Cerminan Komunikasi Pemerintah Daerah Melalui Strategi Visual Dan Naratif Pada Konten Instagram @Joyful.Denpasar
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis strategi visual dan naratif yang diterapkan pada akun Instagram @joyful.denpasar sebagai cerminan komunikasi pemerintah daerah yang humanis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi konten periode Januari-Juni 2025 dan wawancara mendalam dengan pengelola akun serta lima informan masyarakat, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi elemen visual berbasis budaya Bali dan narasi komunikatif berhasil membangun citra Pemerintah Kota Denpasar yang lebih dekat, transparan, dan responsif. Konsistensi penggunaan warna hangat, simbol budaya lokal seperti penjor dan ornamen tradisional, serta gaya bahasa yang tidak birokratis menciptakan komunikasi dua arah yang efektif. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat mempersepsikan pemerintah sebagai institusi yang peduli dan mudah diakses melalui strategi komunikasi digital ini. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pemerintah daerah lainnya dalam mengembangkan strategi komunikasi yang partisipatif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Andini, S., & Rahayu, H. R. (2020). Persepsi audiens terhadap narasi dan kepercayaan publik dalam komunikasi institusi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 112–120.
Barthes, R. (1977). Image, music, text. London, UK: Fontana Press.
Effendy, O. U. (2003). Ilmu, teori, dan filsafat komunikasi. Bandung, Indonesia: Citra Aditya Bakti.
Fadilah, N., & Prasetyo, B. (2022). Narasi birokratis dalam media sosial pemerintah daerah. Jurnal Komunikasi Publik, 6(1), 45–58.
Fisher, W. R. (1984). Narration as a human communication paradigm: The case of public moral argument. Communication Monographs, 51(1), 1–22. https://doi.org/10.1080/03637758409390180
Fitriani, D., & Putra, R. A. (2022). Pengaruh desain visual terhadap keterlibatan pengguna media sosial pemerintah. Jurnal Komunikasi Massa, 15(1), 33–48.
Grunig, J. E., & Hunt, T. (1984). Managing public relations. New York, NY: Holt, Rinehart and Winston.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
Kriyantono, R. (2022). Konsep komunikasi dua arah simetris dalam hubungan masyarakat modern. Jurnal Komunikasi Profesional, 6(2), 77–91.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Nugroho, A. (2023). Komunikasi pemerintahan digital dan pembentukan citra publik daerah. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(2), 145–158.
Puspitasari, G. A. A. (2023). Strategi komunikasi humas melalui media sosial Instagram dalam membangun citra positif Pemerintah Kota Denpasar. Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 225–235.
Putri, A. N., & Sari, D. P. (2024). Model komunikasi dua arah simetris dalam pemerintahan daerah. Jurnal Komunikasi dan Media, 12(1), 15–28.
Ramadhani, B. A. (2024). Pengembangan pemasaran digital berbasis media sosial Instagram. Kegiatan Positif: Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat, 2(3), 51–58.
Rusadi, U. (2015). Media dan kekuasaan: Kritik terhadap praktik jurnalisme. Jakarta, Indonesia: RajaGrafindo Persada.
Sari, M. (2021). Komunikasi pemerintahan digital dan partisipasi publik. Jurnal Administrasi Publik, 18(2), 145–160.
Sasfira, N. (2025). Efektivitas media sosial dalam komunikasi pemerintahan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 88–102.
Siregar, A., & Pratiwi, L. (2022). Penggunaan media sosial yang responsif oleh pemerintah dan dampaknya terhadap kepercayaan publik. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 26(4), 312–328.
Wahyuni, S., Prabowo, H., & Lestari, D. (2022). Analisis isi konten Instagram pemerintah Indonesia di tingkat kementerian dan lembaga. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Media Massa, 15(2), 123–140.