Gema di Tepian Babatan: Tinjauan Historis Jidur Pedamaran, 1950-1980-an

Main Article Content

Dedi Irwanto
Agustina Bidarti

Abstract

Musik tanjidor, atau jidur dalam istilah masyarakat Pedamaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan warisan sejarah-budaya yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kajian ini mencoba melacak jejak dokumentasi perkembangan jidor di Pedamaran sekaligus memetakan evolusi dan masa keemasan Jidur Pedamaran dalam tiga dekade tahun 1950 sampai 1980. Selain itu kajian ini juga menjelaskan alasan sosiologis di balik bertahannya Jidur Pedamaran sebagai warisan budaya di masyarakat Pedamaran pada saat itu. Kajian ini menggunakan metode sejarah, meliputi heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa kehadiran jidur di Pedamaran tidak lepas dari penggunaan musik militer di masa kolonial. Musik militer ini selanjutnya dimanfaatkan oleh pemimpin komunitas etnis Cina Palembang, Kapiten Tjoa untuk media upacara hari besar keagamaan di Kampung Pecinan 7-10 Ulu, Palembang. Namun setelah tidak terpakai, dibeli oleh Pedagang Cinta Jaya, Marga Danau dan dibawah ke Pedamaran untuk terus tumbuh dan berkembang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Irwanto, D., & Bidarti, A. (2025). Gema di Tepian Babatan: Tinjauan Historis Jidur Pedamaran, 1950-1980-an. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 3781–3790. https://doi.org/10.56799/jceki.v5i1.14459
Section
Articles

References

Abdurrachman, P. R. (2008). Bunga Angin Portugis di Nusantara: Jejak-jejak Kebudayaan Portugis di Indonesia. (Jakarta: Yayasan Pustaka Budaya Obor)

Aulia, N. U., & Sari, R. P. (2021). Peran Promosi dalam Meningkatkan Wisata di Pendestrian Kota Palembang. Jurnal Pariwisata Darussalam, 1(1): 29-35.

Fitriani, F. (2023). Musik Tanjidor dalam Pesta Pernikahan Melayudi Desa Pendawan Kecamatan Sambas Tahun 1970-2015. Jurnal Sambas: Studi Agama, Masyarakat, Budaya, Adat, Sejarah, 6(2): 67-75

Hamzah, S., Abdullah, A., & Nisa, A. K. (2023). Metode Sejarah dalam Perspektif Ibnu Khaldun (Telaah Kitab Mukaddimah). Carita: Jurnal Sejarah dan Budaya, 2(1): 33-43.

Heins, E. (1975). Kroncong and Tanjidor: Two Cases of Urban Folk Music in Jakarta. Asian Music, 7(1): 20-32.

Indrayatti, W., Lestari, D., & Lolita, A. (2019). Ungkapan Makian Bahasa Tiochiu: Studi Kasus Masyarakat Tionghoa Senggarang. Genta Bahtera: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 4(2): 180-191.

Irwanto, D. (2024). The Cultural Meaning of Colonial Power in Residentwoning Palembang. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 13(2): 182–196

Irwanto, D. (2024). Sejarah dan Perkembangan Adat Istiadat Perkawinan Marga danau, Pedamaran. (Palembang: Aksara Pena)

Nurmala, H. A.K., Yusdani, Y., & Arfaizar, J. (2022). Pergeseran Makna Esensi Pernikahan di Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan: Studi Kasus Sosiologi Hukum Keluarga. Al-Mabsut: Jurna Studi Islam dan Sosial, 16(2): 169-184.

Saleh, A. (1987). Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Sumatera Selatan. (Jakarta: Depdikbud)

Sayono, J. (2021). Langkah-Langkah Heuristik dalam Metode Sejarah di Era Digital. Sejarah dan Budaya, 15(2): 369-376.

Soepardi, A.N., & Habibah, V. (2023). Sektor Ekonomi Kreatif sebagai Penunjang Kegiatan Pariwisata di Kabupaten Ogan Komering ‎Ilir. Journal of Tourism Planning and Economic Development, 1(1): 38-50.

Tariza, O, Choiriyah, C., & Muzaiyanah, M. (2024). Analisis Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Pernikahan 7 Hari di Desa Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Social Science and Contemporary Issues Journal, 2(1): 1-10.

Yelli, N., & Plastika, Y. (2019) Alat Musik dalam Kesenian Orkesan Jidur Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Jurnal Sitakara, 4(1): 1-10.

Zamhari, A., Maulani, M., Mariska, R., Isaria, I., Utami, F., & Sunarli, Y. (2024). Cang Incang dan Jidur Pedamaran sebagai Warisan Adat dan Budaya Pedamaran. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(6), 9256–9263.