Integrasi Pentahelix Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menghadapi Ancaman Keamanan Non-Militer Di Kepulauan Riau
Main Article Content
Abstract
Wilayah Kepulauan Riau memiliki posisi geopolitik strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, namun hal ini menciptakan kerentanan tinggi terhadap ancaman keamanan non-militer seperti illegal fishing, penyelundupan, dan perdagangan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi model Pentahelix dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau dalam menghadapi ancaman tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain analisis sistem Input-Process-Output (IPO), penelitian ini memetakan sinergi antara lima aktor utama: Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha, Masyarakat, dan Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman non-militer di wilayah perbatasan bersifat asimetris dan transnasional, sehingga menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan militeristik ke arah keamanan insani (human security). Integrasi Pentahelix berperan penting dalam menutup celah koordinasi dan ego sektoral antar-instansi. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur maritim, rendahnya literasi digital masyarakat pesisir, dan tumpang tindih kewenangan regulasi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan masyarakat sebagai "pagar hidup" negara melalui dukungan teknologi komunikasi, kemandirian ekonomi, dan revisi kerangka hukum kolaboratif sangat krusial untuk menciptakan ketahanan wilayah yang berkelanjutan serta menjaga kedaulatan nasional di perbatasan
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adellia, Adellia, Khairun Nisa Siregar, and Yesi Juliantri. 2024. “Analisis Kebijakan Badan Pengelola Perbatasan Daerah Terhadap Permasalahan Illegal Fishing Di Wilayah Perbatasan Kepri.” Jurnal Hukum, Administrasi Publik, Dan Ilmu Komunikasi 1(4).
Alfarizi, Muhammad. 2024. “Ekonomi Biru Kepulauan Riau Berkelanjutan : Tantangan , Peluang Dan Langkah Strategik Berbasis Kolaborasi Pentahelix Sustainable Blue Economy of the Riau Islands : Challenges , Opportunities , and Strategic Steps Based on the Penta Helix.” 03(1):1–15.
Arif, Mohammad S., Sefer A. Gunbeyaz, and Rafet E. Kurt. 2025. “Stakeholder Perspectives on Multipurpose Shipyard Integration in Indonesia : Benefits , Challenges , and Implementation Pathways.” (2023):1–38.
Assyakurrohim, Dimas, Dewa Ikhram, Rusdy A. Sirodj, and Muhammad Win Afgani. 2022. “Case Study Method in Qualitative Research.” Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer 3(01):1–9.
Bueger, Christian. 2015. “What Is Maritime Security ?” Marine Policy 53:159–64. doi: 10.1016/j.marpol.2014.12.005.
Caballero-anthony, Mely. 2016. “Non-Traditional Security: Concept, Issues, and Impllications on Security Governance.” Georgetown Journal of Asian Affairs 9:5–13.
Carayannis, Elias G., Washington Dc, and David F. J. Campbell. 2009. “‘ Mode 3 ’ and ‘ Quadruple Helix ’: Toward a 21st Century Fractal Innovation Ecosystem.” International Journal Technology Management 46(3/4):201–34.
Chapsos, Ioannis, and Steve Hamilton. 2019. “Illegal Fishing and Fisheries Crime as a Transnational Organized Crime in Indonesia.” Trends in Organized Crime 22(3):255–73. doi: 10.1007/s12117-018-9329-8.
Damanik, Stevania Putri, Rika Alfiantri, and Missella Farriyadini. 2024. “Navigasi Strategis : Analisis SWOT Kebijakan Maritim Global Di Provinsi Kepulauan Riau.” Jurnal Relasi Publik 2(4).
Dao, Yunias, Yusnaldi, and Kusuma. 2023. “Penanggulangan Praktik Destructive Fishing Melalui Optimalisasi Pengawasan Berbasis Masyarakat: Sebuah Upaya Menjag Keamanan Maritim.” Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan 8(1):163–72.
Drianawati, Shellyn, Diplomasi Publik, and Nation Branding. 2022. “Diplomasi Motogp Mandalika Dalam Meningkatkan Pariwisata Terhadap Nation Branding Indonesia.” Jurnal Perceka 01:1996–97.
Dwi, Sri, Retno Ningsih, and Emmy Latifah. 2025. “Safeguarding Maritime Sovereignty: Comparative Law Enforcement against Illegal Fishing in Positive and Contemporary Islamic Law.” 4(2):1028–50.
Fita, Gia Ayu. 2025. “Enhancing Maritime Security through Strategic Intelligence : The Relevance of the Global Maritime Axis to Indonesia ’ s National Resilience.” 02(01):118–28.
Hossen, M. Anwar. 2016. “Participatory Mapping for Community Empowerment.” Asian Geographer 0(0):1–17. doi: 10.1080/10225706.2016.1237370.
McNeill, Fergus. 2018. “Mass Supervision , Misrecognition and the ‘Malopticon.’” (January). doi: 10.1177/1462474518755137.
Muhammad Izul, Muh. Jamal, and Anwar Alaydrus. 2019. “Strategi Pemerintah Pusat Dalam Pertahanan Non Militer Di Daerah.” EJournal Ilmu Pemerintahan 7(2):573–84.
Prayuda, Rendi, Fitrisia Munir, and Rio Sundari. 2022a. “Model Integrasi Pentahelix Dalam Pemberdayaan Masyarakat Dalam Menghadapi Ancaman Keamanan Non Tradisional Di Wilayah Perbatasan.” Sosio Informa 8(3):293–310.
Prayuda, Rendi, Fitrisia Munir, and Rio Sundari. 2022b. “MODEL INTEGRASI PENTAHELIX DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI ANCAMAN KEAMANAN NON TRADISIONAL DI WILAYAH PERBATASAN PENTAHELIX INTEGRATION MODEL IN COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE FACE OF NON-TRADITIONAL SECURITY THREATS IN THE BORDER REGION Ren.” Sosio Informa 8(3):293–309.
Pugu, Melyana Ratana, and Mathilda Pusung. 2025. “Socio-Economic Dynamics at the Border : A Case Study of the Sota , Merauke Cross-Border Post and Its Implications for Cooperation with Papua New Guinea.” Journal of Social Research 4(9):2637–47.
Putri, Shelvia Arnie, Timbul Dompak, Lubna Salsabila, Etika Khairina, and Universitas Putera Batam. 2024. “Globalization and Non-Traditional Security Challenges in Developing Countries : The Indonesian Case.” 128–38.
Rafi, M., Hazqon Fuadi Nasution, Agus Susanto, Rico Purnawandi Pane, and Fatmawati. 2025. “Pentahelix Model in Community Based Tourism Development : Roles , Challenges , and Synergy Enhancement.” Indonesian Journal of Tourism and Leisure 06(2):146–62. doi: 10.36256/ijtl.v6i2.565.
Rakhmagina, Nabilah, and Muhammad Arsy Ash Shiddiqy. 2025. “Strategi Bakamla Dalam Menghadapi Ancaman Kejahatan Di Selat Malaka.” Jurnal Kajian Pemerintah 11(2):12–25.
Septaria, Ema. 2016. “Iuu Fishing in Indonesia, Are Asean Member States Responsible For?” International Journal of Business, Economics and Law 11(4):76–82. doi: 10.1355/cs35-2f.
Sudiana, Kiki. 2020. “THE DEVELOPMENT AND VALIDATION OF THE PENTA HELIX CONSTRUCT.” Business: Theory and Practice 21(1):136–45.
Suharto, Edi. 2010. MEMBANGUN MASYARAKAT MEMBERDAYAKAN RAKYAT : KAJIAN STRATEGIS PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN PEKERJAAN SOSIAL.
Suwarsono, Didik Agus, and Environmental Management. 2018. “The Role of Community-Based Surveillance ( POKMASWAS ) in Combating Illegal Fishing in Indonesia.” (July).
Syailendra, Emirza Adi. 2017. “A Nonbalancing Act: Explaining Indonesia’s Failure to Balance against the Chinese Threat.” Asian Security 13(3):237–55. doi: 10.1080/14799855.2017.1365489.
Williams, John. 2011. “Structure , Norms and Normative Theory in a Re-Defined English School : Accepting Buzan ’ s Challenge.” Review of International Studies 3(December 1999):1235–53. doi: 10.1017/S0260210510000768.