Tinjauan Ontologis dan Epistemologis terhadap Fenomena Siswa yang Sering Datang Terlambat ke Sekolah
Main Article Content
Abstract
Fenomena siswa yang sering datang terlambat ke sekolah merupakan salah satu permasalahan klasik dalam dunia pendidikan yang berkaitan erat dengan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran belajar. Kajian ini berupaya menelaah persoalan tersebut dari perspektif filsafat pendidikan, khususnya melalui pendekatan ontologis dan epistemologis. Secara ontologis, fenomena keterlambatan dipahami sebagai realitas eksistensial siswa dalam konteks hubungan antara individu, lingkungan, dan sistem pendidikan. Sementara itu, secara epistemologis, artikel ini membahas bagaimana pengetahuan tentang penyebab dan solusi keterlambatan dapat diperoleh, divalidasi, dan digunakan oleh pendidik untuk membentuk karakter disiplin siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlambatan bukan sekadar tindakan individual yang bersifat kebiasaan, melainkan manifestasi dari struktur kesadaran, nilai, dan konteks sosial yang lebih luas. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap hakikat keberadaan (ontologi) dan cara mengetahui (epistemologi) sangat penting dalam membangun pendekatan pendidikan yang lebih reflektif dan transformative.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Amelia, R. (2024). Eksistensi peserta didik dalam pendidikan modern. Jurnal Filsafat Ilmu, 6(1), 1–15.
Anggraeni, R. (2021). Critical pedagogy in modern education. Prenada Media.
Aristoteles. (1984). Metaphysics. University of Chicago Press.
Dewey, J. (1916). Democracy and education. Macmillan.
Farida, N. (2021). Pendidikan karakter dan kedisiplinan siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 134–149.
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.
Gadamer, H.-G. (1975). Truth and method. Seabury Press.
Hakim, R. (2022). Eksistensialisme dalam pendidikan kontemporer. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(1), 45–57.
Hasanah, U. (2020). Pendidikan nilai dan pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Humaniora, 8(2), 77–88.
Kaelan. (2005). Filsafat pendidikan Pancasila. Paradigma.
Kant, I. (1785). Groundwork of the metaphysics of morals. Cambridge University Press.
Ki Hajar Dewantara. (1935). Pendidikan. Taman Siswa.
Lestari, D., & Adil, M. (2022). Epistemologi guru dalam memahami perilaku siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(3), 201–214.
Mahmud, A. (2022). Pendekatan empatik dalam penegakan disiplin sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan, 8(1), 22–34.
Pratama, Y. (2020). Analisis perilaku siswa melalui pendekatan filsafat pendidikan. Jurnal Filsafat Nusantara, 4(2), 55–68.
Putra, H. (2023). Ontologi nilai dalam pendidikan karakter. Jurnal Filsafat Pendidikan, 7(1), 14–29.
Rahman, A., & Yusuf, P. (2021). Faktor sosial yang mempengaruhi kedisiplinan siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 19(1), 55–68.
Rahayu, T., & Firdaus, M. (2023). Pendekatan reflektif dalam meningkatkan disiplin siswa. Jurnal Pendidikan Modern, 4(2), 75–89.
Sartre, J.-P. (1943). Being and nothingness. Philosophical Library.
Susanto, D. (2019). Epistemologi dan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal Filsafat, 29(1), 33–47.
Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan sosial dan pendidikan. Grasindo.
Wibowo, A. (2020). Interpretasi hermeneutik terhadap perilaku siswa dalam pembelajaran. Jurnal Kajian Pendidikan, 14(3), 221–234.
Yuliana, S. (2020). Pendidikan humanis dalam konteks pembelajaran modern. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(2), 112–125.