Etika Komunikasi Multikultural pada Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar
Main Article Content
Abstract
Penyelenggaraan pendidikan inklusif di lingkungan multikultural menuntut adanya etika komunikasi yang kuat dari tenaga kependidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami praktik etika komunikasi multikultural yang dilakukan oleh tenaga kependidikan di SD No. 2 Kekeran dalam konteks layanan pendidikan inklusif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Plt. Kepala Sekolah, tenaga kependidikan, dan orang tua siswa (Bali dan luar Bali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kependidikan telah mengimplementasikan etika komunikasi multikultural melalui praktik komunikasi yang sopan, menggunakan nada bicara yang lembut, dan bersikap netral dalam interaksi seharihari. Mereka berupaya mengedepankan empati,menghormati keragaman budaya dan agama, serta melakukan klarifikasi untuk menghindari kesalahpahaman, terutama saat berinteraksi dengan orang tua non-Bali. Praktik ini krusial untuk menciptakan iklim sekolah yang adil, partisipatif, dan menghargai keberagaman, sejalan dengan prinsip Komunikasi Etis. Oleh karena itu, etika komunikasi merupakan fondasi utama dalam menjamin layanan pendidikan inklusif yang profesional dan harmonis.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Al Giffary, M., Rahmat, A., & Nurjanah, S. (2023). Pelayanan publik berbasis komunikasi multikultural. Jurnal Pelayanan Publik, 5(1), 12–25.
Astuti, R., & Fitriyah, N. (2021). Strategi komunikasi guru dalam pembelajaran inklusif. Jurnal Pendidikan Inklusif, 8(2), 115–128.
Gudykunst, W. B., & Kim, Y. Y. (2003). Communicating with strangers: An approach to intercultural communication (4th ed.). McGraw-Hill.
Hall, E. T. (1976). Beyond culture. Anchor Books.
Manap, A. (2022). Komunikasi multikultural dalam pelayanan publik. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2), 87–98.
Rogers, C. R. (1983). Freedom to learn for the 80s. Charles Merrill.
Smmitter, R. (2004). Ethics of interpersonal communication. Academic Press.
Staub, D., & Peck, C. A. (2007). What are the outcomes for nondisabled students? Educational Leadership, 64(5), 36–40.
Sukmawati, L., & Fadhilah, N. (2020). Tantangan komunikasi dalam pembelajaran inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus, 12(1), 45–54.
Syam, N. W. (2021). Komunikasi multikultural dalam pendidikan. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(1), 22–31.