Pelatihan Pemaafan untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Perempuan dengan Orang Tua Berselingkuh

Main Article Content

Andi Anggita Trijanutami
Rohmah Rifani
Haerani Nur

Abstract

Anak perempuan yang mengetahui bahkan menjadi saksi perselingkuhan orang tua sering kali merasa terabaikan, tidak dihargai, dan kesulitan dalam memproses perasaan mereka, dan memaafkan keadaan dan kejadian yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan Pemaafan untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan Dengan Orang Tua Berselingkuh. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan dengan rentan usia 18-24 tahun yang orang tuanya berselingkuh sebanyak 8 orang partisipan dengan kategori penerimaan diri rendah. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan pemaafan dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0,012 (p < 0,05) . Sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pelatihan Pemaafan dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan dengan orang tua berselingkuh. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi individu yang mengalami kesulitan dalam memaafkan dan memiliki tingkat penerimaan diri yang rendah akibat pengalaman emosional tertentu, seperti konflik dalam keluarga.Selain itu temuan dari penelitian ini juga mampu memperkuat teoritis dan memberikan pemahaman terkait dengan pemaafan dan juga penerimaan diri pada anak. Dan bagi orang tua mampu memberikan gambaran tentang pemahaman bagaimana penerimaan diri pada anak akan sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Trijanutami, A. A., Rifani, R., & Nur, H. (2026). Pelatihan Pemaafan untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Perempuan dengan Orang Tua Berselingkuh. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(2), 1616–1623. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i2.13487
Section
Articles

References

Creswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Dana Riska (2021). Pengaruh Penerimaan Diri dan Social Support Terhadap Quality of Lfe Residen Napza

Enright, R. D. (2002). Forgiveness Is A Choice : A Step -By-Step Process For Resolving Anger And Restoring Hope. Washington Dc: American Psychological Association.Padang, F. “Fatherless Children: Challenges and Resilience.” Jurnal Ilmu Keluarga, vol. 19, no. 1, 2024, pp. 15-30.

Enright, R. D. (2012). The Forgiving life: A pathway to overcoming resentment and creating a legacy of love. American Psychological Association.

Harefa, D. P., & Savira, S. R. (2021). Dampak fatherless terhadap perkembangan psikologis remaja perempuan. Jurnal Psikologi Insight, 3(2), 145–156.

Hetherington, E. M., & Stanley-Hagan, M. (1999). The adjustment of children with divorced parents: A risk and resiliency perspective. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 40, 129-140. https://doi.org/10.1111/1469-7610.00427

Jones, A., Smith, B., & Taylor, C. (2021). Exploring the lived experience of parental infidelity. Journal of Family Therapy.

Manoe (2024). Phases of Forgiveness in Early Adult Women with Parental Infidelity

Rahmandani, A. & Subandi, M. A. (2010). Pengaruh Terapi Pemaafan Dalam Meningkatkan Penerimaan Diri Penderita Kanker Payudara. Jurnal Intervensi Psikologi, Vol. 2, No. 2, 141– 172.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmawati, B.,& Oktora, N. D. (2021). Dampak Perceraian Orang Tua bagi Psikologis Anak. Jurnal Studi Gender dan Agama, 3(2), 18-24. Garuda - Garba Rujukan Digital (kemdikbud.go.id)

Thorson, C. (2019). Phases of Forgiveness in Early Adult Women with Parental Infidelity

Worthington, E. L. (2001). Five steps to forgiveness: The art and science of forgiving. Crown Publishing.

Zulaikha M, Rini J, Hafindar (2023). Pemaafan dan Penerimaan Diri Pada Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Penelitian Psikologi, 1 (2), 178-193.