Politik Ekonomi Belanda Terhadap Lampung Pada Tahun 1800-1942. Uwais Inspirasi Indonesia. Https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Yhmldwaaqbaj