Perbandingan Model Missouri Mathematics Project (MMP) dengan Model Explicit Instruction (EI) dalam Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa
Main Article Content
Abstract
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran, karena dengan adanya kemampuan ini siswa akan lebih mengerti akan konsep materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dengan menggunakan dua model pembelajaran yang berbeda, yaitu model Missouri Mathematics Project dan Model Explicit Instruction. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experiment dengan desain The Nonequivalent Pretest Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematika yang berupa soal urain. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII SMPN 7 Kota Serang, dengan sampel kelas VII G dan VII H yang berjumlah 80 siswa. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial, terdapat perbedaan rata-rata tingkat kemampuan pemahaman konsep matematika yang diajar dengan model Missouri Matematics Project dan rata-rata tingkat kemampuan pemahaman konsep matematika yang diajar dengan model Explicit Instrucion.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
1. Faradhila, N., Sujadi, I., & Kuswardi, Y. (2013). Eksperimentasi Model Pembelajaran Missouri mathematics Projecs (MMP) pada materi pokok Luas Permukaan serta Volume Prisma dan Limas ditinjau dari kemampuan Spasial siswa kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 2 Kartasura Tahun Ajaran 2011/2012. Jurnal Pendidikan Matematika Solusi, 1(1), 67-74.
2. Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian (Skripsi, Tesis, Disertasi, & Karya Ilmiah), h. 165.
3. Mawaddah, S., & Maryanti, R. (2016). Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP dalam pembelajaran menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning). EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1).
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
5. Rosenshine, B., & Stevens, R. (1986). Teaching functions. In M. C. Wittrock (Ed.). Handbook of research on teaching, 3rd ed. (pp. 376-391). New York: Macmillan
6. Suprijono.Agus, (2016), Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
7. Shadiq, F. (2009). Model-model pembelajaran matematika SMP. Yogyakarta: P4TK Matematika Depdiknas.