Wacana Pertarungan Kelas Pada Ruang Publik di Kota Semarang Perspektif Pierre Bourdieu

Main Article Content

Tri Utami Oktafiani

Abstract

Penggunaan dan pengelolaan ruang publik di Kota Semarang seringkali memicu konflik dan kepentingan yang saling bertentangan. Pengembangan pariwisata dan upaya pelestarian terutama berfokus pada Kota Tua, yang dikenal dengan bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Belanda. Wacana perjuangan kelas memainkan peran penting dalam membentuk bagaimana ruang publik diakses, digunakan, dan dikendalikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis wacana perjuangan kelas di ruang publik Semarang. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini berbasis lapangan, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Studi ini berfokus pada ruang publik di Semarang, termasuk Kota Lama, Lawang Sewu, Stasiun Tawang, Danau BSB, Banjir Kanal Barat, dan The Park Mall. Temuan menunjukkan bahwa perjuangan kelas tampak jelas di ruang-ruang tersebut. Di Kota Lama dan Stasiun Tawang, pengunjung dan penumpang berbaur tanpa batas kelas yang jelas, namun pembagian estetika dan non-estetika tetap ada, dipengaruhi oleh faktor sejarah dan lingkungan. Di Danau BSB, konversi area privat menjadi ruang publik dengan biaya masuk mencerminkan keterbatasan akses berbasis kelas. Demikian pula, pilihan rekreasi antara Banjir Kanal Barat dan The Park Mall menunjukkan bahwa ruang-ruang tertentu sebagian besar melayani kelompok sosial tertentu. Dinamika ini menggambarkan bahwa ruang publik di Semarang merupakan arena negosiasi antar kelas sosial, di mana akses, estetika, dan penggunaan mencerminkan hierarki sosial-budaya yang lebih luas.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Oktafiani, T. U. (2026). Wacana Pertarungan Kelas Pada Ruang Publik di Kota Semarang Perspektif Pierre Bourdieu. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(3), 211–217. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i3.13960
Section
Articles

References

Adji Murtomo, B. (2019). Arsitektur Kolonial Kota Lama Semarang. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman, 7(2), 74.

Agustinur Saputri, dkk. (2021). Modal Sosial dan Kemiskinan Rumah Tangga di Indonesia. Jurnal Kawistara, 11(3), 252–264. https://doi.org/10.22146/kawistara.v11i3.66012

Amirul Abyyusa & Sudianto Aly. (2019). Lawang Sewu's Monumentality Architecture. Jurnal Risa: Riset dan Arsitektur, 3(2), 105–120. https://doi.org/10.26593/risa.v3i02.3274.105-120

Andrew Smith, dkk. (2021). Staging City Events in Public Spaces: an Urban Design Perspective. International Journal of Event and Festival Management, 12(2).

Badan Pusat Statistik Kota Semarang. (2023). Kota Semarang Dalam Angka 2023. Semarang: Badan Pusat Statistik Kota Semarang.

Budi Hardiman. (2010). Komersialisasi Ruang Publik menurut Hannah Arendt dan Jürgen Habermas. Yogyakarta: Kanisius.

B. Herry Priyono & Antony Giddens. (2016). Suatu Pengantar. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Cahyaningrum Dewojati & Nadhilah Nurtalia. (2023). Konsep Habitus Bourdieu dan Dinamika Masyarakat Tionghoa dalam Pendidikan jang Kliroe dan Korban dari Peroentoengan. Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal, 3(1), 1–23. https://doi.org/10.21009/Arif.031.01

David Hutama. (2010). Ruang Publik dalam Arsitektur. Yogyakarta: Kanisius.

Erisandi Arditama. (2016). Mengkaji Ruang Publik dari Perspektif Kuasa. Jurnal Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 1(1). https://doi.org/10.15294/jpi.v1i1.9181

Fauzi Fashri. (2014). Pierre Bourdieu: Menyingkap Kuasa Simbol. Yogyakarta: Jalasutra.

Galang K. Paningkat. (2019). Persepsi Pengunjung Terhadap Tingkat Kenyamanan Alun-Alun Kabupaten Pemalang. Jurnal Ruang, 5(2), 140–149. https://doi.org/10.14710/ruang.5.2.140-149

Grady Nagara. (2021). Peran Kapital pada Media Sosial: Analisis Jaringan Sosial Pertarungan Kuasa Wacana Tri Rismaharini di Twitter. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 8(1), 64–90. https://doi.org/10.22146/jps.v8i1.68244

Michel Foucault. (2014). Power/Knowledge. Yogyakarta: Narasi.

Mila Karmilah & Agus Rochani. (2020). Karakteristik Perilaku Pengguna Ruang Publik di Kota Semarang (Studi Kasus: Taman Progo, Taman Indonesia Kaya, dan BKB). Jurnal Planologi, 17(1). https://doi.org/10.30659/jpsa.v17i1.9171

Pierre Bourdieu. (1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Cambridge: Harvard University Press.

Pierre Bourdieu. (1991). Language and Symbolic Power. Cambridge: Polity Press.

Prasetyo, A. G. (2022). Menuju Demokrasi Rasional: Melacak Pemikiran Jürgen Habermas tentang Ruang Publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 16(2), 169–185. https://doi.org/10.22146/jsp.10901

R. Siti Rukayah & Muhammad Abdullah. (2021). In Searching Architecture and City Pattern as the Mark of Old Coastal Semarang, Indonesia. Journal of Architectural Design and Urbanism, 3(2). https://doi.org/10.14710/jadu.v3i2.10687

Reza Antonius. (2010). Ruang Publik dan Peran Para Penyair Menurut Richard Rorty. Yogyakarta: Kanisius.

Sugiono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Widyandini, D. H., & Wijayanti. (2022). Pola Aktivitas Pemanfaatan Ruang pada Fasilitas Waterfront di Perumahan BSB Kota Semarang. Jurnal Arsitektur Zonasi, 5(2), 252–266. https://doi.org/10.17509/jaz.v5i2.45002